Monthly Archives: February 2008

Saya hanya ingin berbagi informasi saja mengenai pengecekan identitas kendaraan via SMS 1717. Layanan ini sudah lama ada namun masih banyak yang belum tahu atau sudah tahu namun belum paham tentang caranya.

Hal ini sangat penting terutama apabila kita ingin membeli mobil bekas. Dengan kita mengecek melalui SMS maka kita bisa mengetahui identitas kendaraan tersebut apakah terdaftar di Samsat atau tidak.

Caranya adalah dengan mengetik SMS dengan format sebagai berikut, ketik: metro<spasi>nomor polisi tanpa spasi. Kirim ke 1717.
Penulisannya harus menggunakan huruf kecil semua (termasuk huruf “m” pada kata “metro”
Misalnya anda ingin mengecek nomor mobil B 1234 AA, maka anda harus ketik:

metro b1234aa lalu kirim ke 1717.
Maka dalam waktu 10 detik anda akan mendapatkan informasi berupa:
• Jenis kendaraan
• Merk kendaraan
• Warna kendaraan
• Tahun kendaraan
• Masa pajak kendaraan
• Masa STNK kendaraan

Kecuali nama pemilik memang tidak disebutkan karena itu menyangkut privasi seseorang.

Demikian informasinya semoga berguna.

By: Budy Snake 

Hari Minggu kemarin saya bersama rekan saya keliling dari mal ke mal di Jakarta. Kami berangkat pukul 10.30 dan Mal Taman Anggrek adalah tujuan pertama saya. Di mal ini saya menuju tempat laundry untuk mencuci jaket jas yang baru saja dibuat dan tuksedo hitam buatan Jepang koleksi lama saya. Setelah itu saya menuju lantai atas untuk melihat-lihat situasi, masih belum ramai saat itu. Tidak berapa lama kami pun meninggalkan Mal Taman Anggrek menuju tujuan berikut adalah Mal Ciputra (Citraland)

Di Mal Ciputra kali ini saya akan mengambil jam tangan Alba koleksi lama saya yang rusak, namun gagal diperbaiki karena spare part sudah tidak ada :( Pada saat yang sama saya juga memperbaiki jam tangan milik bapak saya. Tidak sampai satu jam kami pun pergi lagi ke Auto Mall di kawasan SCBD (belakang Mapolda Metro Jaya)

Di Auto Mall saya hanya mampir sebentar karena ingin melihat-lihat mobil. Namun banyak gerai mobil yang tutup, seperti merek Jaguar, Mazda, dan Suzuki. Entah mengapa mungkin karena kurang peminat atau tidak begitu ramai penjualannya. Hanya sebentar kami pun berpindah lagi menuju ke Mal Pacific Palace.

Pacific Palace masih berada di kawasan yang sama dengan Auto Mall, yaitu tepat di sebelahnya. Tujuan saya kali ini untuk melihat Kidzania. Saya dapat informasi bahwa di Kidzania ada pabrik Pocari Sweat versi anak-anaknya. Namun saya kali itu tidak pas waktunya, maka saya batal masuk. Oh ya kabarnya harga tiket mencapai Rp 100.000,00 lebih per orang. Orang tua yang mendampinginya pun harus membayar. Tidak lama kami pun meninggalkan Pacific Palace menuju JaCC di Jl. Kebon Kacang samping Grand Indonesia.

Di JaCC ini sebenarnya saya sudah janjian dengan rekan saya dan ini adalah acara utama saya hari ini. Namun teman saya datang terlambat dan saya batal bertemu. Di sini saya hanya makan siang saja di food courtnya, makan Soto 999, rasanya Ok lah, mungkin karena pengaruh lapar berat juga sih :) Selesai makan kami pun bergegas menuju Kelapa Gading.

Kali ini kami mengunjungi Mal Artha Gading, ada sedikit urusan saya di sana. Selesai saya membereskan urusan, saya menyempatkan diri keliling mal dan juga melihat acara demo masak yang disponsori Fiesta. Sebelum kami pulang kami pun membeli es krim Baskin Robbin dahulu di lantai dasar.

Total enam mal hari ini saya kunjungi walau hanya sebentar-sebentar. Saya memang sengaja melakukannya di hari Minggu agar semua dapat dibereskan dalam satu hari. Mengingat kondisi lalu lintas di hari biasa tidak memungkinkan untuk melakukan keliling mal seperti itu.

