//
you're reading...
Curah Hati

Makan di Ayam Goreng Cianjur

Siang ini pukul 14.00 WIB saya merapat di RM Ayam Goreng Cianjur di Sadang, Jawa Barat. Mengenang 10 tahun lalu saat-saat bersama rekan saya Abah, yang hampir dua kali dalam sebulan melakukan perjalanan Bandung – Jakarta. Kita hampir selalu mampir ke sini untuk makan.

Waktu begitu cepat berlalu.

Tadi saya dikejutkan oleh sapaan ramah si mbak sang pelayan. “Sendirian saja pak? Temannya tidak ikut?” Demikian sapanya, astaga dia masih mengenali saya dan masih ingat dengan Abah rupanya.

Kali ini hujan begitu deras bahkan sesaat sebelum saya saya tiba. Untung saja bapak juru parkir berbaik hati memberi saya payung. Saya pun makan ditemani hujan deras, adem memang suasana di sini walau agak berisik karena atap rumah makan yang terbuat dari aluminium.

Karena badan saya yang masih belum fit betul, maka nafsu makan pun hilang. Saya paksakan saja walau dengan terpaksa pula saya harus menyisakan, karena mulut ini tidak sanggup lagi menerima asupan makanan.

Hujan makin deras. Saya gunakan saja waktu ini untuk menulis blog ini. Sambil ditemani wedang jahe atau bandrek. Lumayan, wedang jahe nyaman buat lambung saya yang lagi mual.

Rencana saya akan melanjutkan perjalanan ke Cirebon. Mungkin perlu waktu lebih kurang 4 jam. Apalagi cuaca yang kurang baik, perlu lebih waspada.

Sekian dulu tulisan saya yang mungkin tidak bermutu ini.

By: Budy Snake

About these ads

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: