
Belakangan saya berpikir untuk membeli kamera saku digital sebagai back-up kamera SLR dan bisa saya gunakan sehari-hari kemana pun saya pergi. Dasar pemikiran saya adalah ada saatnya saya tidak memungkinkan bawa SLR dan terkadang kalau tidak bawa kamera ada beberapa kejadian yang layak untuk diabadikan. Tidak seperti SLR yang besar dan memakan tempat, kamera saku digital sangat mudah untuk dibawa-bawa. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mulai mencari kamera saku digital yang cukup baik untuk saya pribadi dan sesuai dana yang telah saya anggarkan.
Sudah seminggu saya mencoba untuk membandingkan spesifikasi teknis beberapa jenis pocket camera atau kamera saku, hal ini membuat saya bingung. Namun akhirnya hari ini saya memutuskan untuk memilih jenis BenQ C740i.
Adapun hal yang saya pertimbangkan adalah spesifikasi, merek, dan harga. Saat itu ada dua merek yang saya perbandingkan, yaitu antara Casio Exilim Z75 dan Nikon L11.
Saya memilih Casio karena model yang simpel, kecil dan sangat menarik. Namun yang membuat saya ragu adalah bagaimana dengan kualitas lensa? Karena lensa berpengaruh besar terhadap kualitas gambar. Selain itu yang membuat saya berpikir ulang adalah karena baterainya adalah jenis rechargeable bukan jenis AA. Sedangkan saya ingin kamera dengan baterai jenis AA. Sesuai dengan fungsinya yaitu kamera ini akan saya gunakan sebagai back-up dan keperluan sehari-hari maka pemilihan jenis baterai sangat saya perhitungkan. Dengan pemilihan baterai jenis AA maka sangat mudah mendapat cadangannya di toko-toko biasa apabila dalam keadaan darurat.
Alasan pemilihan Nikon adalah kualitas lensa yang tidak perlu diragukan lagi, bahkan pada tipe L12 ada VR (image stabilization) dan jenis baterai yang digunakan jenis AA. Namun tetap ada saja yang membuat saya berpikir ulang yaitu modelnya yang kurang pas di hati:)
Ada satu hal penting yang membuat saya ragu untuk memilih keduanya yaitu pada kedua kamera saku tersebut tidak ada menu manual. Manual artinya kita bisa atur sendiri besar bukaan diafragma dan dalam mengatur kecepatan rana yang kita inginkan. Sedangkan kamera saku yang memiliki mode manual rata-rata harganya relatif mahal dan di luar batas dana saya.
Dalam keraguan tersebut sempat terlintas dalam pikiran saya untuk tetap memilih Nikon L11 dan menghubungi seorang rekan saya untuk memesan kamera tersebut. Ternyata sesuai dengan peribahasa “pucuk dicinta ulam pun tiba”, rekan saya tersebut malah menawarkan merek BenQ yang secara spesifikasi sesuai dengan yang saya inginkan, kualitas lensa bagus (lensa Pentax), menggunakan baterai jenis AA, dan ada menu manual!
Itulah akhir cerita mengapa saya memutuskan memilih BenQ C740i. Kesan awal tampilan kamera saku ini simpel dan menarik. Hasil uji coba akan saya ceritakan beberapa hari lagi… Tes dulu ah…
Update: Saya sudah posting tentang review kamera saku BenQ 740i di sini.
By: Budy Snake