Monthly Archives: June 2009

Hari Jumat lalu saya membeli kamera saku digital merek BenQ dengan tipe DC 850. Kamera baru tersebut saya beli untuk menggantikan kamera saku digital yang sebelumnya yaitu tipe DC 740i. Untuk ulasan DC 740i dahulu saya pernah tuliskan di blog, anda bisa baca juga di sini.

Kamera saku digital ini memiliki ukuran maksimal 8 mp dan memiliki fitur “smile catch” yaitu fitur yang dapat mengabadikan objek model yang tersenyum, lucunya ketika saya tes hal itu memang benar! Kamera benar-benar tidak bisa menangkap objek yang tidak tersenyum, namun begitu si model tersenyum maka dia akan otomatis mengabadikannya.

Teknologi ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu yang diawali oleh pabrikan Sony. Namun sekarang sudah diaplikasi oleh BenQ dan sangat menarik memang fitur ini. Walaupun dalam kenyataanya kamera saku ini hanya sebagai back up DSLR saya namun saya sangat puas selama menggunakan merek BenQ sejak tahun 2007 lalu. Apalagi dengan kamera saku yang baru ini lebih baik kualitasnya dari sisi ketajaman, tingginya ISO, dan juga fitur tambahan yang ditawarkan tadi.

Untuk baterai saya tetap konsisten untuk menggunakan merek Eneloop yang menurut saya masih menjadi yang terbaik sampai saat ini. Hasil tesnya pernah saya ulas di sini.

Bagi yang ingin membeli kamera saku digital yang bagus dengan harga yang tidak membuat kantong “sakit” bolehlah anda pertimbangkan kamera BenQ ini. Untuk tipe mungkin anda bisa pilih sendiri sesuai selera dan dana tentunya J Kalau saya pribadi sih dengan tipe DC 850 ini saja sudah cukup puas.

Salam Jepret!

By: Budy Snake

Pehobi Motret

Banyaknya pembaca yang bertanya tentang perawatan ular Pelangi atau rainbow snake. Maka kali ini saya akan mengulas tentang bagaimana cara perawatannya. Sebenarnya untuk perawatannyatidak ada beda dengan jenis ular lain. Secara umum hampir sama saja.

Yang perlu diperhatikan oleh pehobi yang memelihara ular Pelangi adalah kondisi kandangnya. Kandang atau terarium untuk ular jenis ini harus dibuat seolah olah dua alam yaitu darat dan air. Karena jenis ini menyukai lingkungan yang seperti ini. Mungkin anda bisa menyiasatinya dengan asbak sebai tempat air sekaligus tempat berendamnya.

Untuk makanan bisa diberikan kodok kecil atau ikan kecil yang ditaruh di asbak tempat air minum / air rendam. Memang kendala yang sering terjadi adalah ular tidak mau makan. Hal ini sangat lumrah terjadi pada ular yang baru saja ditangkap atau pindah kandang. Untuk menghadapi hal ini yang diperlukan adalah kesabaran, artinya jangan paksakan ular untuk makan kalau memang belum mau. Silakan dicoba minggu depannya lagi, selama masa itu hindari menyentuh ular terlalu sering atau lebih baik tidak disentuh agar stresnya cepat pulih.

Untuk terarium sebaiknya diletakkan di tempat yang dingin namun tidak terlalu lembap. Jadwalkan pembersihan rutin terutama setelah ular membuang kotoran. Kebersihan air rendam / minum juga mutlak dijaga.

Hanya itu saja tips yang bisa saya bagikan selebihnyabiasa saja, tidak ada yang spesial. Untuk terarium silakan baca tulisan saya tulisan saya tentang terarium.

By: Budy Snake

Snake Charmer

IMG_10030001_1

Kemegahan Gunung Ciremai saya abadikan dengan kamera saku digital BenQ DC740i hari Rabu sore dari daerah Cikijing, Jawa Barat.

Kota Cirebon identik dengan Gunung Ciremai yang megah dan gagah. Tak jarang pula mendadak menjadi bahan berita karena ada kasus pendaki yang hilang di Gunung Ciremai.

Sore itu Gunung Ciremai begitu indah dan tidak tertutup awan sama sekali, berbeda dari hari-hari sebelumnya yang selalu tertutup awan di bagian puncaknya. Saat dalam perjalanan pulang dari Cikijing saya bersama rekan saya menyempatkan berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan yang indah itu.

Sayangnya hari itu saya tidak membawa DSLR saya, tetapi tidak masalah. Bukankah “man behind the gun” masih berlakukan dalam hal ini? hehe… Hasilnya juga not bad lah… (Kalau bukan saya yang memuji hasil karya sendiri, siapa lagi?)

By: Budy Snake

Fotografer

DSC_26420001

Foto tersebut adalah teh Purwaceng yang saya beli di Wonosobo :)

Masih seputar Wonosobo yang terkenal dengan Dendeng Tivi-nya, kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang Purwaceng (Pimpinella Pruatjan).

Apa itu Purwaceng? Bagi yang belum pernah mendengarnya, Purwaceng adalah salah satu jenis tanaman perdu yang memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas dan stamina bagi yang mengonsumsinya. Asal katanya dari dua suku kata dalam bahasa Jawa yaitu purwa dan ceng, purwa = langsung dan ceng = ngaceng (berdiri) jadi bisa diartikan langsung berdiri. Bahkan sering disebut dengan Viagra asli Indonesia.

Khasiatnya ada beberapa yang dipercaya diantaranya untuk obat kejantanan, menyembuhkan masuk angin (common flu), memulihkan kondisi badan letih, dan menjaga daya tahan tubuh bahkan bisa untuk obat cacing bagi anak-anak. Saat ini sudah banyak produk yang beredar diantaranya Purwaceng kering (daun dan akar), bentuk serbuk, bentuk kemasan kapsul, kopi Purwaceng, teh Purwaceng dan susu Purwaceng.

Walau sudah sejak lama tanaman ini mulai dibudidayakan namun fenomena Purwaceng baru saja mencuat baru-baru ini saja. Tepatnya sejak Presiden SBY mengunjungi tempat budidaya Purwaceng di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah bulan Maret 2009 lalu. Ketika itu SBY sempat berpromosi dan membeli Purwaceng untuk oleh-oleh ke Jakarta.

Karena hal itu juga maka saya pun jadi penasaran untuk membelinya ketika kemarin berkunjung ke kota Wonosobo :) Ada dua jenis yang saya beli yaitu Purwaceng asli berbentuk daun dan akar lalu saya juga mencoba membeli teh Purwaceng. Untuk yang saya sebut kedua adalah dalam bentuk serbuk yang berisi teh Tambi (khas Wonosobo), Purwaceng dan ramuan herbal lainnya.

By: Budy Snake

DSC_26340001_3

Dendeng Tivi Cap MOBIL

Bulan lalu saya melakukan perjalanan ke Jawa Tengah tepatnya di kota Wonosobo. Kalau bicara Wonosobo maka saya selalu teringat dengan Dendeng Tivi. Makanan khas yang berbasis sapi :)

Dendeng Tivi dibuat dari daging sapi asli yang ditumbuk dan diberi aneka macam bumbu. Hasilnya dioven sehingga kering dan crispy. Untuk rasa tidak diragukan lagi, enak sekali.

Saya pun membeli 5 bungkus untuk oleh-oleh dan untuk konsumsi sendiri juga tentunya. Harganya Rp 45.000,00 / kotak dengan berat bersih 100gr. Untuk harga memang relatif mahal karena memang selain proses yang rumit juga karena bahan baku yang mahal. Untuk dendeng tivi 100gr diperlukan 300gr s.d 400gr daging sapi segar begitulah kira-kira sebagai gambarannya.

Bagi pecinta makanan khas berbasis Sapi maka saya rekomendasikan Dendeng Tivi untuk dicoba.

By: Budy Snake

Hari Sabtu, tanggal 30 Juni lalu saya menghadiri POCARI SWEAT Conference 2009 di Hotel Horison – Bandung. Acara yang sudah ke-6 kali ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa itu pentingnya cairan tubuh dan Pocari Sweat.

Tema acaranya adalah “Dinamika Cairan Tubuh” yang menghadirkan pembicara pakar cairan tubuh, yaitu dr. H. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, Sport & Circulatory Medicine. Beliau yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta ini berbicara lebih kurang 1 jam tentang pentingnya cairan tubuh bagi manusia. Beliau yang juga pembimbing haji ini juga banyak bercerita tentang pengalamannya selama mendampingi jamaah haji di Mekah. Gaya berbicaranya yang santai, jelas, dan diselingi humor ini membuat para peserta antusias selama acara.

Salah satu cerita yang dia bagikan kepada peserta adalah ketika mendampingi jemaah haji sering mendapati para jamaah yang mengeluh pusing dan mual. Beliau mengatakan bahwa sebagian masyarakat kita masih berpikir bahwa apabila pusing pasti perlu obat, padahal itu tidak sepenuhnya benar. Justru menurut dr. Zaenal, pusing adalah salah satu gejala dari kekurangan cairan atau dehidrasi, yang hanya memerlukan asupan minuman. Saran beliau ketika mendapati jamaah yang pusing adalah minum dan mandi, artinya diminta segera minum air putih dan mandi agar badan fit kembali.

Selain pusing dan mual ada sinyalemen lain bahwa kita kekurangan cairan tubuh yaitu warna air kencing yang berwarna kuning (kecuali sedang mengonsumsi vitamin C) Hal ini sangat mudah dilihat, sederhana, namun terkadang kita tidak memperhatikannya. Untuk itu mulai sekarang cobalah kita pantau warna air kencing kita agar kita dapat memastikan bahwa tubuh kita cukup air sehingga dehidrasi dapat dihindari.

Dalam acara tersebut juga para peserta diajak untuk membuat larutan Pocari Sweat sendiri. Setiap meja diberikan bahan-bahan, timbangan, dan alat lainnya untuk membuat Pocari Sweat. Ternyata memang semuanya ilmiah dan tidak ada bahan kimia yang membahayakan bagi tubuh manusia.

By. Budy Snake