Monthly Archives: May 2007

Racun yang terdapat pada ular berbisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Neurotoksin, yaitu jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korbannya yang menyebabkan kematian. Jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit pada gigitannya sehingga seringkali korban tidak mengetahui bahwa telah tergigit.
Contoh jenis ular yang memiliki racun neurotoksin adalah jenis elapidae seperti ular Welang dan ular Weling. Namun khusus jenis ular Kobra selain memiliki racun neurotoksin juga memikiki racun hemotoksin.
2. Hemotoksin, yaitu jenis racun yang menyerang sistem sirkulasi darah dalam tubuh, terdapat pula enzim pemecah protein (proteolytic). Akibatnya sel-sel darah akan rusak dan penggumpalan darah akan terjadi. Reaksi racun sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, beberapa menit saja korban akan merasakan sakit yang dan terasa panas yang luar biasa. Hal ini tidak seperti jenis racun neurotoksin yang tidak terasa sakit sama sekali.
Contoh jenis ular yang memiliki racun hemotoksin adalah jenis crotalidae dan viperidae.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ular, bisa hubungi saya melalui: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake

Magician & Snake Charmer

Baru saja saya membaca salah satu judul berita “SBY Tiba dari Malaysia” berita yang di upload pada 29/05/2007 15:25 WIB. Di dalam penulisan tersebut sang wartawan menuliskan sesuatu yang salah, yaitu pada paragraf ketiga, yaitu:

” Wapres Jusuf Kalla maupun anggota Kabinet Indonesia Bersatu tidak tampak hadir menyambutnya. Hanya Pangdam Jaya Mayjen TNI Liliek S dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani yangmenjemputnya.”

Kapolda Metro Jaya itu adalah Irjen Pol Adang Firman yang telah menjabat hampir setahun menggantikan Irjen Pol Firman Gani.

Kemana saja tuh wartawan selama setahun belakangan ini? :) Just kidding and just critic.

Tiga hari lalu saya pun membaca artikel dari salah satu blogger yang memuat tentang kesalahan ketik di berita detikom. Untuk melihat bisa klik di sini.

Saya mengerti wartawan pun manusia yang bisa salah, namun saya sarankan untuk selalu mengecek ulang setiap berita yang akan di posting. Mengingat detikom adalah salah satu pusat berita online yang sudah memiliki nama besar dan keakuratannya bisa dipercaya.

By: Budy Snake

Social Observer

Cinta sejati?

Apa sih definisi cinta sejati menurut anda?

Makin dipikir kok rasanya sulit untuk meyakinkan bahwa cinta sejati itu ada. Belum lagi hal-hal yang sering terjadi di dunia ini yang mencerminkan ketidakadaan cinta sejati. Walau saya yakin cinta sejati itu ada.

Bagaimana menurut anda?

By: Budy Snake

Social Observer

Ular King Cobra atau dalam bahasa Latin disebut ophiophagus hannah ini merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Ukuran panjang tubuhnya bisa mencapai 5 meter. Selain itu ular King Cobra memiliki ukuran otak paling besar jika dibandingkan dengan jenis ular lainnya.

Ular ini memiliki jenis racun neurotoksin dan juga terdapat hemotoksin. Karena dosis racun yang disuntikkan sangat besar maka korban dari gigitan ular ini hampir semuanya menyebabkan kematian.

Ular King Cobra memiliki ketahanan terhadap jenis racun ular apapun dan dapat mematikan semua jenis ular jenis apapun. Makanannya pun sebaian besar adalah jenis ular lain, kadal, dan berbagai jenis reptil.

Habitat ular King Cobra biasanya di ladang, hutan dan perkebunan yang jarang tersentuh manusia. Ular jenis ini sangat aktif di siang hari dan termasuk jenis ular yang sangat protektif terhadap keamanan sarangnya.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ular King Cobra, bisa hubungi saya melalui: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake

Magician & Snake Charmer

Ular Welang yang memiliki nama latin bungarus fasciatus merupakan ular yang sangat mematikan di daratan ini. Ular yang memiliki jenis racun neurotoksin ini akan menyerang pusat syaraf.

