Inilah bentuk uang pecahan Rp 2000

Ada yang sudah punya? Kalau saya sih sudah sudah ada orang yang berbaik hati akan memberi jasa penukaran uang
Tapi belum dapat uangnya… Sabar…
By: Budy Snake
Inilah bentuk uang pecahan Rp 2000

Ada yang sudah punya? Kalau saya sih sudah sudah ada orang yang berbaik hati akan memberi jasa penukaran uang
Tapi belum dapat uangnya… Sabar…
By: Budy Snake
Baru saja saya dikejutkan oleh suara burung berkicau yang ramai sekali di dapur. Segera saya cek dan ternyata benar, saya mendapati beberapa burung Ciblek sedang bertengger di pohon mangga milik tetangga belakang rumah yang sebagian ranting-rantingnya memasuki wilayah saya. Dapur tempat saya tinggal konsepnya adalah semi outdoor, jadi saya dapat dengan mudah melihat burung-burung itu berloncatan sambil berkicau indah sekali.
Inilah hal yang paling menarik buat saya tinggal di tempat ini sampai sekarang. Rumah yang saya tempati ini terletak di daerah Tomang. Daerah yang sudah padat penduduk dan gedung-gedung perkantoran, namun di tempat saya inilah saya masih bisa mendengar kicau burung liar yang sangat merdu. Mereka bersahut-sahutan seolah olah sedang bersenda gurau dengan sesamanya, sangat mengasikan melihat mereka.
Saya sengaja terus memandangi mereka dari dapur saya sambil menikmati suara kicaunya yang luar biasa merdu. Sangat jarang saya melihat burung-burung jenis Ciblek ini terbang liar di Jakarta ini. Burung Gereja saja jarang apalagi jenis Ciblek. Saya bersyukur di tempat ini saya masih bisa melihat mereka terbang bebas sambil berkicau dengan merdeka.
Sampai tulisan ini dibuat burung-burung Ciblek itu masih saja terus berkicau dengan kerasnya, saking kerasnya sampai terdengar jelas dari dalam kamar saya yang berjarak cukup jauh. Mungkin ada yang belum tahu bentuknya burung Ciblek maka saya lampirkan foto burung Ciblek yang saya ambil dari internet.
Seperti ini fotonya:

By: Budy Snake
Siang ini saya sudah kembali ke Jakarta. kembali dengan hiruk pikuknya kota ini. Begitu sampai di Jakarta langsung saya buka daftar kerja yang harus dikerjakan. Segera membuat skala prioritasnya. Hal ini dilakukan agar segala sesuatunya bisa terselesaikan dengan tepat waktu dan efektif. Apalagi waktu saya di Jakarta sangat sempit.

