Monthly Archives: May 2008

Belum juga selesai berita tentang Joko Suprapto dengan temuan “Blue Energy” nya yang menghebohkan dan misterius. Kemarin siang ada berita baru yang menghebohkan lagi yaitu kisah tentang Achmad Zaini Suparta. Pria asal Tasikmalaya yang mengaku mendapatkan warisan puluhan miliar rupiah dari orang tuanya.

Kemarin siang dia bersama timnya mengadakan pertemuan di Vila Istana Bunga dengan para pengusaha. Dia menawarkan akan memberikan pinjaman lunak kepada para pengusaha di Indonesia. Pria tersebut mengklaim memiliki kekayaan 20 kali lipat dari APBN Indonesia.

Kisah keduanya terlihat sangat misterius dan menghebohkan. Namun menurut saya tidak masuk akal berita-berita tersebut.

Ada beberapa fenomena penipuan yang belakangan ini sering terjadi. Motif dibalik itu adalah mendapatkan uang secara ilegal dengan menipu dengan iming-iming menggiurkan. Atau ada pula yang menipu hanya untuk mencari sensasi dan tujuan akhir menjadi terkenal.

Yang saya sayangkan adalah sebagian besar masyarakat kita masih mudah tertipu dan tidak mau berpikir secara rasional.

Ada apa di balik semua ini?
Sebodoh itukah mereka-mereka yang mempercayai hal tersebut?
Apakah hanya pengalihan perhatian masyarakat akan kenaikan BBM di Indonesia?

By: Budy Snake
Social Observer

Akhirnya pemerintah per tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 wib menaikkan harga BBM seperti minyak tanah, premium, dan solar. Hal tersebut menurut saya sudah dipertimbangkan secara masak oleh pemerintah. Karena seperti diketahui bahwa harga minyak dunia belakangan meningkat tajam. Bahkan terakhir saya mengetahui bahwa harga telah mencapai 135 US$ per barel (l.k. 159 liter).

Dua hari lalu saya membeli bensin di Shell. Ternyata seperti yang telah saya duga sebelumnya harga Shell Extra sudah menginjak Rp 9.999,00 yah bisa dikatakan Rp.10.000,00 kan… Luar biasa! Hal ini tidak mengherankan karena Shell selalu berkiblat pada harga minyak dunia. Apabila harga naik maka Shell pun akan menaikan harganya. Hal ini juga berlaku apabila harga minyak dunia turun, maka harga bensin di Shell akan turun.

Banyak orang yang tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM ini. Memang keadaan perekonomian Indonesia masih jauh dari kata stabil. Masih banyak masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan harga BBM yang belum naik saja masyarakat kita masih kalang kabut menyikapi harga sembako yang harganya melonjak belakangan ini.

Kalangan mahasiswa juga sangat aktif dalam menyikapi keputusan pemerintah ini. Namun yang sangat saya sayangkan adalah cara mahasiswa menyikapi yang tidak elegan. Mereka seringkali melakukan demo yang cenderung mengganggu kepentingan umum. Kegiatan mereka yang seringkali terjadi adalah membakar ban di tengah jalan, berdemo malam hari, melawan petugas, dan bahkan menyerang petugas. Dari kegiatan anarkis tersebut biasanya akan diakhiri dengan bentrok dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini petugas dari kepolisian.

Seperti yang beberapa hari lalu terjadi di kampus Unas, demo yang berakhir ricuh dan mengakibatkan beberapa korban dari mahasiswa akibat penyerangan balik dari pihak kepolisian. Belakangan saya membaca berita bahwa polisi melanggar HAM dan lain-lain. Menurut saya hal itu wajar saja terjadi. Karena polisi pun manusia biasa yang memiliki perasaan, harga diri, dan batas kesabaran. Mereka bukanlah robot yang hanya bekerja berdasar perintah dan kontrol dari pemilik. Ya wajar saja kalau mereka marah apabila diserang, dilempar batu, dsb.

