Monthly Archives: January 2008

Kemarin sore saya bersama rekan saya mencoba bermain biliar di Magic Café – Mal Artha Gading. Tempatnya luas namun hanya terdapat 6 meja biliar saja ukuran 9 feet, karena tempat ini lebih mengutamakan café-nya dibanding biliarnya.

Kesan awal menarik karena tidak begitu ramai, namun saya merasa tidak nyaman dengan tempat duduknya yang sangat tinggi dan tidak nyaman untuk meletakan stik biliar. Setelah mencoba bermain lebih kurang 5 menit, kami mulai merasakan ada yang aneh dengan mejanya, mungkin miring atau memang kualitas bolanya yang kurang baik. Oleh karena itu kami hanya bermain selama satu jam saja.

Setelah itu kami sempatkan bertemu dengan pemiliknya dan diajak berkeliling ke lantai 2 dan lantai 3 yang terdapat ruangan karaoke VIP. Tidak lama kami pun pamit dan melanjutkan ke tempat lain di seputaran Kelapa Gading.

Menurut saya ada beberapa yang harus ditingkatkan lagi untuk kenyamanan pengunjungnya. Posisi kursi lebih baik dibuat agak rendah dan nyaman, bila perlu diganti dengan semi sofa. Lalu untuk meja biliarnya sepertinya perlu di set ulang kemiringan mejanya dan bola sepertinya harus pula diganti dengan yang lebih berkualitas agar pemain bisa merasa lebih nyaman bermain di Magic Café.

By: Budy Snake

Kali ini saya akan kembali bercerita tentang tempat makan ayam goreng seperti yang pernah saya tulis minggu lalu yang berjudul Ayam Goreng Kalasan di RM Pringgodani Cirebon.

Kemarin malam sepulang bermain biliar di Magic Café – Mal Artha Gading, saya bersama seorang rekan mencoba makan malam di Ayam Presto Ny. Nita. Rekan saya yang merekomendasikan karena beliau pernah mencoba sebelumnya.

Kesan awal ketika masuk restorannya adalah luas karena ada efek dinding cermin, sebenarnya tidak begitu luas namun tertata rapi dan bersih. Kami memilih ayam goreng plus nasi dan lalap. Tidak perlu menunggu lama makanan pun siap disantap. Ayam gorengnya nya benar-benar lunak sesuai namanya. Rekan saya sambil bercanda mengatakan bahwa ayam yang sedang disantapnya adalah ayam yang terkena osteoporosis :) Lalu sambalnya yang khas dengan rasa manis pedas sangat terasa dan pas sekali.
Ternyata restoran ini merupakan cabang dari Denpasar, BALI. Namun sejak dahulu saya sering ke Denpasar belum pernah ada keinginan mencobanya. Bagi yang ingin mencoba silakan, karena saya rekomendasikannya. Alamatnya Jl. Boulevard Raya WD – 2 No. 16 Kelapa Gading. Ada pula beberapa cabang di Jakarta namun saya tidak mencatatnya.
Selamat mencoba.

By: Budy Snake

Pernahkan anda mendengar istilah Babad, Bebet, Bibit, Bobot, dan Bubut sebagai pedoman dalam mencari pasangan hidup? Bisa saya duga bahwa anda sering mendegarnya namun masih ada beberapa dari anda yang belum paham tentang arti masing-masing dari kata tersebut.

Bagi yang belum memahaminya, saya akan berbagi untuk anda:

• Babad : Artinya riwayat hidup dari calon pasangan kita.

• Bebet : Artinya kepandaian dari calon pasangan kita.

• Bibit : Artinya keturunan dari siapa calon pasangan kita.

• Bobot : Artinya kemampuan dari calon pasangan kita.

• Bubut : Artinya pergaulan dari calon pasangan kita.

Dari lima hal tersebut bisa dijadikan pedoman umum dalam kita menentukan calon pasangan hidup kita. Lima hal tersebut adalah salah satu pedoman turun temurun tradisi dari para leluhur terutama di Jawa dan saya kira di daerah lain pun demikian.

Semoga membantu terutama yang selama ini penasaran.

By: Budy Snake

Ketika di usia ke 87 ini Soeharto dirawat di RSPP sejak beberapa minggu lalu, Indonesia tiba-tiba menjadi heboh. Berbagai macam media pun berlomba-lomba meliput berita seakan tidak ingin ketinggalan informasi sedikit pun tentang Soeharto yang sedang dalam perawatan. Perkembangan demi perkembangan kondisi Soeharto selalu dilaporkan bahkan hingga ditayangkan dengan acara khusus secara langsung.

Bukan hanya itu, beberapa media televisi bahkan menayangkan kilas balik era Soeharto dengan mewawancarai beberapa tokoh era Soeharto. Acara yang terkesan menonjolkan kelebihan-kelebihan Soeharto di masa pemerintahannya.

Selain itu ada pula sekelompok massa yang berdemo dan menghujat Soeharto karena kasusnya yang dianggap terlalu berlarut-larut dan tak kunjung selesai. Bahkan kemarin sekelompok massa mencoba untuk berdemo di depan RSPP dan berakhir ricuh dengan aparat kepolisian.

Dari dua hal tadi saya simpulkan bahwa memang Soeharto ini masih eksis dan berpengaruh. Namun dibalik itu ada pula yang masih tetap tidak puas dengan proses peradilan bagi Soeharto dengan berdemo dan menghujatnya. Judul di atas saya pikir tepat sekali, Soeharto Dihujat dan Dicinta.

Kondisi Soeharto sendiri hingga tulisan ini dibuat masih saja belum stabil, terkadang sangat drop, namun kembali membaik, dan seterusnya. Namun pendapat saya pribadi sebenarnya Soeharto sendiri masih ada semangat hidup yang besar dan masih bisa bertahan. Jadi berlebihan menurut saya kalau sampai ada skenario pemakaman, lha Soeharto saja masih ingin hidup dan panjang umur kok. :)

Biarlah waktu yang bicara mengenai kasus Soeharto, kita serahkan saja semua kepada aparat penegak hukum di Indonesia. Tidak perlu kita ikut-ikutan menghujat dan menghakimi.

By: Budy Snake

Sate ayam merupakan salah satu makanan favorit saya. Dulu ketika awal-awal kuliah di Jakarta, saya seringkali beli sate ayam di depan Apotik Tomang di Jl. Tomang Raya, Jakarta Barat. Kurang lebih 4 tahun saya menjadikan tempat itu sebagai tempat makan sate ayam favorit saya.

Namun pada awal tahun 2006 saya diberitahu oleh seorang saudara saya untuk mencoba Sate Ayam Umar. Nama pedagangnya Umar, beliau menjual sate ayam Madura, walau beliau berasal dari Malang alias Arema (Arek Malang). Kesan pertama ketika saya mencoba sate ayam Umar adalah enak dan dagingnya segar. Saya katakan segar karena tidak sedikit pedagang sate ayam yang sudah menyimpan dagingnya di kulkas sebelum dijual. Bumbu juga OK dan satu hal, beliau tidak pelit bumbu.

Selain satenya yang enak, kepribadian beliau juga ramah dan apa adanya, kalau kita minta daging polos, maka akan diberikan daging polos. Pokoknya beliau akan berikan sesuai keinginan kita tanpa ada unsur curang dengan menyisipkan misalnya kulit atau lemak.

Bagi pencinta makanan sate ayam, saya rekomendasikan anda untuk mencobanya. Namun ada satu hal yang mungkin agak merepotkan yaitu Bang Umar sendiri menjual satenya dengan gerobak dan berkeliling (tidak menetap). Walau begitu saya akan coba beri gambaran sedikit mengenai rutenya. Mulai jam 6 sore – 8 malam beliau berada di seputaran Jl. Mandala. Setelah itu beliau akan menuju ke wilayah Jl. Gelong Baru Barat sekitar pukul 20.30. Saya sarankan apabila ada yang ingin mencoba untuk langsung ke wilayah Jl. Gelong Baru Barat (Tomang) di atas pukul 20.30 sampai 22:30. Setelah sampai komplek Gelong Baru Barat, bisa ditanyakan ke petugas keamanan komplek apakah Sate Umar sudah masuk atau belum.

Tulisan ini terinspirasi ketika saya makan sate ayam Bang Umar malam tadi. Bagi yang ingin mencoba silakan.
Selamat Mencoba!

By: Budy Snake

Tempat yang paling aman adalah tempat yang tidak aman. Kalimat tersebut seringkali saya sisipkan dalam beberapa kesempatan berbicara dengan rekan-rekan saya. Sore tadi saya membaca di detikcom sebuah berita tentang Dokter Palsu Masuk Kamar Soeharto Hebohkan RSPP. “Kecolongan!” Itu yang terlintas di benak saya ketika membaca judulnya. Inti dari berita itu adalah ada seorang dokter palsu yang berhasil masuk ke dalam ruangan tempat Soeharto dirawat.

Berita tentang “kecolongan” ini juga terjadi beberapa hari lalu yaitu tertangkapnya seorang pencuri di RSPP lantai 5 yang bersamaan dengan tempat mantan presiden Soeharto dirawat. Memang untuk hal ini akhirnya pencuri ditangkap. Terkesan luar biasa karena si maling begitu pintar dan berani untuk melakukan aksinya.

Anda bisa bayangkan begitu ketatnya penjagaan di sekitar lokasi rumah sakit apalagi di ring satunya (sekitar ruangan perawatan), selain dari kepolisian, ada juga dari aparat TNI. Hal di atas bisa dijadikan contoh bahwa di tempat yang dianggap paling aman adalah tidak aman atau lebih tepatnya belum tentu aman.

By: Budy Snake
Social Observer

Grup Sinar Mas tahun lalu mengembangkan sayap bisnisnya ke bidang telekomunikasi dengan meluncurkan produk telepon CDMA. Produknya diberi nama SMART di bawah bendera PT. Smart Telecom.

Smart dijual dengan sistem paket lengkap dengan pesawat teleponnya dengan harga relatif murah yang bervariasi tergantung tipe pesawat teleponnya. Saya sendiri memilih yang paling murah dengan merek pesawat teleponnya yaitu ZTE buatan Shenzhen-China. Ini merupakan kali pertama saya menggunakan telepon berbasis CDMA. Saya menggunakan Smart sejak bulan Desember 2007. Selama masa promosi sampai tanggal 31 Maret 2008 untuk panggilan telepon ke sesama Smart dimana pun berada adalah gratis. Setelah saya mencoba awal kali sampai sekarang saya merasa puas dengan kualitasnya walaupun gratis namun kualitas terbilang bagus.

Hanya saja kelemahan yang saya rasakan adalah ketika masuk ke dalam suatu gedung terkadang sinyal hilang. Mungkin Smart harus mulai memikirkan langkah-langkah peningkatan mutu dengan menambah internal repeater di gedung-gedung. Kelemahan lain yang saya rasakan adalah belum meratanya kekuatan sinyal di daerah-daerah yang telah diklaim oleh Smart masuk wilayahnya (biasanya di pinggir kota).

Selama ini saya hanya menggunakan layanan panggilan telepon ke sesama pengguna Smart khususnya anggota keluarga saya karena masih belum banyak relasi yang memiliki Smart. Untuk layanan SMS sangat jarang saya lakukan karena tombol-tombol di HP merek ZTE kurang nyaman untuk ber-SMS (karena murah kali ya…)

Buat yang sering melakukan panggilan telepon berlama-lama dan ingin berhemat saya pikir Smart bisa dijadikan suatu solusi yang tepat. Loh kok jadi seperti tulisan advertorial yah… :)

By: Budy Snake 

Saya memiliki nomor Mentari yang saya miliki sejak tahun 2000 ketika saya berdomisili di Bandung. Pada bulan Agustus 2007 lalu kartu SIM Mentari saya hilang. Ketika saya akan urus penggantian kartu di Jakarta ternyata tidak dapat dilakukan karena Gerai Indosat di Jakarta tidak memiliki persediaan kartu SIM Mentari domisili Bandung. Sekedar informasi, kartu SIM Mentari saya domisili Bandung.

Karena jadwal ke Bandung sangat jarang dan setiap kali ada kesempatan ke Bandung pun hanya transit saja maka penggantian kartu SIM kerap kali tertunda. Untuk menghindari nomor hangus maka saya minta saudara sepupu saya yang memang pedagang pulsa untuk mengisi pulsa secara elektronik ke nomor tersebut.

Baru pada tanggal 2 Januari 2008 siang saya sempatkan datang ke Gerai Indosat di Jl. Asia Afrika-Bandung. Karena saat itu merupakan hari pertama kantor buka maka pengunjung yang datang sedikit sekali, hanya menunggu 5 menit saya sudah dilayani oleh petugas di sana.