Jenis racun yang dimiliki oleh ular Welang sangat mematikan karena dilihat dari jumlah korban yang lebih banyak meninggal dan tidak dapat tertolong. Mengapa tidak tertolong? Jawabannya adalah karena korban yang meninggal biasanya tidak menyadari bahwa telah tergigit, begitu terasa sesak nafas dan jantung melemah baru mereka menyadari bahwa telah tergigit. Saat itu racun telah menyebar keseluruh tubuh dan korban sudah tidak berdaya. Satu hal lagi yang biasanya terjadi adalah korban berada jauh dari rumah sakit yang menyediakan serum. Akibatnya korban biasanya meninggal dunia.

Ular Welang aktif dimalam hari dan sangat sulit dikenali karena corak warnanya yang berbelang-belang hitam dan putih. Di siang hari ular ini memilih untuk diam di sarangnya yang biasanya di pinggir sungai dan pematangs awah yang kering. Jenis ular Welang tidak agresif seperti Kobra apalagi di dalam kandang dan siang hari. Apabila disentuh pun ular ini cenderung pemalu dengan menutupi bagian kepala dibalik badannya. Biarpun demikian bukan berarti anda bisa menyentuhnya, hal ini tidak saya sarankan apabila tidak dilakukan oleh seorang ahli. Apabila untuk darurat bisa menggunakan tongkat untuk mengusirnya.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ular Welang, bisa hubungi saya melalui: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake
Magician & Snake Charmer

Ular Kobra atau dalam bahasa Inggris disebut Cobra Snake memiliki nama latin naja sputatrix. Ular jenis ini merupakan ular yang memiliki racun jenis neurotoksin dan hemotoksin. Apabila menggigit mangsanya ular jenis ini menyuntikkan bisa / racun melalui taring racunnya ke dalam pembuluh darah mangsanya.

Akibat terkandungnya jenis racun hemotoksin maka apabila tergigit akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, akan terasa panas seperti terbakar. Oleh karenanya hal ini bisa dianggap membantu sebagai sinyalemen dan pertolongan dapat segera dilakukan. Berbeda dengan ular yang hanya memiliki jenis racun neurotoksin, korban tidak akan merasa sakit sama sekali, dan bahkan seringkali korban tidak merasa tergigit. Oleh karena itu biasanya korban gigitan ular Kobra masih bisa tertolong karena cepatnya penanganan.

Ular Kobra penyebarannya sangat luas, mulai semak-semak, ladang, hingga persawahan, dan bahkan sampai masuk ke dalam rumah. Biasanya jenis ular Kobra bersarang di dalam lubang tikus yang sudah tidak terpakai lagi atau setelah tikusnya dimangsa oleh mereka. Di dalam sarang tersebut induk Kobra bertelur dan menjaganya sampai menetas.

Makanan yang biasa dimangsa selain tikus adalah katak, ikan, burung, anak ayam, kadal, dan lain-lain. Ular Kobra akan menyemburkan bisanya untuk melumpuhkan jenis unggas lalu menggigitnya untuk menyuntikkan racun melalui gigi taringnya. Namun racun yang disemprotkan/disemburkan tidak sekuat dengan racun yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah.

Ular Kobra akan mengembangkan leher dan menegakkan badannya apabila merasa terancam dan siap menyemprotkan bisanya. Sasaran semprotnya selalu menuju mata korbannya. Bisa atau racun yang terkena mata manusia akan menimbulkan kebutaan sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya apabila dibasuh dengan air mengalir.

Ular Kobra juga banyak dimanfaatkan oleh ahli pengobatan dari Cina untuk digunakan sebagai obat. Untuk darah dan empedunya biasa digunakan sebagai ramuan obat berbagai macam penyakit dalam. Khusus untuk bagian dagingnya biasa digunakan untuk terapi pengobatan penyakit kulit yang sulit disembuhkan seperti eksim. Biasanya daging ular disajikan dalam bentuk abon ular yang rasanya sangat gurih dan enak.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ular Kobra dan kegunaannya dalam pengobatan bisa hubungi saya melalui: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake

Magician & Snake Charmer

dsc_00530001.JPG

Kemarin pagi saya mengunjungi Palabuhan Ratu. Berangkat dari Jakarta pukul 06:00 sampai di Sukabumi pukul 08:40. Karena padatnya jalur dari Ciawi menuju Sukabumi yang berjarak 60 km maka waktu tempuhnya 1,5 jam. Sangat menyebalkan memang, angkutan kota dan sepeda motor mengambil jalur arah sebaliknya. Mereka sepertinya tidak mengerti etika mengemudi yang baik.

Dari Sukabumi saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Palabuhan Ratu, yaitu daerah pantai yang terletak di selatan Jawa Barat yang minggu lalu diberitakan terkena musibah ombak besar sehingga mengakibatkan kerusakan puluhan rumah di pinggir pantai.

Pukul 11:00 siang saya sudah tiba di Palabuhan Ratu, setelah sata melihat keadaan sekitar saya pun bertanya-tanya, “Bagian mana yang terkena musibah?” karena yang diberitakan begitu heboh. Akhirnya saya pun lapar dan saya mampir ke sebuah warung kecil yang sepi, seorang Ibu menyambut saya dengan ramah seperti orang Sunda pada umumnya. Saya mencoba berkomunikasi dengan Ibu tersebut untuk menanyakan tentang musibah yang terjadi minggu lalu. Jawaban Ibu tersebut begitu tenang dengan bahasa Indonesia campur bahasa Sunda,”Ah, gak apa apah, udah biasa begitu mah tiap taun juga ada ombak besar. Ngan eta di berita teh sok dileuwih-leuwihkeun” Tapi memang dengan adanya ombak besar tersebut banyak pelancong serentak meninggalkan lokasi karena mereka kuatir datangnya musibah Tsunami.

Masih menurut si Ibu, bahwa ombak minggu kemarin memang besar sampai mendekati jalan raya dan menghanyutkan beberapa warung kecil yang terletak persis di tepi pantai. Akibat ombak besar tersebut pula warung si Ibu rupanya menjadi sepi. Saya pun melihat pantai Palabuhan Ratu begitu sepi dan hanya penduduk lokal saja ada beberapa yang memancing dan pengunjung yang menikmati keindahan pantai, namun jumlahnya sedikit.

Secara umum saya pribadi terkesan dengan keindahan pantai Palabuhan Ratu. Lebih menarik jika dibandingkan dengan pantai Pangandaran. Lebih bersih dan ombaknya lebih besar. Selain itu pula memang lokasi yang dekat dengan perbukitan memiliki keindahan tersendiri.

Setelah saya selesai makan siang dan melakukan sedikit pembicaraan dengan si Ibu maka saya melanjutkan perjalanan menuju Cisolok-Sukabumi. Apakah anda inget sesuatu setelah membaca Cisolok? Ya, Cisolok merupakan daerah tempat asalnya Mak Erot, yang konon katanya dapat memperbesar alat vital. Ada kejadian menarik ketika mobil saya mulai memasuki jalan kecil menuju Cisolok. Saya diikuti oleh 3 orang yang masing-masing mengendarai sepeda motor. Setelah saya amati ternyata mereka adalah calo dari Mak Erot. Saya pun segera menolak tawaran mereka sambil membuka kaca mobil saya, namun mereka sangat gigih dan tidak puas dengan tanggapan saya. Mereka terus mengikuti mobil saya sampai saya sampai di pantai Bayah. Luar biasa! Itu kesan saya melihat mereka. Ketika saya turun dari mobil, salah satu dari mereka mendekati saya dan mulai berbasa basi, akhirnya sudah bisa ditebak menawarkan jasa Mak Erot. Mereka bilang,”Sekalian pak, nyoba ke Mak Erot, ini yang asli, langsung ama emaknya” lalu saya jawab dengan senyuman tanpa menanggapi lebih lanjut.

Perjalanan saya lanjutkan kembali ke Malingping lalu lanjut lagi ke Muarabinuangeun. Disana saya menyempatkan melihat pantainya dan mampir ke sebuah hotel untuk menanyakan tarifnya. Hotelnya sangat sepi karena tidak ada satu kamar pun yang disewa. Hal ini dikarenakan para tamu tidak ada yang berani untuk berkunjung, kuatir ada Tsunami. Memang musibah minggu lalu akibatnya sangat terasa, hotel sepi, warung di pinggir pantai pun sepi, perekonomian yang tidak maju bisa makin terpuruk. Karena sejauh yang saya amati, perekonomian masyarakat di sana sangat bergantung pada wisatawan yang berkunjung.

Lalu saya putuskan untuk balik lagi ke arah Palabuhan Ratu setelah saya mencoba menikmati minum di sebuah warung di pinggir pantai. Perjalanan menuju Palabuhan Ratu disaat matahari mulai terbenam di ufuk barat. Pukul 19:00 saya tiba di sebuah warung di Palabuhan Ratu, saya pun mencoba sate kambing yang ditawarkan, setelah kenyang saya langsung pulang menuju Jakarta.

Melelahkan sekaligus menyenangkan. Sayangnya perjalanan saya tidak ditemani wanita yang tentunya akan lebih menyenangkan hehehe…Suatu saat saya akan membawa teman saya ke Palabuhan Ratu. Oh ya, bagi pencinta fotografi, tempat yang saya kunjungi tadi sangat bagus untuk memotret pemandangan dan akan lebih menarik kalau ada modelnya, model yang cantik lho ya… :)

By: Budy Snake

Social Observer 

Apa sih bedanya Python dan Boa selain coraknya?

Seringkali orang bertanya pada saya karena bentuknya sepintas sama saja. Maka kali ini saya akan coba jelaskan perbedaan secara umum. Python biasa disebut juga ular piton atau ular sanca oleh masyarakat Indonesia. Timbul nama tersebut karena memang jenis Phython terdapat pula di Indonesia. Berbeda dengan jenis Boa yang tidak ada di Indonesia, maka tidak dikenal nama lokalnya, orang tetap menyebut dengan sebutan ular Boa sesuai nama aslinya.

Perbedaan yang sangat mendasar adalah dari cara berkembang biaknya. Python adalah jenis ular yang termasuk ovipar. Ovipar yaitu jenis hewan yang setelah proses perkawinan menghasilkan telur dan dikeluarkan untuk disimpan disarang. Berbeda dengan ular Phyton, ular Boa termasuk dalam jenis ovovivipar. Ovovivipar adalah sebutan untuk hewan yang bertelur dan beranak, dalam arti setelah proses perkawinan maka telur yang dihasilkan tidak dikeluarkan melainkan tumbuh, berkembang, dan menetas didalam tubuh. Sehingga pada saat waktunya tiba akan keluar bayi-bayi ular seolah-olah ular tersebut melahirkan anak seperti halnya mamalia.

Perbedaan berikutnya adalah wilayah penyebarannya. Untuk jenis python penyebarannya sebagian besar di Benua Asia. Berbeda dengan ular Boa yang penyebarannya sebagian besar di Amerika Selatan.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

Informasi lanjutan tentang ular bisa ditanyakan via email: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake

Magician & Snake Charmer

Terarium adalah sebuah tempat seperti akuarium namun didalamnya tidak ada air. Hanya ada air sebagian kecil saja hanya untuk mengatur kelembapan udara dan untuk air minum binatang yang menghuninya.

