Monthly Archives: September 2008

Saya heran belakangan ini mulai beredar kabar yang menghebohkan yaitu susu buatan Cina mengandung Melamin. Belum itu selesai ada lagi berita yang menyatakan semua produk makanan yang berbahan dasar susu dari Cina berbahaya.

Mulai kemarin Badan POM mulai merazia pasar dari produk-produk yang disinyalir mengandung susu dari Cina.

Pertanyaan saya, kok baru sekarang? Kok barang itu bisa lolos? Apa sebenarnya fungsi Badan POM kalau sering terlambat dalam bertindak?

Setelah ada “korban” baru bertindak.

By: Budy Snake

Sudah 3 hari ini Jakarta begitu panas, tepatnya lebih panas dibandingkan biasanya. Entah mengapa, udara di luar ruang juga terasa agak lembap. Udaranya seperti kondisi tidak jadi hujan, tetapi panas sangat terik di siang hari.

 

Kondisi seperti ini merupakan tantangan yang agak lumayan buat orang yang berpuasa, khususnya yang banyak aktivitas di luar kantor. :) Kalau yang puasanya lebih banyak di dalam ruangan apalagi ada acara tidur siang dahulu sih bukan tantangan ya. (jangan merasa tersindir yah)

 

Saya sering melihat dari tahun ke tahun setiap bulan puasa efektivitas kerja menjadi berkurang, bangun siang, terlambat, tidur siang, pulang awal. Seharusnya tidak seperti ini kan?

 

Bagi yang menjalankan ibadah puasa, tetaplah semangat. Bagi yang berpuasa tetapi lebih banyak tidur cobalah untuk semangat agar tetap produktif.

 

By: Budy Snake

Selasa malam saya bersama rekan dari Singapura pergi ke Afterhour untuk sekedar minum dan ngobrol. Sesampainya di sana tidak terlalu ramai dan kita langsung memesan minum dan berbincang ringan.

Untuk saya hal ini agak terasa aneh karena pergi ke Afterhour tanpa bermain biliar. Di bawah sadar saya bila bicara Afterhour berarti biliar, namun kali ini hanya minum saja dan berbincang karena rekan saya tidak ingin biliar. :)

Lucu juga, saya hanya menonton orang-orang yang bermain biliar, hehe.

By: Budy Snake

Tadi malam saya bersama rekan dari Singapura makan malam bersama di Hotel Borobudur. Beliau sangat ingin makan sop buntut yang memang sangat terkenal, walaupun saya belum pernah mencoba. Aneh memang, saya yang tinggal di Jakarta belum pernah mencoba sop buntut tersebut sedangkan rekan saya yang warga negara Singapura sudah beberapa kali mencobanya :)

Saya belum pernah mencoba karena memang belum ada kesempatan. Mengapa kesempatan itu tidak pernah dibuat? Jawabannya sederhana, karena sop buntut tidak termasuk dalam daftar makanan favorit saya.

Malam kemarin singkat cerita saya akhirnya mencoba sop buntut goreng. Rasanya enak, yang menonjol adalah empuknya daging, sangat enak sekali mengunyahnya. Selain sop buntut saya juga memesan satu porsi gado-gado yang pada akhirnya saya tidak coba sama sekali karena kekenyangan. Selesai makan ditutup dengan minum bir Corona yang sudah lama sekali saya tidak minum.

Anda pencinta sop buntut? Silakan coba di Hotel Borobudur.


By: Budy Snake

Saya heran dengan kisah pesta minuman keras di Indramayu. Saya baca di detikcom hari ini menyebutkan sudah 8 orang tewas dan kemungkinan akan bertambah karena banyak sekali yang bergabung dalam pesta tersebut.

 

Mengapa saya heran? Yang saya herankan adalah kok ada yah orang yang “bodoh” sekali yaitu dengan mencampur minuman keras dengan lotion anti nyamuk?