Saya sangat terkesan dengan pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit, saya hanya diminta menyebut nomor saya, menyerahkan KTP dan mengisi formulir. Lama proses hanya 15 menit dan saya telah mendapat kartu SIM Mentari yang baru dan bisa diaktifkan 24 jam setelahnya.
Malam harinya saya mencoba mengaktifkan nomor tersebut karena berdasar pengalaman yang sudah-sudah biasanya tidak sampai 24 jam bisa aktif lagi, dan ternyata benar. Akhirnya nomor cantik Mentari saya yang hanya memiliki 10 digit angka itu bisa aktif kembali.

Esok harinya saya segera mendaftar program Mentari Hebat, yaitu tarif khusus untuk 9 nomor Indosat (Matrix, Mentari, dan IM3) yang kita daftarkan. Sekedar informasi untuk mendaftar hanya via SMS, ketik: REG<spasi>no yang akan didaftarkan lalu kirim ke 6060. Setelah menunggu beberapa menit akan ada SMS konfirmasi dari Indosat. Tarif yang diberlakukan flat Rp 250,00 / 30 detik.

Demikian opini saya tentang pelayan di Gerai Indosat.


By: Budy Snake

Beberapa bulan lalu saya sering melalui jalur Pantura terutama saat menjelang dan sesudah lebaran. Kondisi jalur pantura dari Cikampek menuju Cirebon sesaat setelah saat arus balik lebaran kala itu sangat baik, walau masih ada beberapa jalur yang masih dalam perbaikan dan ada beberapa lubang, namun menurut saya masih wajar untuk ukuran jalan di Indonesia :)

Perjalanan siang hari di jalur pantura memang sangat menyenangkan, apalagi kala itu didukung kondisi jalan yang terbilang bagus. Namun kemarin siang ketika saya melalui jalur pantura dari Cirebon menuju Jakarta, kondisi tersebut sudah berubah. Lubang-lubang mulai banyak ditemukan walau di beberapa daerah sedang dilakukan penambalan dengan aspal namun tidak sebanding dengan banyaknya jalan yang rusak. Rusak dalam arti belum tentu berlubang tetapi banyak yang bergelombang dan keriting. Hal ini sangat terlihat jelas bahwa kualitas bahan dan proses dalam membuat jalan tersebut sangat buruk. Bayangkan saja, jalan pantura yang baru diperbaiki sesaat sebelum lebaran sudah mulai rusak di awal tahun 2008 ini.

Ya, saya mengerti hal ini dikarenakan ulah oknum-oknum pejabat daerah yang menganggap jalan pantura ini sebagai lahan basah untuk proyek-proyek jalan raya. Menurut saya hal ini yang membuat bangsa Indonesia ini selalu tidak bisa jauh dari yang namanya korupsi. Semua hal atau bidang yang bisa dijadikan lahan korupsi pasti dicari celahnya yang semua berujung pada yang dinamakan uang dan untuk memperkaya diri dengan cepat tanpa kerja dengan baik.

By: Budy Snake

Social Observer 

Kemarin siang saya melakukan perjalanan darat dengan menggunakan mobil bersama rekan saya dari kota Cirebon-Jawa Barat menuju Jakarta. Sebelum berangkat kami menyempatkan dahulu untuk santap siang di rumah makan ayam kalasan Pringgodani di Jl. R.A. Kartini. Rasanya masih tetap OK dan sambalnya yang khas pun sudah kembali ke resep normal. Beberapa bulan lalu saya kecewa karena komposisi sambalnya berubah ketika saya santap siang bersama ibu saya. Saat itu pula saya komplain kepada pelayan di sana. Hal itu mungkin harga cabai yang belakangan ini melambung tinggi.

Namun yang pasti kemarin ini saya puas karena komposi dan rasa sambalnya sudah kembali seperti semula. Oh ya bagi pencinta ayam goreng seperti saya dan sangat menyukai ayam goreng kalasan, saya rekomendasikan untuk mencoba ayam goreng kalasan di RM. Pringgodani. Untuk di Cirebon pusatnya di Jl. R.A. Kartini tepatnya di seberang Hotel Kharisma. Selamat mencoba.

By: Budy Snake