Setelah dari Mal Artha Gading saya memutuskan untuk mampir dahulu di tempat salah satu saudara sepupu saya. Saya membeli sate ayam dan menyantap bareng mereka di rumahnya. Setelah bersantai sejenak kami pun pulang menuju rumah.

Demikianlah kegiatan saya di hari Minggu siang kemarin yang penuh dengan kegiatan keliling mal.

By: Budy Snake

Malam tadi bersama lima orang rekan saya makan malam bersama di Restoran Pulau Dua Restaurant. Lokasi restoran tersebut berada di dalam komplek Taman Ria Senayan, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta.

Ini adalah kali ketiga saya mengunjungi restoran ini. Malam tadi seorang teman saya berbaik hati untuk mentraktir kami makan malam bersama. Alasan kami memilih tempat ini adalah tempatnya yang luas, udara terbuka dan nyaman untuk bersantai setelah makan.

Kami memesan gurame goreng kering, cah kangkung daging sapi, udang pancet bakar, udang saus asam manis, sup hisit kepiting, dan ayam goreng. Untuk rasa guramenya menurut saya sudah OK, demikian juga untuk udang saus asam manisnya. Hanya saja untuk masakan cah kangkungnya, rasa daging sapinya kurang menggigit dan kurang pas di lidah.

Setelah selesai makan malam, kami lanjutkan dengan foto-foto bersama dan berbincang. Memang nyaman dan tenang tempatnya. Sangat pas untuk acara makan malam yang santai dan tidak terburu-buru.

Tepat pukul 10.00 kami meninggalkan Restoran Pulau Dua menuju tempat tinggal kami dan rencana akan lanjut bermain biliar di Roxy Pool Hauz.

By: Budy Snake

Pernah dengar merek Soyjoy?

Ya itulah salah satu merek baru di dunia makanan yang berasal dari Jepang. Soyjoy merupakan produk dari Otsuka Pharmaceutical di Jepang. Selain memproduksi obat-obatan dan cairan infus, Otsuka juga memproduksi makanan dan minuman kesehatan seperti Pocari Sweat, CalorieMate dan lain sebagainya. Soyjoy diimpor oleh PT. Amerta Indah Otsuka yang selama ini telah meproduksi Pocari Sweat di Indonesia atas lisensi dari Otsuka Pharmaceutical – Jepang.

sjhb.jpg

Produk makanan dan minuman yang sudah dipasarkan di Indonesia adalah Pocari Sweat dan yang baru-baru ini hadir adalah Soyjoy yang merupakan produk healthy bar pertama di Indonesia. Soyjoy adalah makanan sehat yang berbahan dasar dari kedelai, tidak seperti makanan lain yang berbahan dasar tepung terigu.

sjap.jpg

Pertama kali saya mencoba Soyjoy ketika saya berkunjung ke Jepang, dan kesan pertama terhadap rasa Soyjoy adalah aneh dan tidak enak di mulut. Sejak itu saya tidak pernah mencobanya lagi, bahkan Soyjoy yang saya miliki malah saya berikan kepada teman wanita saya. Dia memang warga negara Jepang yang notabene sangat menyukai produk Jepang, dia bilang enak sekali saat itu:) Aneh! Pikir saya kala itu, rasa begitu kok dibilang enak. Dia saat itu bilang bahwa mungkin saya yang belum terbiasa dengan pola makan sehat dan makanan sehat. Waduh… :)

sjmc.jpg

Akhirnya produk Soyjoy masuk ke Indonesia dan mulai diperkenalkan kepada calon konsumen. Saya pun masih enggan untuk mencobanya kembali. Karena saya masih terbayang rasanya yang kurang pas di mulut :) Sampai suatu saat di awal tahun 2008 ini saya penasaran sekali untuk mencobanya kembali. Saat itu saya di Bandung dan saya berputar-putar kota mencari Indomaret. Mengapa Indomaret? Karena saat itu bahkan mungkin sampai tulisan ini dibuat, Soyjoy belum menyebar merata di seluruh toko. Dan yang pertama kali diberikan kesempatan menjual Soyjoy adalah Indomaret.

sjrp.jpg

Setelah beli saya tidak langsung mengonsumsinya dan hanya saya simpan di atas meja makan. Sampai esok harinya saya baru mencoba Soyjoy yang merah yaitu rasa Hawthorn Berry. Entah mengapa, saat itu saya baru bisa merasakan enaknya rasa Soyjoy. Sejak itu pula saya semakin sering membeli Soyjoy, namun baru yang merah dan ungu saja yang saya coba. Selain rasanya enak menurut saya makanan ini sangat tepat untuk dijadikan makanan selingan atau saat telat makan.

