//
you're reading...
Curah Pikiran, Kesehatan

Perbedaan Obat Simtomatis dan Obat Kausatif

Dalam dunia kedokteran dikenal ada dua jenis obat secara umum. Dua kategori ini adalah obat kausatif dan obat simtomatis. Berdasar dari buku yang pernah saya baca dan hasil diskusi dengan rekan saya seorang dokter, maka saya akan coba berbagi untuk anda.

Obat kausatif adalah obat yang berfungsi untuk membasmi penyakit dari akarnya. Obat jenis ini mempunyai kemampuan untuk menghilangkan penyakitnya, bukan gejalanya. Salah satu contoh obat kausatif adalah obat jenis antibiotik. Obat jenis antibiotik sudah populer di kalangan kedokteran untuk membasmi bakteri yang menyerang tubuh kita. Ada beragam jenis antibiotik mulai dari kelas rendah sampai kelas tinggi yang harganya pun tinggi.

Obat simtomatis adalah obat yang berfungsi untuk menghilangkan gejala dari suatu penyakit. Yang disebut gejala adalah pusing, mual, mulas, lemas, dan lainnya. Jadi sering salah kaprah pandangan di masyarakat bahwa hal-hal tersebut di atas disebut sebagai suatu penyakit, padahal yang benar adalah gejala dari suatu penyakit.

Nah, untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menyerang diperlukan tenaga medis seperti dokter untuk mendiagnosis jenis penyakit berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Contoh obat yang tergolong simtomatis adalah anti piretik (untuk menurunkan suhu tubuh) atau analgesik (penahan rasa sakit). Misalnya untuk gangguan di tenggorokan ada obat simtomatis yang sudah populer seperti F.G. Troches dan Lemocin. Untuk jenis obat tersebut hanya efektif apabila gejala radang belum parah. Kalau sudah terlanjur terserang, saya sarankan tidak perlu mengonsumsi obat jenis simtomatis tersebut, cukup antibiotik. Contoh obat simtomatis lainnya adalah obat pereda sakit kepala, anti diare, dan pereda sakit pada saat haid.

Apabila kita berkunjung ke dokter maka kita akan diberi resep dokter yang tertuliskan jenis obat yang harus dibeli di apotek. Nah, dokter biasanya akan memberikan kedua jenis obat di atas, yaitu obat kausatif dan obat simptomatis.

Seperti contoh pada kasus saya sendiri yang telah saya tulis di artikel sebelumnya tentang Radang Tenggorokan, saya hanya mengonsumsi obat kausatif saja yaitu antibiotik. Karena pada saat radang sudah parah, mengonsumsi obat simtomatis biasanya tidak terlalu berarti bagi saya. Jadi lebih baik bersabar dan banyak istirahat agar antibiotik bisa bekerja efektif sehingga kondisi badan akan segera segar kembali.

Demikian cerita saya seputar jenis obat yang ada, semoga dapat membantu dan berguna bagi yang membutuhkan.

By: Budy Snake

About these ads

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

5 thoughts on “Perbedaan Obat Simtomatis dan Obat Kausatif

  1. “simtomatik” ?? bukannya “simptomatik”

    Posted by tedytirta | 14 February 2008, 7:19 am
  2. Kalau udah ada KBBI online kok tidak di lihat dulu sebelum komentar?
    Kan anda sendiri yang pernah juga kasih informasi adanya KBBI online, silakan dibaca dulu deh… Mana yang tepat “simptomatik” atau “simtomatik” ?

    RALAT:
    Terima kasih Bung Tedy atas koreksinya, saya ternyata saya yang salah ketik. Yang tepat (SBY style) adalah “simtomatis” dari kata dasar “simtom”

    Posted by mertanus | 14 February 2008, 1:51 pm
  3. kbbi online gak bisa nemuin kata simtomatik…adanya simtom aja…

    Posted by tedytirta | 14 February 2008, 4:42 pm
  4. mksh bngt pak,atas info nya…..

    Posted by wiliamel | 11 November 2011, 4:47 pm
  5. makasih banget pak atas info nya…….ngebantu saya memahami buku yang saya baca…..hehehehe

    Posted by Amalia Wiliani R | 11 November 2011, 4:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: