
Ini Jam tangan C. Comberti pemberian rekan saya dari Jerman. Jam tangan ini tampil dengan tali kulit warna hitam dengan desain yang simpel dan warna bodi kuning emas.
So nice, right?

Ini Jam tangan C. Comberti pemberian rekan saya dari Jerman. Jam tangan ini tampil dengan tali kulit warna hitam dengan desain yang simpel dan warna bodi kuning emas.
So nice, right?
Pagi ini saya bangun pk 05.00 karena ingin pergi ke Lapangan Monas. Masih mengantuk karena baru tidur selama dua jam. Namun saya sudah komitmen pada diri sendiri unyuk melakukan lari pagi keliling lapangan Monas pagi ini. Setelah melakukan persiapan sebentar sambil mengumpulkan “roh” yang masih berkeliaran di luar tubuh, saya pun minum sedikit air putih. Sesaat kemudian saya berangkat berdua bersama rekan saya Bapak Manus Latjuba (beliau adalah paman dari artis Sophia Latjuba) yang membawa motor besarnya menuju Lapangan Monas.
Ini merupakan kali kedua saya mengunjungi Lapangan Monas. Yang pertama adalah saat libur Lebaran tahun lalu dan hanya mengambil beberapa foto. Ya, mencoba seolah-olah menjadi turis yang sedang mengunjungi Monumen Nasional / Monas
Saya pun tak lupa membawa serta kamera saku BenQ yang selalu setia mendampingin saya di setiap saat. Setelah mengambil beberapa foto saya pun berlari mengelilingi lapangan Monas dengan melawan arus orang-orang yang berlari. Saya pun heran mengapa hampir 90% orang yang berlari mengelilingi lapangan memilih arah berputar ke arah kanan. Sedangkan saya sudah terbiasa untuk mengelilingi lapangan ke arah kiri. Maka tadai pagi pun saya tetap konsisten dengan pendirian saya walaupun dengan konsekuensi melawan arus. Tidak masalah, malah bisa sambil cuci mata di pagi hari, karena berlawanan arah kita lebih mudah melihat pelari lain
Saya melihat antusiasme orang untuk olah raga pagi sangat besar, ramai orang membawa serta keluarganya, walaupun ada beberapa yang hanya berjalan-jalan saja. Biarpun hanya berjalan-jalan menurut saya tetap bagus untuk kesehatan dan paling tidak mereka sudah mencoba menghirup udara bersih di pagi hari.
Saya tidak tahu apakah di hari biasa (selain Minggu) juga ramai atau tidak? Tapi saya pikir tidak akan bisa seramai hari Minggu karena di hari biasa tidak ada waktu yang cukup untuk berolahraga bagi sebagian besar orang yang bekerja di kantoran.
Agak sakit juga pada betis saya karena sudah lama tidak lari konstan. Namun saya paksakan walaupun tidak bisa terlalu lama. Setelah selesai saya pun melanjutkan dengan berjalan kaki saja sambil melakukan pendinginan dan mengambil beberapa foto lagi. Saya mencoba mengambil beberapa foto dengan pendekatan human interest.
Tidak lama kami pun meninggalkan Lapangan Monas menuju tempat parkir. Dalam perjalanan menuju tempat parkir saya melihat penjual “cenil”makanan khas dari Jawa Tengah (sayang saya tidak mengambil fotonya, karena sudah keburu lapar) Disajikan dengan parutan kelapa dan gula pasir, dijual per porsi Rp 2000,00 saya hanya memilih yang warna merah dan putih saja.
Setelah makan? Pulang deh… Sehat YES Narkoba NO !
By: Budy Snake