Memang dalam kasus Unas saya melihat dari sisi polisi pun salah. Mereka menyerang balik dan cenderung berlebihan bahkan sampai merusak sebagian ruangan di area kampus. Tapi terlepas dari itu kita harus melihat masalah ini secara objektif dan realistis. Siapa yang memulai terlebih dahulu? Andaikan mahasiswa berdemo dengan tertib saya yakin hal tersebut tidak terjadi.

Belum lagi ada lebih 20 mahasiswa yang positif menggunakan Narkoba saat demo berlangsung. Lalu ada penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Unas terhadap petugas Polantas yang sedang bertugas. Nah hal-hal ini yang bisa saya katakan sebagai tindakan “memancing” reaksi dari Kepolisian.

Menurut saya gunakanlah asas “tepo seliro” atau tepa selira. Kalau anda tidak mau dipukul ya janganlah anda memukul. Jadi buat mahasiswa atau siapa pun juga yang mau berdemo ya silakan saja karena negara demokrasi, tapi ya itu tadi harus TERTIB. Sampaikan pendapat, aspirasi, dan komplain secara terhormat.

Oh ya, ada satu hal lagi yaitu: Demo mau model seperti apapun tidak akan membatalkan kenaikan harga BBM.

By: Budy Snake
Social Observer

Jumat kemarin saya mencoba makan nasi goreng ikan teri di Eaton. Selain itu saya pun memesan Siomay seporsi plus orange juice. Rasa yang ditawarkan cukup lumayan, hanya saja buat saya terinya terasa kurang. Kebiasaan di rumah kalau goreng teri sampe banyak sekali. :)

Sebenarnya niat saya mampir Eaton untuk membeli roti gandumnya. Karena Eaton di Mal Taman Anggrek saat ini digabung di lantai dua antara restoran dan gerai rotinya, maka saya sekalian pesan makan juga.

Roti gandum di Eaton rasanya OK dan mantap untuk makanan selingan ataupun sarapan pagi. Sealain itu roti lainnya juga mantap seperti roti tawarnya yang lembut dan enak.

Kalau yang belum pernah mencoba makan di restoran Eaton boleh coba, tidak hanya rotinya yang OK tapi makanan lainnya juga OK.

By: Budy Snake

Saya merupakan pengguna operator seluler Mentari yang merupakan produk dari Indosat. Sudah sejak tahun 2000 saya menggunakan nomor tersebut. Nomor tersebut merupakan nomor Bandung yaitu 0816609XXX. Saya membeli ketika saya masih duduk di bangku SMU di Bandung.

Sebenarnya sejak tahun 2004 Mentari sudah mulai menunjukan hal-hal yang menyebalkan. Mulai dari sulit telepon, SMS tertahan / terlambat, suara patah-patah walaupun sinyal penuh, sampai terkadang sulit melakukan panggilan.

Namun ada pula yang membuat saya mempertahankan hingga kini, yaitu: sudah banyak orang yang tahu nomor tersebut sehinga saya tidak ingin menyulitkan mereka menghubungi saya lalu ada hal lain yaitu nomor tersebut merupakan nomor 10 digit yang mudah dihafal.

Kali ini saya menulis tentang Mentari karena saya merasakan sudah 2 bulan ini pelayanannya makin memburuk. Yang paling sering adalah tidak sampainya SMS saya kepada orang lain baik lain operator maupun sesama Indosat. Lalu yang belakangan sering sekali terjadi yaitu suara lawan bicara yang menggema atau bahkan seperti suara robot. Hal itu sangat menyulitkan saya berkomunikasi dan menggangu sekali.

Saya bukan termasuk orang yang gila promosi atau tarif hemat, walaupun itu perlu. Namun yang paling penting bagi saya adalah kualitas. Bagaimana pun murahnya tarif tanpa diseimbangkan dengan kualitas sama juga NOL besar.

Adakah para pembaca yang menggunakan Mentari dan mengalami hal yang sama dengan saya?