Soyjoy juga mengandung Isoflavon, yaitu zat antioksidan yang terkandung di dalam kedelai. Sangat baik pula untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Sekedar informasi saja bahwa Soyjoy di Indonesia ada 4 rasa yaitu: Hawthorn Berry (merah), Apple (hijau), Mango Coconut (kuning), dan Raisin Peanut (ungu).

By: Budy Snake 

Sejak tulisan pertama tentang kamera saku yang saya beri judul “Kamera Saku Digital C740i Sebagai Back-Up SLR” saya rilis sampai sekarang saya belum membuat review nya, padahal sesuai dengan janji saya pada alinea terakhir adalah akan segera di tulis hasil uji cobanya. Kamera tersebut saya beli pada bulan Oktober 2007, tepatnya tanggal 27 malam.

Saya teringat untuk membuat tulisan ini saya buat karena terinspirasi teman saya yang kemarin sore baru saja membeli kamera saku merek Nikon dengan tipe L14. Setelah kamera dibuka dan dicek segala kelengkapannya kami berdua mulai mencoba-coba dan membandingkan hasilnya. Sesuai dengan judul di atas, kamera saku saya adalah BenQ C740i.

Kurang lebih 2 jam teman saya mencoba-coba berbagai feature pada Nikon L14 miliknya. Sesekali kami pun membandingkan diantara keduanya karena memang bisa dibilang kamera tersebut berada satu kelas, yaitu: sama-sama memiliki resolution 7M pixel.

Saya tidak akan membandingkan kedua jenis kamera tersebut di sini karena kali ini saya hanya akan menulis tentang kamera saku BenQ DC740i yang saya miliki sesuai dengan judul di atas dan sesuai dengan janji saya pada artikel sebelumnya. Dan saya pun tidak akan menuliskan tentang spesifikasi dari kamera saku ini. Spesifikasi BenQ DC740i anda dapat lihat di sini.

Saya beli kamera ini karena saya merasa perlu kamera untuk back-up kamera SLR saya. Untuk itu saya memiliki kriteria tersendiri yaitu kamera yang akan saya pilih harus simpel, multiguna, dan canggih. BenQ DC740i menurut saya sudah dapat memenuhi ketiga kriteria utama tersebut.
Simpel, karena memang modelnya sangat sederhana, ukuran kecil, dan mudah dibawa-bawa ketika saya tidak memungkinkan bawa SLR. Paling tidak saya selalu siap untuk mengabadikan segala momen yang sekiranya menarik.
Multiguna, karena di dalam kamera BenQ DC 740i yang saya miliki ini memiliki 15 menu pilihan, yaitu: Auto, Movie, Shake-Free, Landscape, Backlight, Night Scene, Snow, Fireworks, Building, Hi ISO Portrait, Food, Text, Kids, Sunset, Voice Recorder. Diantara 15 belas menu tadi yang menurut saya sangat penting hanyalah 3, dan akan saya jelaskan di bawah ini:

  • Auto (P-A-S-M) Program – Aperture Priority – Speed Priority – Manual. Untuk menu ini adalah yang paling menarik untuk saya. Karena bisa dikatakan hanya BenQ yang menawarkan feature ini pada kamera saku di kelas 7Mp dan dengan harga yang relatif murah.
  • Movie. Menu ini memungkinkan saya untuk merekam gambar (30 frame per second) bergerak beserta suara. BenQ memberikan 4 pilihan kualitas gambar, saya tinggal pilih sesuai kebutuhan saya. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada konsumsi memori SD yang saya miliki.
  • Voice Recorder. Melalui menu ini memungkinkan untuk saya merekam segala macam percakapan yang memang perlu direkam untuk dokumentasi. Terkadang saya pun menggunakannya sebagai media rekam ketika saya sedang berlatih berbicara di depan umum. Dengan begitu saya bisa mendengar ulang apa yang telah saya katakan dan saya bisa mengoreksi apabila saya ada penggunaan kata, intonasi, dan artikulasi yang kurang tepat.

Tentunya masih banyak kegunaan dari ketiga menu di atas, dan itu tergantung kepada setiap orang. Buat saya pribadi ketiga hal tersebut sudah baik dan cukup untuk penggunaan saya selama ini. Untuk kualitas gambar pun sudah baik, hal ini didukung oleh lensa produksi Pentax dengan focal length 6,2mm – 18,8mm (pada film 35mm, ekuivalen dengan 37,5mm – 112,5 mm) sudah cukup OK kan? Walaupun ada zoom digital, tetapi saya tidak pernah menggunakannya.

Baterai tidak menggunakan rechargeable battery, namun menggunakan jenis AA, yang menurut saya sangat tepat sekali apabila dibuat sebagai back-up kamera. Sehingga pada saat darurat, saya bisa dengan mudah mendapatkannya. Kecuali warungnya kehabisan stok baterai yah :) Untuk itu saya sangat menyarankan untuk tetap membawa baterai cadangan kemanapun pergi, bila perlu membawa baterai cadangan lebih. Karena harga baterai cadangan tidak sebanding dengan hilangnya momen yang terlewat, bukankah demikian?

Untuk menu Anti Shake itu bukanlah teknologi tinggi seperti VR (image stabilization) yang biasa terdapat pada kamera atau lensa berteknologi tinggi. Anti Shake yang dijanjikan sebenarnya hanya main-main saja kalau menurut saya. Namun apakah hasilnya benar-benar tidak blur? Jawabnya betul, karena sebenarnya yang terjadi adalah saat dipilih menu Anti Shake, secara otomatis ISO di set pada angka tertinggi (1000). Jelas saja akan mengurangi blur (bahkan freeze) karena apabila ISO di set pada angka tinggi maka otomatis kecepatan rana pun akan meningkat pada kondisi cahaya yang normal tentunya.

Untuk konsumsi baterai, sampai saat ini saya tidak pernah mengukur secara benar, tetapi menurut saya selama ini termasuk hemat dan wajar walau pemakaian saya terkadang menggunakan lampu kilat. Selama ini saya menggunakan baterai AA type 2000 mAh merek Eneloop (baterai kualitas terbaik produksi SANYO Electric Co., Ltd di Jepang). Saya sangat puas dengan kemampuan baterai ini, tetapi di suhu normal loh ya :) Kalau di suhu dingin saya belum pernah coba soalnya, hehe. Tapi yang jelas, baterai apapun itu kalu di suhu yang sangat dingin sudah pasti akan turun drastis kemampuannya walaupun anda sudah charge penuh.

Sejauh ini saya merekomendasikan kamera saku BenQ DC 740i kepada yang berminat membeli kamera saku yang bagus dengan dana yang tidak banyak.
Sampai di sini dahulu review saya kali ini, nanti kalau ada tambahan saya akan update tentunya.

By: Budy Snake

Hari Valentine jatuh tepat pada hari ini tanggal 14 Februari 2008. Banyak orang terutama yang sudah memiliki pasangan akan sibuk menyiapkan acara untuk merayakan hari kasih sayang ini.

Menurut saya ini ironis sekali, hari kasih sayang kok hanya satu hari saja dalam satu tahun. Bagaimana dengan hari-hari lainnya 364 hari lainnya? Masih menurut saya, everyday is a Valentine, seharusnya namanya kasih sayang ya harus tiap hari, artinya kita harus selalu menebar kasih kepada semua orang. Ada yang beranggapan bahwa bukan berarti hari yang lain tidak ada kasih sayang, tetapi valentine day adalah hari yang spesial.

Menurut saya lagi, hari kasih sayang tidak mutlak harus dirayakan dan tidak perlu dibuat spesial, karena setiap hari pun spesial. Setiap hari selalu berbeda, kita akan melihat sesuatu yang berbeda dan memiliki cerita tersendiri. Oleh karenanya setiap hari itu adalah spesial. Selain itu, setiap hari kita bisa menebar kasih sayang dengan siapapun bukan hanya dengan kekasih, istri, atau suami kita.

Ya memang wajar saja apabila ada yang ingin mengikuti budaya yang sudah ada ini. Namun dalam hal ini saya hanya ingin berpendapat bahwa seringkali orang memandangnya salah kaprah dan begitu mengagungkan hari valentine yang notabene itu pun budaya asing dan konyolnya lagi banyak orang yang tidak paham sejarahnya tapi ikut-ikutan dan mendadak romantis, hehe. (Jadi ingat salah satu film Indonesia yang bertema komedi romantis, Otomatis Romantis)

Mengapa ingin mencurahkan kasih sayang harus menunggu momen yang katanya spesial yaitu hari valentine?
Bukankah spesial atau tidaknya sesuatu adalah bagaimana kita dalam menyikapi suatu hal?

Buatlah setiap hari spesial dan selalu bersyukur atas segala yang didapatkan. Maka harimu akan selalu menyenangkan dan kasih sayang antar umat manusia akan terjalin dengan indah.

By: Budy Snake

Social Observer

Malam ini saya sulit tidur lagi karena mungkin siklus masih terbalik karena sakit beberapa hari belakangan ini. Hari sudah berganti, sekarang sudah tanggal 14 Februari 2008, Valentine Day (hari kasih sayang, katanya). Setelah menggoreng telur mata sapi dan membuat nasi pake rice cooker milik teman, saya pun makan dengan lahapnya (biar cepat pulih, hehe)

Tepat pukul 02.00 dini hari tadi saya mencoba meminum 2 tablet pil Lelap produksi PT. Soho Industri Pharmasi, dengan harapan paling tidak satu jam setelahnya saya bisa memejamkan mata dan tidur lelap dengan kualitas tinggi. Namun hasilnya sangat berbeda, setelah mencoba satu jam saya tidak berhasil tidur, akhirnya saya menulis blog ini. Sampai tulisan ini dibuat pukul 05:35 saya masih belum tidur dan menulis lagi:)

Saya kira semua ini karena pengaruh antibiotik yang saya minum sehingga mengganggu tidur. Walaupun saya seringkali tidur larut malam tapi kali ini ada sedikit berbeda. Semoga cepat pulih kembali dan normal lagi.

By: Budy Snake

Dalam dunia kedokteran dikenal ada dua jenis obat secara umum. Dua kategori ini adalah obat kausatif dan obat simtomatis. Berdasar dari buku yang pernah saya baca dan hasil diskusi dengan rekan saya seorang dokter, maka saya akan coba berbagi untuk anda.

Obat kausatif adalah obat yang berfungsi untuk membasmi penyakit dari akarnya. Obat jenis ini mempunyai kemampuan untuk menghilangkan penyakitnya, bukan gejalanya. Salah satu contoh obat kausatif adalah obat jenis antibiotik. Obat jenis antibiotik sudah populer di kalangan kedokteran untuk membasmi bakteri yang menyerang tubuh kita. Ada beragam jenis antibiotik mulai dari kelas rendah sampai kelas tinggi yang harganya pun tinggi.

Obat simtomatis adalah obat yang berfungsi untuk menghilangkan gejala dari suatu penyakit. Yang disebut gejala adalah pusing, mual, mulas, lemas, dan lainnya. Jadi sering salah kaprah pandangan di masyarakat bahwa hal-hal tersebut di atas disebut sebagai suatu penyakit, padahal yang benar adalah gejala dari suatu penyakit.

Nah, untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menyerang diperlukan tenaga medis seperti dokter untuk mendiagnosis jenis penyakit berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Contoh obat yang tergolong simtomatis adalah anti piretik (untuk menurunkan suhu tubuh) atau analgesik (penahan rasa sakit). Misalnya untuk gangguan di tenggorokan ada obat simtomatis yang sudah populer seperti F.G. Troches dan Lemocin. Untuk jenis obat tersebut hanya efektif apabila gejala radang belum parah. Kalau sudah terlanjur terserang, saya sarankan tidak perlu mengonsumsi obat jenis simtomatis tersebut, cukup antibiotik. Contoh obat simtomatis lainnya adalah obat pereda sakit kepala, anti diare, dan pereda sakit pada saat haid.

Apabila kita berkunjung ke dokter maka kita akan diberi resep dokter yang tertuliskan jenis obat yang harus dibeli di apotek. Nah, dokter biasanya akan memberikan kedua jenis obat di atas, yaitu obat kausatif dan obat simptomatis.

Seperti contoh pada kasus saya sendiri yang telah saya tulis di artikel sebelumnya tentang Radang Tenggorokan, saya hanya mengonsumsi obat kausatif saja yaitu antibiotik. Karena pada saat radang sudah parah, mengonsumsi obat simtomatis biasanya tidak terlalu berarti bagi saya. Jadi lebih baik bersabar dan banyak istirahat agar antibiotik bisa bekerja efektif sehingga kondisi badan akan segera segar kembali.

Demikian cerita saya seputar jenis obat yang ada, semoga dapat membantu dan berguna bagi yang membutuhkan.

By: Budy Snake

Cuaca di Jakarta belakangan ini tidak menentu, terkadang panas sebentar, lalu mendung, kadang hujan tiba-tiba disertai angin kencang. Udara lembap dan banyak kuman penyakit yang mungkin menjadi penyebab kondisi badan saya agak menurun di minggu terakhir ini. Sampai pada akhirnya minggu lalu ketika saya berada di Bandung, tepatnya tanggal 7 Februari (Imlek) saya mulai terserang radang tenggorokan.

Kala itu saya sengaja tidak minum antibiotik karena saya berusaha untuk melawannya dengan kekebalan tubuh alami. Siang itu saya mampir di Platinum Restaurant di CiWalk (Cihampelas Walk) untuk menyantap seporsi kangkung daging sapi, seporsi siomay dan es lemon tea. Dengan harapan dengan asupan makanan yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh, namun makin malam makin memburuk. Bahkan dalam perjalanan pulang ke Jakarta di tengah malam suara saya mulai menghilang.

Esok harinya tanggal 8 Februari saya pun tetap bersikeras tidak minum antibiotik. Saya hanya konsumsi vitamin C 500mg dan sebutir multivitamin. Saya hanya berusaha untuk makan teratur dan banyak istirahat di kamar walaupun tidak tidur. Pola tidur pun menjadi makin ngaco, sampai akhirnya kondisi tenggorokan makin parah, saya katakan parah karena buat menelan makanan yang sudah dikunyah halus pun sakit sekali.

Akhirnya saya harus mengakui bahwa kekebalan tubuh alami saya kali ini belum bisa melawan bakteri yang sudah menyerang tenggorokan saya. Tanggal 9 Februari sore ketika bangun tidur akhirnya saya putuskan untuk meminum antibiotik. Karena kondisi badan yang lemas maka saya meminta tolong rekan saya Bapak Manus Latjuba (beliau adalah paman dari artis Sophia Latjuba) untuk membeli obat di Apotek Tomang Raya.
Obat yang saya beli adalah antibiotik dengan merek dagang Akilen yang mengandung Ofloxacin 400mg. Ibu saya yang merekomendasikan obat tersebut, beliau bilang antibiotik ini mantap sekali tetapi mahal. Ternyata memang benar bahwa obat ini sangat mahal untuk ukuran antibiotik yang pernah saya konsumsi seperti Amoxan atau Cefat. Setelah saya cari informasi di internet melalu Mr. Google, saya dapat informasi mengenai dosis penggunaannya yaitu 2 kali sehari atau 400mg setiap 12 jam.

Setelah saya konsumsi tiga kali, saya langsung merasakan perubahan yang berarti, suara pun kembali normal. Hanya saja saya merasa badan saya masih lemas dan tidak bergairah. Nafsu makan pun berkurang dan ada timbul rasa mual. Saya tahu bahwa hal ini adalah efek samping yang menyebalkan dari Akilen ini, dan sangat membuat tidak nyaman. Sampai hari ini saya masih konsumsi Akilen ini walau sudah mereda radangnya (antibiotika adalah jenis obat yang harus dihabiskan, agar tuntas dalam pembasmi bakterinya)

Demikian cerita saya seputar radang tenggorokan dan jenis antibiotik yang baru saja coba namun memiliki efek samping pada saya yaitu mual dan sulit tidur.

Jagalah kesehatan anda terutama di bulan ini karena cuaca yang tidak menentu membuat rawan penyakit. Apabila kondisi badan kita lemah maka kuman penyakit akan dengan mudah menyerang.

By: Budy Snake

Setelah sekian lama tidak bermain biliar di Jakarta. Malam tadi saya bermain biliar bersama Tedy dan dua orang teman wanita saya di Roxy Pool Hauz, Roxy Square – Jakarta Barat. Tujuan saya bermain malam adalah menemani Tedy dan juga mengajarkan kepada salah satu teman wanita saya tersebut bermain biliar.

Saya mengajari salah satu teman wanita saya bermain biliar mulai dari posisi tangan kiri, posisi berdiri, cara memegang stik dan ayunan lengan. Memang tidak mudah mengajari orang bermain biliar yang sejak awal memang belum bisa sama sekali walau sudah pernah memegang stiknya.

Kita bermain hanya 2 jam dan diakhir waktu permainan saya bermain bersama Tedy. Kita bermain dua permainan bola delapan dan sisanya bola sembilan sampai waktu habis. Karena kita ambil paket 2 jam (plus bonus 4 minuman), harga paket Rp. 50.000,00

By: Budy Snake