Prinsip utama yang harus diketahui dari terarium adalah harus dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Tentunya tiap jenis ular memiliki habitat yang berbeda, untuk itu bentuk dan model terarium harus disesuaikan dengan jenis ular. Terarium untuk ular darat, tentunya berbeda dengan jenis ular air, dan berbeda pula untuk jenis ular pohon. Yang sama adalah perlengkapan yang ada di dalamnya, untuk hal ini hampir sama saja.

Selain jenis ular air, secara umum ular tidak menyukai kelembapan tinggi. Yang disukai adalah dingin namun tidak lembap. Dingin tidak berarti lembap, ini seringkali menjadi salah paham dikalangan pemelihara ular. Seringkali orang membuat terarium terlalu lembap karena dipikir ular akan betah, padahal yang terjadi sebaliknya. Maka yang harus diperhatikan adalah tingkat kelembapan udara di terarium. Jangan pula terlalu kering sehingga mengganggu proses pergantian kulit dari ular itu sendiri.

Dalam kesempatan ini saya ingin membahas tentang terarium untuk ular. Apa saja yang harus ada di dalam terarium tersebut? Baiklah kita lihat penjelasan saya di bawah ini, yang harus ada yaitu:

1. Tempat air minum
Dapat menggunakan asbak atau sejenis mangkuk yang ukurannya tidak terlalu kecil dan harus disesuaikan dengan ukuran ular karena selain untuk minum, pada saat-saat tertentu ular akan berendam juga untuk mengatur suhu tubuhnya. Apabila ukuran terarium besar maka disarankan untuk dibuatkan kolam kecil karena selain sebagai tempat minum dan berendam, kolam juga berfungsi untuk menjaga kelembapan udara di dalam kandang. Kondisi air juga harus selalu bersih dan harus terisi penuh.
2. Ranting Pohon
Diperlukan terutama untuk ular yang habitatnya di pohon, karena sesuai naluri ular akan selalu melilit di pohon / ranting.
3. Lampu
Lampu sebagai penerang dan juga sebagai sumber sinar UV, hal ini sangat diperlukan terutama untuk terarium yang di dalam rumah dan tidak terjangkau sinar matahari.
4. Tempat bersembunyi
Sesuai naluri ular menyukai tempat yang agak tertutup sehingga kita perlu buatkan semacam gua kecil sebagai tempat sembunyi.

Informasi lanjutan tentang ular bisa ditanyakan via email: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake
Magican & Snake Charmer

Menjaga kesehatan ular peliharaan kita sangatlah penting. Dalam berbagai buku yang pernah saya baca pun hampir semuanya membahas bagaimana cara perawatannya. Jangan asal beli, namun tidak memikirkan bagaimana perawatannya.

Agar ular peliharaan kita senantiasa sehat ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan, diantaranya yaitu:
1. Memandikan ular.
Sebaiknya ular peliharaan dimandikan 2 minggu satu kali dengan menggunakan sabun bayi atau larutan antiseptik untuk membunuh kutu yang berada di sisik ular selain itu untuk menjaga kebersihan kulit dan sisiknya.
2. Menjemur ular.
Untuk menjaga kesehatan ular maka 3 hari satu kali di pagi hari antara 5-15 menit ular dijemur pada pagi hari.
3. Memberi suplemen tambahan (vitamin)
Untuk ini sangat perlu diberi Vitamin E atau bahkan Multivitamin 2 bulan sekali dan diberikan melalui makanan yang diberikan.
4. Memberi obat cacing.
Tidak kalah penting adalah pemberian obat cacing 6 bulan sekali dan diberikan melalui makanannya.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

Informasi lanjutan tentang ular bisa ditanyakan via email: mertanus@cbn.net.id

By: Budy Snake

Magician & Snake Charmer