By: Budy Snake
Social Observer

Sudah tiga minggu ini saya kecanduan lagu Raja Jatuh Cinta yang dinyanyikan oleh Numata. Sampai-sampai saya cari lagunya via google dan mengunduhnya. Tidak lupa saya pun menaruhnya di memory card telepon seluler saya. Perjalanan kemarin ini dengan kereta pun ditemani lagu-lagu favorit saya. Selain lagu Raja Jatuh Cinta juga ada lagu Kroncong Protol, Kokoro No Tomo, Seperti Yang Dulu, dll. Namun lagu yang paling sering diulang-ulang adalah lagu Raja Jatuh Cinta. Entah mengapa saya suka dengan irama dan liriknya. Liriknya tertulis di bawah ini:

Raja Jatuh Cinta

ku tak bisa berhenti
untuk mencarimu
walau kini yang ada
kamu tak mau

ku tak bisa berhenti
untuk mencintaimu
jangan tanyakan mengapa
karna ku tak tahu

reff:
seribu wanita menggoda
hanya kamu yang jadi ratu hatiku
seribu kali kau hancurkan
masih ada banyak waktu memaksamu

huuu, huuuu, raja sedang jatuh cinta kepadamu
huuu, huuuu, raja sedang jatuh cinta kepadamu

ku tak bisa berhenti
untuk memujamu
dan aku takkan menyerah
oh hanya kamu

ku tak bisa berhenti
untuk mengagumi
jangan sia-siakan aku
ku ingin kamu
(repeat reff)

Itulah lagu yang belakangan ini sering saya dengarkan. Saking seringnya sampai-sampai vokalisnya serak, hehe…

By: Budy Snake

Pagi ini saya berangkat dari Stasiun Cirebon menuju Jakarta menggunakan jasa kereta api. Perjalanan lancar dan cuaca sepanjang jalan juga cerah. Pendingin udara di gerbong berfungsi sangat baik bahkan cenderung terlalu dingin. Kali ini saya duduk sendiri lagi karena memang tidak ada mengisi kursi sebelah saya, judulnya saya hoki. Ya hoki karena bayar satu tiket tapi dapat dua kursi sehingga saya bisa lebih leluasa. Semua berjalan dengan baik.

Namun ada satu hal yang sangat disayangkan, yaitu terlambat tiba. Kareta baru tiba di Stasiun Gambir tepat pukul 09.20 wib. Kereta Cirebon Express yang saya tumpangi terlambat 10 menit. Seringkali memang terlambat walau di tiket tertulis tiba pukul 09.10. Saya tidak mengerti, mengapa tidak dicetak saja tiba pukul 09.25 agar PT. KAI tidak terkesan menipu penumpang karena tidak hampir tidak pernah tepat waktu.

Semoga tulisan curhat saya ini juga bisa mewakili para penumpang kerata api lainnya. Dan yang terpenting dapat dibaca oleh pihat PT. Kereta Api Indonesia.

By: Budy Snake
Social Observer

Kemarin malam saya mencoba sate kambing batibul Bang Awi di Kelapa Gading. Bagi yang belum pernah dengar batibul, saya jelaskan bahwa batibul adalah singkatan dari bawah tiga bulan. Artinya daging yang dibakar adalah daging kambing yang usianya dibawah tiga bulan. Sejauh mana kebenarannya saya pun tidak tahu pasti. Namun yang pasti adalah daging kambingnya empuk sekali.

Kemarin adalah saat pertama kali saya mencoba makan sate kambing di Bang Awi. Tidak perlu menunggu terlalu lama sate telah dihidangkan. Rasanya mantap sekali, empuk, dan aroma kambing sangat terasa. Sate kambing muda bisa dikatakan sebagai sate khas Tegal. Karena memang sebagaian besar sate kambing dari Tegal selalu menggunakan kambing usia muda yaitu bawah lima bulan (balibul) atau bahkan ada yang mengklaim batibul seperti Bang Awi ini. Namun saya tidak menanyakan apakah Bang Awi ini dari Tegal atau bukan. :)

Bagi pencinta makanan sate kambing seperti saya silakan coba, saya rekomendasikan.
Alamatnya:
Jl. Boulevar Raya Blok QJ 7 No 20 Kelapa Gading – JAKARTA UTARA.

