Monthly Archives: October 2007

Sudah sebulan ini saya sering mendengar lagu berjudul Aksi Kucing yang dinyanyikan ulang oleh kelompok musik White Shoes. Sempat saya bingung untuk mencari lagu ini karena tiap kali dengar di radio tidak disebutkan judul maupun penyanyinya. Setelah saya mencari dan bertanya kepada paman Google maka saya berhasil mendapatkan liriknya seperti di bawah ini:

Aksi Kucing

apa guna bung malu malu kucing
meong meong di belakang suaranya nyaring
jangan suka bung diam diam kucing
sudah menerkam sebelumnya berunding

aksi kucing membikin perselisihan
salah salah dari kawan jadi lawan
salah faham bung karena aksi kucing
urusan kecil bisa jadi meruncing

apa guna malu malu kucing
meong meong di belakang suaranya nyaring
jangan suka bung diam diam kucing
sudah menerkam sebelumnya berunding

aksi kucing membikin perselisihan
salah salah dari kawan jadi lawan
salah faham karena aksi kucing
urusan kecil bisa jadi meruncing

Lagu tersebut adalah lagu lama era 60-an namun saya belum mengetahui siapa penyanyi aslinya. Lagu ini unik dari sisi lirik maupun aransemen musiknya. Ternyata saya pun baru tahu kalau lagu Aksi Kucing ini merupakan OST Film Berbagi Suami.

Apakah anda sudah mendengar lagu tersebut? Kalau belum, coba deh cari dan dengarkan lagunya… :)

By: Budy Snake
Social Observer

Dalam waktu kurang dari 24 jam, tulisan berjudul “Kecelakan Wahana Tornado di Dufan Ancol = Hoax” telah dibaca 140 orang. Meraka yang membaca tulisan saya tersebut rata-rata menemukan blog saya melalui Google dengan berbagai macam kata kunci.

Hal ini membuktikan betapa luasnya berita bohong ini telah beredar sehingga banyak yang masih bingung dan ingin mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut. Rating pengunjung blog saya hari ini melonjak tajam hampir dua kali lipat dari hari-hari biasa. Saya akan pantau terus untuk mengetahui sampai berapa hari berita ini akan terus dicari oleh pengguna internet.

Semoga tulisan saya dapat bermanfaat bagi pembacanya. Semoga.

By: Budy Snake
Social Observer

Untuk mendapat hasil foto yang optimal, dalam fotografi dikenal beberapa jenis filter. Diantara ada dua jenis filter yang populer dan sering digunakan oleh fotografer profesional, yaitu Filter CPL dan ND Filter.

Untuk Filter Circular Polarize atau CPL itu biasanya digunakan ketika memotret landscape yang efeknya bisa membirukan warna langit. Namun syaratnya kondisi langit pada saat pemotretan harus sudah biru. Fungsi kedua dari CPL ini adalah untuk digunakan menghilangkan refleksi, contoh ketika memotret etalase toko dapat menggunakan filter ini agar bayangan si pemotret tidak nampak. Bisa juga untuk memotret objek di dalam ruangan kaca agar tidak ada pantulan sinar.

Untuk ND Filter atau neutral density filter secara umum berfungsi untuk menggelapkan tanpa mengubah warna dan kontras. Filter ND ini berguna pada saat anda menginginkan kecepatan sangat lambat pada kondisi cahaya sangat kuat. Misalnya anda ingin memotret buih-buih air di sungai dengan kecepatan 4 detik, sedangkan cahaya matahari sangat kuat. Dengan menggunakan filter ND kita bisa bermain dengan kecepatan sangat lambat walau kondisi cahaya sangat terang.

By: Budy Snake

dsc_00150001.jpg

Belakangan ini banyak berita beredar di milis atau Yahoo Messenger tentang kecelakaan Wahana Tornado di Dunia Fantasi (DUFAN) Ancol – Jakarta. Saya pribadi sudah menerima berita tersebut berulang kali karena saya bergabung di beberapa milis. Berita tersebut sudah beredar sebulan lalu. Nah ini dia yang di dunia internet disebut HOAX.
Hoax adalah berita bohong yang dibuat seolah-olah benar dan seringnya disertai beberapa alasannya atau bukti-bukti yang mendukung berita itu. Salah satu ciri khas yang biasanya adalah di akhir berita ada himbauan untuk menyebarkan berita tersebut kepada orang –orang terdekat.

Masih banyak contoh hoax yang menyebar via milis dan
PM di YM ataupun MSN, seperti:
1. Isi hoax tersebut adalah bila Anda mengalami
penodongan yang memaksa Anda harus mengambil uang di
ATM, masukkan saja password ATM Anda secara terbalik
(kalau nomor PIN anda 1234 masukkan 4321). Katanya
dengan cara ini ATM akan segera mengirimkan sinyal
permintaan bantuan (emergency signal) ke kantor polisi
terdekat.
2. Ada pula yang memberitakan bahaya dalam menggunakan
mouse optik.

