logo-alfamart-smallSebenarnya topik ini sudah sering dibahas di koran-koran atau media lain. Tetapi kali ini saya tergelitik untuk mengangkat masalah ini di blog. Kejadiannya tadi sore di Alfamart Tol Cikampek Km 35. Saya membeli Pocari Sweat dan Minute Maid – Pulpy Orange total pembelian Rp 8.900,00 dan saya membayar dengan uang nominal Rp 100.000,00

Seharusnya kembaliannya adalah Rp 91.100,00 namun saya hanya diberi Rp 91.000,00 ditambah satu butir permen. Hal ini sudah beberapa kali terjadi  di beberapa tempat lain seperti Alfamart, sehingga saya pun sudah biasa. Namun tadi sore saya tiba-tiba menjadi kritis dan ingin sekali menulis di blog.

yang menjadi pemikiran saya adalah:

*Apakah betul harga satu butir permen tersebut Rp 100,00?

*Bagaimana kalau saya tidak mau menerima kembalian berupa permen?

*Apakah ini melanggar undang-undang?

*Apakah memang peredaran uang receh sudah sangat langka?

*Apakah ini merupakan strategi dari kasir untuk mendapat keuntungan pribadi?

Bagaimana menurut anda? Apakah anda juga sering mengalaminya? Lalu menurut anda bagaimana menanggapi masalah seperti ini?

Untuk manajemen Alfamart, dengan tag lines “Belanja Puas, Harga Pas” Apakah hal ini pernah dicarikan solusinya? Karena ini merugikan konsumen loh…

By: Budy Snake

11 Comments

  1. bener bgt tuh…

    kya’y manajemen alfamart ato sejenis’y sudah tw ttg hal ini, tp di biarkan saja.
    mungkin karena masyarakat kita tdk trlalu peduli dengan uang kembalian tsb. saran saya buat manajemen alfa, tolong di rubah ttg ini. kembalian kan hak konsumen!

  2. Kalo masalah diatas mah sudah sering kita alami di hampir semua dept store, gak cuman alfamart kayaknya. Tapi, kalo harus dibebankan ke kasir, sepertinya kurang bijak. Setahu saya kasir di alfamart tuh kerjaanya berat banget man, dan NBH-nya itu, gila bener..jadi manajemen sat harus lebih tanggap nih sama keluhan konsumen, jangan crew di toko aja yg harus kena getahnya tiap hari…

    • Maksud saya bukan berarti itu dibebankan pada kru (kasir) tetapi harus dicarikan solusi yang terbaik. Misalnya yang diberlakukan di Superindo Roxy Square (mungkin di Superindo lain juga) yaitu dengan memberikan pilihan pembulatan ke atas untuk sumbangan. Itu ide yang baik kan?…

    • ples doNK,G DA TOpik laen apa.memding dksiH Prmen kn,lagian kasir jg pSTi bilang maAF pk,bu,kamblian ny dgnti pERmen,

  3. menurut saya permasalahan ini sudah biasa saja bagi saya karena saya akui bahwa saya juga sangat teramat sering mengalami hal ini ? saya bekerja di daerah parung dengan domisili saya di daerah ciputat sepulang kerja saya selalu mampir ke toko retail baik alfamart indomaret dan yang lainnya. selalu kembalian kelipata Rp. 100 terkadang ditukar dengan permen yang hanya 1 butir saja namun bagi saya hal ini bukan suatu permasalahan yang besar disamping saya perokok ya lumayan lah permen untuk sedikit menghilangkan bau rokok. namun perlu di tanggapi serius mengenai hal ini apakah benar uang koin sekarang sangat sulit untuk didapatkan apalagi dengan sekelas alfamart ataupun retail yang lainnya. Ya saya cuma bisa mengikhlaskan uang saya yang hanya Rp. 100 dengan niat baik tanpa mempersulit kasir atau pihak manapun

  4. aduh nih yg nulis blog aneh…kenapa permen jadi masalah kenapa ga protes sama yng cetak recehan om….sekarang gini om / mba…..kalo ga ada recehan 100 rupiah mo di pulangin 500 ya….. nah om / mba tau ga yang bayar 400 siapa itu dari kantong kasir itu sendiri om mba…. (nilai cetak uang receh sama nominal nya ) itu ga sebanding om……. cape dech….~_~”

  5. DAri pihak Alfamart sudah berusaha menyediakan kembalian berupa uang receh sampai nilai Rp.50,-. TApi karena terbatasnya uang receh maka diganti dengan permen yang nilainya kurang lebih hampir sama…
    jika kembalian 400, dibulatkan ke 500
    Tapi jika kembalian 100-300 baru dikembalikan dengan permen. Bukan maksud untuk mengambil keuantungan, tapi memang uang receh yang sulit dicari….

  6. menurut saya si wajar aja,toh skr cari uan receh kan susah,…apalagi cm Rp 100,00….pengemis aja dikasih segitu juga dah g mau….kasihan juga kan kasirny… klo Rp 100,00 dikantong bisa ilang, lo permen kan bisa langsung makan…sama2 memaklumilah….

  7. bukan masalah Rp.100,00 nya tapi ini masalah hak konsumen.. emang klo cma 1 konsumen klihatan kecil tapi cba bayangin dikaliin 1000 dah berapa tu…?/
    dan biasanya dikasih permen yang pling murah dan harganya ga sebanding. 1 butir permen kira2 klo di hitung Rp.50,00.

  8. skrang di alfamart cabng lampung,,sudah semaksimal mungkin mnydiakan receh dari pihak Distribution Center (DC) u/ stok receh di toko,,dan anak toko pun siap mencari receh lok khabisn ,,namun mmang agk sulit cari receh,,dan tlng jgn mgtakan kasir mncari keuntungan,,pernah gak di alfa kmbalian 300 or 400 di struk jdi 500 dlm bntuk fisik,??apa itu cari untung,,?maaf bila ada kata yang tidak enak dibaca

    • To Ipunk: Terima kasih telah menyempatkan waktu memberi komentar. Saya pikir apa yg dilakukan Alfamart cabang Lampung perlu dihargai, walaupun sulit tetapi tetap menyediakan semaksimal mungkin. Ya, biar bagaimanapun itu adalah hak konsumen. Dan majunya Alfamart karena konsumen yang setia. :)


Post a Comment

*
*