 

Ya jelas saja akan terjadi penggumpalan darah, pengentalan darah, dan akhirnya mengakibatkan kematian. Lotion anti nyamuk kok diminum? Saking “bodoh”nya atau apa yah kira-kira?

 

By: Budy Snake

 

 

Semalam Jakarta diguyur hujan yang sangat deras, dating tiba-tiba dan besar. Tidak lama kemudian listrik di rumah saya padam. Ini sudah kedua kalinya, mungkin PLN mengantisipasi terjadinya petir atau banjir. Waktu menunjuk pukul 00.30 dini hari, saya pun memutuskan untuk makan roti bakar yang telah dibeli sebelumnya. Setelah itu saya bergegas tidur sebelum suhu kamar belum berubah menjadi panas karena AC mati.

Apakah listrik di tempat anda padam juga?

By: Budy Snake

Kira-kira dua bulan lalu rekan saya Erny memberikan 3 biji nastar berukuran jumbo. Selama ini saya sebagai pencinta nastar baru pernah lihat nastar nanas berukuran besar, ukurannya kira-kira 3 X ukuran nastar biasa. Rekan saya membeli nastar nanas tersebut dari Pontianak. Setelah saya coba ternyata rasanya…enaaak banget….bukan karena gretong alias gratis loh.:)

–Erny, terima kasih buat nastar jumbonya–

Nah, minggu lalu saya diberi lagi nastar jumbo oleh rekan saya tersebut, namun kali ini bukan dibeli dari Pontianak tetapai beli di Jakarta. Setelah saya coba ternyata rasanya enak juga, wah saya jadi ketagihan nih nastar jumbo itu. Sebenarnya yang membuat saya ketagihan itu bukan karena ukurannya, tetapi karena sudah dua kali saya mencoba nastar jumbo tersebut dari dua tempat berbeda keduanya memiliki rasa yang OK sekali.

Mengapa saya bilang OK sekali? Karena dari sisi bahan yang digunakan bias dipastikan menggunakan bahan yang berkualitas dan komposisi yang OK, setidaknya menggunakan banyak telur atau bahkan jumlah putih telurnya dikurangi. Lalu selai nanas yang digunakan itu saya jamin asli dan pas sekali rasanya.

Saya ingin tahu dimana pembuatnya, bukan toko yang jual, karena kalau toko yang jual itu harganya sudah mahal Rp 2.500,00 / biji. Kalau di pembuat biasanya bisa dapat harga per kilogram.
Ada yang tahu dimana pembuat nastar berukuran jumbo di Jakarta?

Catatan: tidak sempat difoto karena sudah terburu-buru untuk dimakan :)

By: Budy Snake

Malam kemarin saya bersama rekan saya Manus Latjuba pergi ke Pasar Kramat Jati. Tujuan saya jelas yaitu ingin sekali membeli kepiting dan rekan saya membeli ikan. Perjalanan menuju Kramat Jati malam kemarin tergolong lancer seperti biasa. Hanya saja saya mulai merasakan kepadatan yang luar biasa menjelang dekat dengan lokasi pasar. Akhirnya kami pun memutuskan untuk parkir dahulu agar tenang dalam berbelalanja.

Saya rasa ini adalah sesuatu yang di luar kebiasaan, lalu lintas sangat padat dan kacau. Keadaan sangat ramai baik di jalan maupun di dalam pasar sendiri, mungkin karena efek dari bulan puasa banyak yang berbelanja untuk sahur dan berbuka puasa esok harinya. Maklumlah kalau bulan puasa ini kan banyak yang lebih mengutamakan tentang makan sahur dan menu buka puasa. :)

Saya membeli kepiting 2 (dua) kg, harganya pun sudah naik karena memang ada keputusan MUI yang menyatakan kepiting adalah halal. Saya menduga hal ini yang mempengaruhi harga kepiting menjadi naik. :) Tidak lama setelah saya selesai membeli kepiting dan rekan saya membeli ikan kami pun bergegas mencari penjual cabe rawit. Setelah itu kami bergegas pulang karena perut saya yang sudah tidak tahan lagi, lapar berat.