Itu adalah sebagian contoh dari hoax. Isi berita sebuah hoax biasanya terkesan “baik” atau peduli terhadap sesama, tetapi di balik itu semua sebenarnya adalah berita palsu yang cenderung meresahkan, menyesatkan dan membodohi masyarakat.

Kalau boleh saya berpendapat kepada rekan-rekan pembaca untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan ikut menyebarkan berita, cek dulu kebenarannya, lihat dahulu masuk akal atau tidak. Sebagai contoh untuk kasus kecelakaan yang diberitakan ada korban jatuh dan korbannya disuap pihak Dunia Fantasi untuk tidak menyebarkan berita tersebut. Untuk hal seperti itu ada baiknya kita berpikir dahulu dan gunakan logika. Mana mungkin hal itu bisa terjadi? Apakah para penonton yang bisa dipastikan jumlahnya banyak itu tidak melihat kejadian tersebut?
Terkadang orang-orang tidak berpikir dahulu dalam bertindak, tanpa dicek kebenarannya langsung saja mengirimkan ulang email berisi hoax tersebut ke rekan-rekan bahkan seringkali dikirim ke milis. Maksud hati sih ingin memberi informasi, tetapi kalau itu hoax kan malah membuat resah masyarakat.

Mengenai berita kecelakaan TORNADO, itu pun sangat meresahkan dan membuat orang takut. Sehingga pihak Dufan pun sudah mengambil langkah-langkah klarifikasi.
Saya baca beberapa hari lalu di detikom. Bisa dibaca disini:

1. Wahana Tornado Diisukan Jatuh, Dufan Lapor Mabes Polri
2. Buktikan Tornado Dufan Aman, Artis Jajal Jungkir Balik
Demikian pendapat saya, semoga rekan-rekan dapat makin memahami lagi tentang apa itu hoax. Informasi tambahan tentang hoax yang ditulis oleh Sdr. Tedy Tirtawidjaja bisa anda baca di sini.

By: Budy Snake
Social Observer
(Bukan PR-nya Dufan)

Malam tadi saya bersama rekan pergi ke Pasar Kramat Jati – Jakarta Timur. Saya membeli sekilo kepiting dan rekan saya membeli beberapa kilo ikan laut. Suasana pasar terlihat normal dan tidak terlalu padat seperti biasanya ketika saya berbelanja.

Dalam perjalanan pulang saya dikagetkan oleh kejadian kecelakaan tunggal sebuah mobil yang menabrak jalur busway di kawasan Slipi. Lokasi dekat dengan Gedung Bisnis Indonesia, tepatnya di seberang Apotik Kimia Farma. Kejadian itu sekitar Pk. 00.30 dini hari.

Posisi mobil melintang di atas jalur busway, padahal jalur busway kan lebih tinggi sekitar 25 cm dari jalur biasa. Kok bisa begitu? Itu yang saya pikir awal kali melihat kejadian tersebut. Rupanya pengemudi mobil menabrak jalur busway sehingga mobil naik ke jalur busway dan menabrak tembok pembatas tol. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun mobil rusak cukup parah di bagian bawahnya dan ban sebelah kiri belakang pecah. Sayangnya saya tidak membawa kamera untuk mengabadikan posisi aneh tersebut.

Menurut salah satu karyawan Apotik Kimia Farma yang biasa dinas malam, kejadian kecelakaan hampir tiap malam terjadi. Kecelakaan juga terjadi pada sepeda motor, terkadang sampai ada korban meninggal, bahkan dituturkan juga ketika malam takbir ada 6 orang tewas. Hal itu dibenarkan oleh beberapa orang yang berada di sekitar lokasi, bahwa jalur busway yang baru tersebut telah banyak memakan korban.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah betul pembangunan jalur busway membahayakan? Atau para pengguna jalan yang kurang berhati-hati?

By: Budy Snake
Social Observer

benq-c740i-zoom.jpg

Belakangan saya berpikir untuk membeli kamera saku digital sebagai back-up kamera SLR dan bisa saya gunakan sehari-hari kemana pun saya pergi. Dasar pemikiran saya adalah ada saatnya saya tidak memungkinkan bawa SLR dan terkadang kalau tidak bawa kamera ada beberapa kejadian yang layak untuk diabadikan. Tidak seperti SLR yang besar dan memakan tempat, kamera saku digital sangat mudah untuk dibawa-bawa. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mulai mencari kamera saku digital yang cukup baik untuk saya pribadi dan sesuai dana yang telah saya anggarkan.

Sudah seminggu saya mencoba untuk membandingkan spesifikasi teknis beberapa jenis pocket camera atau kamera saku, hal ini membuat saya bingung. Namun akhirnya hari ini saya memutuskan untuk memilih jenis BenQ C740i.
Adapun hal yang saya pertimbangkan adalah spesifikasi, merek, dan harga. Saat itu ada dua merek yang saya perbandingkan, yaitu antara Casio Exilim Z75 dan Nikon L11.

Saya memilih Casio karena model yang simpel, kecil dan sangat menarik. Namun yang membuat saya ragu adalah bagaimana dengan kualitas lensa? Karena lensa berpengaruh besar terhadap kualitas gambar. Selain itu yang membuat saya berpikir ulang adalah karena baterainya adalah jenis rechargeable bukan jenis AA. Sedangkan saya ingin kamera dengan baterai jenis AA. Sesuai dengan fungsinya yaitu kamera ini akan saya gunakan sebagai back-up dan keperluan sehari-hari maka pemilihan jenis baterai sangat saya perhitungkan. Dengan pemilihan baterai jenis AA maka sangat mudah mendapat cadangannya di toko-toko biasa apabila dalam keadaan darurat.

Alasan pemilihan Nikon adalah kualitas lensa yang tidak perlu diragukan lagi, bahkan pada tipe L12 ada VR (image stabilization) dan jenis baterai yang digunakan jenis AA. Namun tetap ada saja yang membuat saya berpikir ulang yaitu modelnya yang kurang pas di hati:)

Ada satu hal penting yang membuat saya ragu untuk memilih keduanya yaitu pada kedua kamera saku tersebut tidak ada menu manual. Manual artinya kita bisa atur sendiri besar bukaan diafragma dan dalam mengatur kecepatan rana yang kita inginkan. Sedangkan kamera saku yang memiliki mode manual rata-rata harganya relatif mahal dan di luar batas dana saya.

Dalam keraguan tersebut sempat terlintas dalam pikiran saya untuk tetap memilih Nikon L11 dan menghubungi seorang rekan saya untuk memesan kamera tersebut. Ternyata sesuai dengan peribahasa “pucuk dicinta ulam pun tiba”, rekan saya tersebut malah menawarkan merek BenQ yang secara spesifikasi sesuai dengan yang saya inginkan, kualitas lensa bagus (lensa Pentax), menggunakan baterai jenis AA, dan ada menu manual!

Itulah akhir cerita mengapa saya memutuskan memilih BenQ C740i. Kesan awal tampilan kamera saku ini simpel dan menarik. Hasil uji coba akan saya ceritakan beberapa hari lagi… Tes dulu ah…

Update: Saya sudah posting tentang review kamera saku BenQ 740i di sini.

By: Budy Snake

Vernet merupakan merek dari sebuah produk alat sulap yang dibuat di Argentina. Peoduk dari Vernet diantaranya adalah thumb tip, yang selama ini saya gunakan sendiri selama di dunia sulap. Bahkan sudah banyak saya menjual kepada para pehobi sulap.

Namun baru kali ini saya mencoba untuk memesan thumb tip Vernet yang ukuran kecil atau junior. Karena selama ini yang saya beli adalah yang ukuran standar. Saya tidak menyangka bahwa respon dari pasar bagus untuk produk jenis ini. Layaknya thumb tip, bentuk dan bahan sama persis hanya saja ukurannya kecil. Kalau menurut saya pribadi ukuran ini lebih sesuai untuk ukuran remaja bukan anak kecil.

Saya telah berhasil menjual beberapa buah dan nampaknya akan ada pemesanan ulang karena cukup laku di pasaran. Namun kali ini saya hanya menjual thumb tip merek Vernet yang standar artinya bukan yang jenis soft. Saya belum tau pasti apakah ada yang thumb tip vernet junior yang soft.

Bagi kalangan pehobi sulap yang memerlukan ukuran kecil saya sarankan untuk membeli jenis ini. Thumb tip Vernet merupakan thumb tip terpopuler sampai dengan saat ini dan memiliki kualitas yang bagus.

By: Budy Snake
Magician & Snake Charmer

Bruakkk!!! Sebuah gitar dilemparkan oleh seorang pemuda ke trotoar di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dalam sekejap pemuda itu lalu mengambil gitar tersebut dan membantingnya sampai tabung resonansi gitar itu pun pecah. Terlihat pemuda tersebut begitu emosional dan berusaha melampiaskan kekesalannya dengan membanting gitar itu.