Selamat mencoba dan selamat makan-makan…

By: Budy Snake


Malam kemarin saya bersama rekan ada keperluan untuk membeli pesawat telepon di Pana Center – Mal Ciputra. Setelah urusan selesai kami pun segera mencari makanan karena larat alias lapar berat. Sesaat kami berkeliling akhirnya saya melihat ada gerai Chiken Story. Saya teringat pada iklan ayam bakar Chicken Story di Radio Gen FM yang cukup gencar. Akhirnya kami putuskan untuk mempir ke gerainya.

Saya memesan paket combo yang berisi nasi + ayam bakar dada + dan es lemon tea. Harga Rp 22.000,00 menurut saya cukup pantas dibandingkan dengan rasa yang ditawarkan. Untuk penggemar ayam bakar yah bolehlah dicoba untuk variasi. Menurut saya Chicken Story patut diperhitungkan sebagai pengganti makanan junk food. Yah paling tidak untuk variasi, dari pada tiap-tiap ke mal makan junk food.

Hebatnya lagi Chicken Story juga menyediakan layanan antar tanpa ada batas minimum order. Hampir sama seperti Mc Donald yang juga tanpa membatasi order. Apakah dikenakan biaya kirim? Ya donk pastinya, yaitu Rp 7500,00 Boleh nih sesekali dicoba kalau lagi malas keluar beli makanan.

Kalau mau coba boleh juga…

By: Budy Snake

Kamis malam lalu saya diajak makan bersama dua rekan saya di Ny. Nita – Jalan Juanda, Jakarta. Ajakan kali ini terasa sangat pas, mengingat saat itu saya sedang lapar berat. Tentunya ajakan tersebut saya langsung terima. Ini merupakan kali ketiga saya makan di cabang Juanda.

Untuk rasa dari ayam prestonya saya sudah pernah ulas di sini. Jadi tidak perlu saya tulis lagi. Yang jelas tempat makan ini saya rekomendasikan untuk pencinta ayam goreng yang ingin mencoba versi tulang lunaknya. Untuk bandeng presto rasanya sih biasa saja kalau menurut saya. Karena saya selalu membandingkan bandeng presto dengan merek PRESTO dari kota Semarang.

Kunjungan saya kali ini saya pun tidak lupa untuk membeli kue nastar isi selai nanas dan lidah kucing. Kedua jenis tersebut dijual juga di Ayam Presto Ny. Nita. Rasanya sangat mantap dan sangat saya rekomendasikan untuk orang yang pencinta cemilan nastar atau lidah kucing.

Selamat mencoba nastar dan cat tongue alias lidah kucing :)

By: Budy Snake

Rabu malam saya berkunjung ke Pacific Place menggunakan sepeda motor bersama rekan saya. Sesampainya disana saya pun bingung mencari pintu masuk parkir sepeda motor. Singkatnya saya pun bertanya pada satpam yang sedang bertugas di tepi gedung.

Saya      : “Pak tempat parkir motor dimana?”
Satpam  : “Di depan Pak, setelah auto mal, nah disitu ada lahan kosong buat parkir motor.”
Saya      : “Selain disitu Pak?” (sambil bingung)
Satpam  : “Di BEJ pak.”
Saya      : “Jadi di Pacific Place tidak ada tempat parkir motor Pak? (makin bingung)
Satpam  : “Iya Pak, tidak ada.” (sambil pasang muka tersenyum dan merasa tidak enak)

Aneh, mal besar sekelas Pacific Place kok tidak menyediakan tempat parkir yang layak untuk para pengguna sepeda motor. Memang betul ada lahan parkir, tetapi letaknya jauh dari gedung. Sangat merepotkan, sehingga saya memutuskan untuk memarkir sepeda motor di Auto Mal.

Apakah karena Pacific Place memang memposisikan sebagai mal kelas atas? Apakah hanya orang yang menggunakan mobil saja yang akan datang ke mal tersebut? Lalu bagaimana dengan orang-orang seperti saya yang menggunakan sepeda motor ingin berkunjung ke Pacific Place?

Menurut saya kurang tepat kalau mereka tidak sedikan lahan parkir yang memadai untuk pengguna sepeda motor. Kesannya kok diskriminasi yah…

By: Budy Snake
Social Observer