Sesampainya di rumah waktu sudah menunjuk pukul 24.00 dan saya segera memasak 5 ekor kepiting untuk dimakan bersama rekan saya yang lain.


By: Budy Snake

Pagi tadi saya iseng mendengarkan radio di mobil. Saya coba cari-cari stasiun radio yang memutar lagu yang enak untuk didengar. Secara tidak sengaja saya menemukan salah satu stasiun radio yang memutar lagu The Corrs dengan judul What Can I Do. Saat itu juga pikiran saya seolah kembali ke 10 tahun silam.

What Can I Do

I haven’t slept at all in days

It’s been so long since we’ve talked

And I have been here many times

I just don’t know what I’m doing wrong



What can I do to make you love me

What can I do to make you care

What can I say to make you feel this

What can I do to get you there



There’s only so much I can take

And I just got to let it go

And who knows I might feel better

If I don’t try and I don’t hope



What can I do to make you love me

What can I do to make you care

What can I say to make you feel this

What can I do to get you there



No more waiting, No more aching

No more fighting, No more trying



Maybe there’s nothing more to say

And in a funny way I’m calm

Because the power is not mine

I’m just gonna let it fly



What can I do to make you love me

What can I do to make you care

What can I say to make you feel this

What can I do to get you there



Love me..

Saya langsung teringat masa-masa saya lulus SMP, masa ketika saya masih berkecimpung di dunia gelap, dimana saya mempelajari berbagai ilmu tenaga dalam bahkan sampai ke berbagai daerah di Jawa.

Saya pun teringat ketika masa kelas 1 SMU. Ada satu yang saya ingat jelas yaitu kenangan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saat itu saya mendapat nilai ulangan Bahasa Indonesia 5 (lima) dan ketika menyerahkan berkas ulangan kepada saya beliau sambil bernyanyi sedikit “what can I do……..” sambil tersenyum agak menyindir. Aduh, ada-ada saja…Tapi itu selalu teringat…

By: Budy Snake

Mentari yang saya maksud adalah salah satu produk dari operator GSM Indosat. Mentari merupakan kartu GSM prabayar yang sudah lama di Indonesia. Saya pun masih menggunakannya hingga saat ini. Nomornya hanya 10 digit jadi mudah diingat, saya membelinya tahun 2000. Sudah lebih kurang delapan tahun saya menggunakan nomor Mentari tersebut.

Namun belakangan ini di era persaingan para operator GSM yang makin ketat ini saya merasakan penurunan kualitas dari layanan Mentari ini. Keluhan yang paling sering saya alami adalah sulitnya melakukan panggilan atau suara putus-putus, menggema, atauh bahkan terdengar seperti robot walaupun petunjuk sinyal penuh. Memang petunjuk kekuatan sinyal itu tidak bisa menjadi patokan, tapi menurut saya pemakai Mentari yang terlalu banyak dalam waktu yang bersamaan yang membuat kualitas menurun. Indosat rupanya kurang memperhatikan faktor ini atau bahkan pura-pura tidak tahu. Saya pikir mereka terlalu sibuk “perang” harga sehingga kualitas layanan tidak diperhatikan dengan serius.

Tadi pagi saja saya ingin mengecek pulsa tidak pernah berhasil. Saya melakukan perintah dengan menekan: *555# namun yang didapat adalah jawaban “request not complete” yang artinya gagal. Sampai tulisan ini dibuat pun saya belum berhasil mengecek pulsa. Bisa dibayangkan kan, mengecek pulsa saja tidak bisa atau sering error.

Ada yang merasa kecewa juga dengan layanan Indosat Mentari?

Indosat, bagaimana ini?

By: Mertanus

Pelanggan setia Mentari yang sering dikecewakan.