Buku menarik untuk dibaca…
Buku yang saya beli satu bulan lalu ini ketika sedang mampir di Toko Buku Gramedia, Cirebon ini sangat menarik. Sejak saya baca daftar isinya dan ringkasan di bagian belakang buku saya sudah yakin bahwa buku ini pasti menarik. Apalagi sang penulisnya seorang tokoh yang sudah tidak asing di telinga saya. Beberapa kali saya mendengar “ocehannya” melalui kisah di “Negeri Sketsa” di Smart FM. Pembawaannya yang menarik dan “menyentil” berbagai kisah di Indonesia ini.
Buku ini mengisahkan tentang tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Uniknya adalah ketiga kecerdasan itu dipaparkan berdasar pendapat pribadi beliau dan dikisahkan pula contoh-contohnya dalam kehidupan pribadi beliau. Secara mengejutkan, ternyata beberapa kisah tersebut sudah tidak asing lagi untuk saya, artinya sering terjadi pula dalam kehidupan saya pribadi. Bahkan beberapa diantaranya sudah sering saya lakukan.
Buku ini sangat menarik, patut dijadikan referensi hidup agar kita bisa lebih enjoy dalam menghadapi kehidupan ini. Buku karya Prie GS ini ada beberapa dan yang lain akkan saya ceritakan pada waktu yg akan datang setelah saya selesai membacanya.
By: Budy Snake
Saat ini saya berada di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dan seperti biasa koneksi internet menggunakan SMART. Saya merasa koneksi di Banjarnegara lebih cepat bila dibandingkan di Cirebon atau Bandung. Apakah hanya perasaan saya saja? Tapi itulah yang saya rasakan. Saya sih berpikir sederhana saja mungkin masih banyak masyarakat di sini yang memanfaatkan internet dengan SMART.
Kalau saya tes kecepatan dengan CBN Speedtest hasailnya sih tidak jauh berbeda dengan hasil yang biasa didapatkan di kota lain. Memang untuk hasil lebih tinggi di sini yaitu 103 kbps untuk download dan 89 kbps untuk upload.
Memuaskan untuk saya. Karena buat saya yang terpenting bisa cek email, aktifkan YM (walau ga ada yang diajak chat), dan buka WordPress (cek statistik dan tulis blog)
By: Budy Snake
Saat mulai menulis artikel ini waktu sudah menunjukan pk 01.50 dini hari. Mata masih saja segar, maka saya putuskan ngeblog. Tulisan sebelumnya tentang alasan saya tidak ikut The Master
Tulisan yang dibuat semata-mata untuk menjelaskan kepada orang-orang yang kerap kali bertanya dengan pertanyaan serupa. Dan tadi tiba-tiba saja saya terpikir untuk menulisnya di blog.
Kembali ke urusan begadang, memang terkadang hal ini menjadi dilema tersendiri. Dilema, karena saya tahu ini tidak baik untuk kesehatan tapi di sisi lain saya senang beraktifitas di malam hari:) Apalagi didukung tadi sore sempat memejamkan mata satu jam sebelum saya berangkat ke Purwokerto.
Tadi sore saya diminta mengantar nenek ke Purwokerto, nah sebelum berangkat saya sempatkan tidur satu jam. Karena kalau sore terkadang saya baru merasakan kantuk
Inilah penyakit orang-orang dunia Kang Aw, haha. Penyakitnya ya itu tadi, kalau sore kadang ngantuk, kalau malam maunya melek terus
Itu fakta loh, hampir 75% artikel dari dari blog ini saya tuliskan malam hari dengan cepat, artinya saya langsung terpikir ide dan langsung mengetik tanpa henti. Seperti tulisan ini pun saya buat tanpa ada jeda dalam mengetiknya, semua mengalir dari otak sampe ke tangan. Artinya apa? Artinya saya merasa nyaman apabila beraktifitas malam hari seperti ini. Kalau malam hari saya dapat ide bisa langsung dengan mudah dan cepat menuliskannya di blog.
Memang saya masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan menarik. Berbeda dengan bahasa verbal yang lebih mudah bagi saya untuk melakukannya.:) Jadi harap maklum kalau anda merasa tulisan saya belum bisa dibaca dengan “enak”
By: Budy Snake
Kenapa gak ikut The Master?
Kok gak ikutan The Master?
Ikut The Master gak?
Itulah tiga pertanyaan yang paling sering saya dengar dua bulan terakhir? Masih banyak pertanyaan serupa yang intinya menanyakan tentang The Master.
Memang orang-orang yang mengenal saya secara umum akan menanyakan hal tersebut karena mungkin mereka beranggapan bahwa saya pesulap. Dan mungkin mereka berpendapat kalau pesulap ya harus ikut The Master
Padahal tidak semua pesulap ingin ikut acara seperti The Master. Dalam hal ini, saya termasuk di dalamnya.
Ya, memang saya tidak ada ketertarikan untuk ikut acara semacam The Master. Mengapa? Ya karena memang tidak ingin, dan memang tidak ada minat sama sekali.
Kalau masih ada yang penasaran mengapa saya tidak mau ikut ya saya tinggal balik bertanya: “Apakah saya harus ikut? Lalu kalau saya ikut apa gunanya?”
Dengan bertanya seperti itu masih ada yang menjawab:
“Biar terkenal dong”
“Untuk uji kemampuan”
“Biar jadi Master”
Tetap saja saya menjawab: “Tidak mau, wong itu semua bukan tujuan saya menjadi pesulap kok.”
Hidup itu kan pilihan, ya sederhana sajalah, saya sudah memilih untuk tidak ikut The Master.
Saya lebih senang menjadi manusia bebas seperti sekarang yang bisa melakukan apa saja tanpa harus dibanding-bandingkan dan adu kehebatan di atas panggung. Saya lebih suka bermain sulap kepada siapa saja yang memang ingin melihat dan menyukai hiburan sulap. Menghibur orang agar menjadi senang dan membuat tertawa itu kepuasaan untuk saya. Dan yang terpenting adalah saya bisa membuat pola pikir masyarakat Indonesia pada umumnya agar bisa melihat sulap sesuatu seni yang menarik tanpa mistis dan supranatural.
Sulap YES
Mistis NO !!!
By: Budy Snake
Magician & Snake Charmer

By: Budy Snake
Pehobi Motret

TOKINA AF 11-16mm f/2.8 PRO DX
Siang tadi saya membeli lensa ultra wide Tokina 11-16 mm dengan bukaan maksimal f /2,8. Sudah lama saya ingin memiliki lensa ultra wide ini hanya saja memang baru kali ini saya benar-benar memutuskan untuk membelinya.
Lensa ini merupakam jenis lensa ultra wide yang juga lensa berkecepatan tinggi yaitu dengan f/2,8 yang memungkinkan mengambil gambar di kondisi cahaya yang lemah. Bukaan besar inilah yang menjadi daya tarik saya untuk membeli lensa ultra wide Tokina ini.
Untuk review menyusul…
By: Budy Snake
Pehobi Motret!
Kali ini saya akan memaparkan tentang Monopod Slik 350 yang baru saja saya beli. Saya membeli monopod beserta head ball-nya dengan tipe SBH 100. Monopod ini saya beli karena saya sangat membutuhkan terutama untuk memotret makro. Disamping itu pula dapat digunakan ketika sedang berburu foto saat bepergian. Fotonya seperti ini:

Walau saya belum menggunkannya untuk memotret dan baru mencoba di kamar
namun saya merasa puas dengan produk ini. Ada beberapa keunggulan yang saya bisa paparkan di sini adalah:
Tinggi maksimal: 160cm
Panjang: 51cm
Berat: 300 gr
Untuk menambah kenyamanan dan kemudahan dalam mengambil gambar maka saya membeli tambahan perangkat yaitu: head ball SBH 100.

Dengan tambahan head ball ini maka pergerakan kamera dapat diatur dengan mudahnya. bentuk yang kecil mungil ini memiliki kekuatan yang besar untuk menahan bobot kamera DSLR. Ya selain kuat harganya pun “kuat” alias mahal, hehe. Lebih mahal dari harga monopodnya itu sendiri, mantap kan?
By: Budy Snake
Pehobi Motret!