Kejadian tersebut saya lihat kemarin sore saat saya dalam perjalanan menuju Kelapa Gading. Saya tidak tahu persis hal apa yang menyebabkan pemuda itu begitu kesal. Namun ketika saya melihatnya saya merasa kasihan. Bisa dibayangkan begitu kesalnya dia sampai-sampai dia membanting gitarnya di tempat umum. Yang saya heran, banyak sekali pengguna jalan dan beberapa pejalan kaki yang tampak acuh dan tidak peduli dengan kejadian tadi. Mungkin saja mereka takut menjadi sasaran kekesalan yah? :)

Saya mencoba menerka-nerka apa yang telah terjadi pada pemuda tersebut sehingga dia sampai berbuat demikian. Mungkinkah masalah ekonomi? Mengingat saat ini adalah lebaran yang secara umum masyarakat Indonesia memiliki budaya konsumerisme. Lebaran baju baru, lebaran celana baru, perabotan baru dan perayaan yang tentunya membutuhkan uang. Atau masalah perasaan kecewa dengan seseorang? Saya pun memilih untuk tidak menebak-nebak karena memang tidak ada dasar sama sekali.

Yang jelas pemuda tadi menurut saya sudah lepas kendali dalam manajemen emosi. Saya pikir pemuda tersebut telah terserang depresi karena lingkungan di Jakarta yang keras dan bisa dikatakan “kejam” terutama bagi kalangan ekonomi sulit. Sudah mencari uang sulit, masih lagi ditambah masalah lain yang dirasa sangat berat. Hal tersebut yang membuat orang menjadi depresi dan bisa melakukan hal-hal diluar batas dan seringkali merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

Akhir kata saya menyimpulkan bahwa manajemen emosi begitu penting dan kita harus senantiasa bersyukur atas segala keadaan, karena kita masih diberi waktu oleh Tuhan. Waktu yang masih bisa berputar dimana kita bisa hidup di dunia ini.

By: Budy Snake

Saya seringkali kesal dengan orang yang salah menuliskan nama saya. Seringkali saya tidak habis pikir dengan mereka, kok menyalin saja bisa salah dan seringkali salah. Salah satu contoh ketika ada seorang SPG sebuah merek rokok yang meminjam KTP saya untuk mengisi formulir. Saya menolak untuk memberi tandatangan karena saya melihat nama saya ditulis salah, ditulis Martinus Budi H padahal seharusnya Mertanus Budy H. Menurut saya kesalahan penulisan itu sangat parah dan seringkali terjadi dalam penulisan tanda pengenal, sertifikat atau piagam penghargaan yang saya terima.

Hal itu seringkali terjadi dan yang melakukan kesalahan itu sepertinya sama sekali tidak menganggap penting hal ini. Padahal menurut saya penulisan nama orang itu sangat penting dan harus benar. Nama adalah sebuah identitas yang telah dibuat atau dipilih dengan sungguh-sunggu oleh orang tua kita. Bahkan tidak jarang orang tua memilihkan nama anaknya dengan makna tertentu dan dengan tujuan baik. Sangatlah tidak tepat apabila sebuah nama indah yang telah dibuat oleh orang tua lalu diubah-ubah secara sembarangan.

Pentingnya sebuah nama sebagai identitas juga berlaku terutama pada tanda pengenal seperti di KTP, SIM dan paspor. Bisa dibayangkan apabila terjadi kesalahan penulisan nama pada tiket pesawat (terutama penerbangan internasional), maka sang penumpang akan ditolak oleh pihak maskapai penerbangan karena namanya tidak sesuai dengan yang di paspor. Memang kelihatannya sepele, tapi itulah pentingnya sebuah nama sebagai identitas. Memang terkadang kita ini terbiasa untuk meremehkan hal detil atau hal kecil, padahal sesuatu yang besar itu bermula dari yang kecil bukan?

Pandangan saya berbeda dengan Shakespeare yang mengatakan “apalah arti sebuah nama”, bagi saya nama mengandung arti yang mendalam dan tidak bisa sembarangan diubah atau salah dalam penulisannya.

Khususnya bagi anda yang memiliki nama yang sedikit berbeda dan tidak umum maka dalam penulisannya yang sering keliru.
Apakah anda pernah mengalaminya?

By: Budy Snake
Social Observer

Baru saja saya bersama seorang rekan ke Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. Kali ini saya hanya mengantar rekan saya yang akan membeli ikan laut. Situasi di Pasar Kramat Jati masih sepi dan masih banyak pedagang yang tidak berjualan. Jenis ikan yang ditawarkan pun tidak banyak, hanya jenis-jenis tertentu saja yang ditawarkan. Rekan saya membeli 2 kg ikan Kakap Merah seharga Rp 35.000,00 setelah itu kami kembali ke rumah.

Perjalanan sejauh 15 km terasa sangat cepat karena kondisi lalu lintas yang sangat sepi di H+1 ini dan juga waktu telah menunjuk pukul 23.20 wib. Memang benar kata orang, Jakarta ini dipenuhi pendatang yang ingin mencari nafkah. Buktinya ya ini, begitu musim mudik tiba Jakarta sepi sekali…

By: Budy Snake
Social Observer