Beberapa bulan lalu saya sering melalui jalur Pantura terutama saat menjelang dan sesudah lebaran. Kondisi jalur pantura dari Cikampek menuju Cirebon sesaat setelah saat arus balik lebaran kala itu sangat baik, walau masih ada beberapa jalur yang masih dalam perbaikan dan ada beberapa lubang, namun menurut saya masih wajar untuk ukuran jalan di Indonesia :)

Perjalanan siang hari di jalur pantura memang sangat menyenangkan, apalagi kala itu didukung kondisi jalan yang terbilang bagus. Namun kemarin siang ketika saya melalui jalur pantura dari Cirebon menuju Jakarta, kondisi tersebut sudah berubah. Lubang-lubang mulai banyak ditemukan walau di beberapa daerah sedang dilakukan penambalan dengan aspal namun tidak sebanding dengan banyaknya jalan yang rusak. Rusak dalam arti belum tentu berlubang tetapi banyak yang bergelombang dan keriting. Hal ini sangat terlihat jelas bahwa kualitas bahan dan proses dalam membuat jalan tersebut sangat buruk. Bayangkan saja, jalan pantura yang baru diperbaiki sesaat sebelum lebaran sudah mulai rusak di awal tahun 2008 ini.

Ya, saya mengerti hal ini dikarenakan ulah oknum-oknum pejabat daerah yang menganggap jalan pantura ini sebagai lahan basah untuk proyek-proyek jalan raya. Menurut saya hal ini yang membuat bangsa Indonesia ini selalu tidak bisa jauh dari yang namanya korupsi. Semua hal atau bidang yang bisa dijadikan lahan korupsi pasti dicari celahnya yang semua berujung pada yang dinamakan uang dan untuk memperkaya diri dengan cepat tanpa kerja dengan baik.

By: Budy Snake

Social Observer 

3 Comments

  1. proyek menghabiskan anggaran di akhir tahun….

  2. Ya kurang lebihnya seperti itulah…

  3. pastinya begitu :D


Post a Comment

*
*