Category Archives: Makanan

DSC_26340001_3

Dendeng Tivi Cap MOBIL

Bulan lalu saya melakukan perjalanan ke Jawa Tengah tepatnya di kota Wonosobo. Kalau bicara Wonosobo maka saya selalu teringat dengan Dendeng Tivi. Makanan khas yang berbasis sapi :)

Dendeng Tivi dibuat dari daging sapi asli yang ditumbuk dan diberi aneka macam bumbu. Hasilnya dioven sehingga kering dan crispy. Untuk rasa tidak diragukan lagi, enak sekali.

Saya pun membeli 5 bungkus untuk oleh-oleh dan untuk konsumsi sendiri juga tentunya. Harganya Rp 45.000,00 / kotak dengan berat bersih 100gr. Untuk harga memang relatif mahal karena memang selain proses yang rumit juga karena bahan baku yang mahal. Untuk dendeng tivi 100gr diperlukan 300gr s.d 400gr daging sapi segar begitulah kira-kira sebagai gambarannya.

Bagi pecinta makanan khas berbasis Sapi maka saya rekomendasikan Dendeng Tivi untuk dicoba.

By: Budy Snake

Selama beberapa minggu kemarin saya dua kali menikmati Nasi Jamblang. Apa itu Nasi Jamblang? Mungkin saja ada yang belum tahu, walaupun itu sudah dikenal di kalangan pencinta wisata kuliner. Bagi yang belum tahu, Nasi Jamblang adalah makanan khas Cirebon dengan aneka lauk pauk. Penyajiannya yang unik yaitu dengan dibungkus daun Jati. Nasi dibungkus per porsi dengan menggunakan daun Jati, sehingga ketika dinikmati akan mengengeluarkan aroma yang khas.

Daun tersebut juga berfungsi sebagai piring. Walaupun di era sekarang tetap menggunakan piring untuk bagian bawahnya, yang semata-mata untuk mempermudah dalam menikamati makanannya. Biasanya pelayanannya adalah swalayan, pengunjung dipersilakan memilih sendiri aneka menunya dan bayar di kasir sesudah makan.

Sudah lama sekali saya tidak menikmati Nasi Jamblang Mal Dul  ini, baru kemarin ini saya menikmati kembali setelah kurang lebih 2 tahun saya tidak menikmatinya. Namun kemarin ini saya baru mengamati bahwa ada yang berubah dari Nasi Jamblang dari penampilan dan dari sisi pengunjung.

Berbeda dengan masa ketika saya duduk di bangku sekolah dasar lebih kurang 15 tahun lalu. Yang berbeda adalah tempatnya, yang sekarang ini jauh lebih menarik karena menyewa sebuah ruko. Dahulu Nasi Jamblang Mang Dul hanya menggunakan tenda sederhana dan tempat duduknya menggunakan bangku yang rendah memanjang tak beraturan. Ketika itu lokasinya masih di seberang jalan dari lokasi sekarang, saat ini tempatnya telah menjadi pusat perbelanjaan Grage Mal.

Selain tempat yang lebih bagus, ada hal yang saya kritisi, yaitu pengunjungnya. Dahulu Nasi Jamblang terkenal dengan “murah” nya. Namun sekarang menurut saya sudah tidak bisa dibilang murah lagi. Tentunya hal ini berimbas pada pengunjungnya. Kalangan yang datang untuk menikmatinya sudah berbeda, bisa dibilang kalangan menengah ke atas. Dua kali saya berkunjung ke Nasi Jamblang Mang Dul itulah yang membuat saya menyimpulkan demikian.

Nasi Jamblang sekarang sudah naik kelas, kurang lebih itulah saya menyebutnya. Untuk rasa sih tidak ada yang berubah menurut saya, masih tetap OK. Buat yang belum coba ya harus coba kalau ke Cirebon. Alamatnya di Jl. Cipto Mangunkusumo , seberang Grage Mal – dekat perempatan Jl. Kartini (sejajar dengan Bank BCA Cipto)

Selamat mencoba!

By: Budy Snake

Sudah dua hari ini saya membeli jajanan khas di SD Kristen 1 tempat saya bersekolah dasar dahulu. Mulanya hanya iseng melewati Jalan Pamitran, ketika lewat saya melihat Mas Nur, beliau adalah penjual Cireng yang dulu cukup akrab dengan saya. Seketika itu pula saya berhenti dan membeli empat bungkus Cireng seharga Rp 1000,00 per bungkus.

Saya hanya berbincang sejenak dan Mas Nur rupanya sudah lupa dengan wajah saya, yang dia ingat adalah saya alumnus SD Kristen 1. Wajar kalau sudah lupa, karena terakhir bertemu beliau adalah ketika saya lulus SD tahun 1995. :) Waktu berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin hahaha…

Foto cirengnya menyusul ya…

By: Budy Snake

Setelah melakukan pertunjukan sulap kemarin malam saya langsung bergegas menuju Restoran Pondok Pangandaran di Kelapa Gading Bulevar Blok QA No 22. Ini adalah kali ke-2 saya berkunjung, pertama kali saya diajak oleh rekan saya dan saya pun ketagihan :)

Bagi pencinta masakan kepiting dan doyan pedas, saya rekomendasikan tempat ini. Kepitingnya bisa pilih sendiri dan langsung ditimbang, harga per ons Rp 9.000,00 (kepiting jantan) untuk yang telur tentunya lebih mahal sedikit.

Sudah dua kali kunjungan saya belum sempat mengambil gambarnya, maklum sudah lapar jadi lupa motret walaupun kamera selalu terselip di pinggang :) Jadi dari pada bicarakan foto lebih baik anda langsung menuju Restoran Pondok Pangandaran saja untuk langsung mencoba Kepiting Saus Padang yang rasanya mantap sekali…

By. Budy Snake

Sudah lama saya mendengar tentang Kepiting Cak Gundul dari salah seorang saudara sepupu saya. Beberapa kali kesempatan pun saya melewati rumah makan tersebut terutama ketika saya akan makan sate kambing Bang Awi, namun baru saja tadi saya mencobanya. Saya mencoba bersama teman saya yang bekerja di Mal Artha Gading.

Saya mencoba kepiting saus asam manis dengan ukuran 6 ons. Setelah saya mencoba memang untuk kepitingnya segar tapi untuk rasanya menurut saya biasa saja, tidak terlalu spesial. Tapi ya layak dicoba sih untuk variasi.

By. Budy Snake

Minggu kemarin saya makan di Rumah Makan Parit di Jl. Anggrek – Bandung. Katanya kepitingnya uenak tenan alias enak sekali. Saya coba kepiting lada hitam , setelah saya menunggu lama akhirnya saya coba dan ternyata saya tidak cocok dengan rasa dan cara memasaknya. Karena penasaran saya coba order lagi kepiting saus titam dan kepiting asam manis, jadi total 3 menu dengan rasa berbeda saya coba. Tapi setelah saya coba itu semua saya malah jadi bertanya-tanya, enaknya dimana sih?

 

Di sini saya tidak bermaksud menjatuhkan Rumah Makan Parit. Sekedar informasi, bahwa rumah makan ini sangat ramai dan terkenal dengan masakan kepitingnya. Itu yang saya heran, kok sampai ramai sekali, apakah enak sekali? Ternyata setelah saya coba pun biasa-biasa saja. Buat saya pribadi sih tidak cocok yah…

 

Ada yang pernah mencoba masakan kepiting di Rumah Makan Parit? Bagaimana tanggapan anda? Apakah cocok dan menjadi pelanggan di sana atau malah berpendapat sama seperti saya?

 

 

By: Budy Snake

Tadi malam saya bersama rekan dari Singapura makan malam bersama di Hotel Borobudur. Beliau sangat ingin makan sop buntut yang memang sangat terkenal, walaupun saya belum pernah mencoba. Aneh memang, saya yang tinggal di Jakarta belum pernah mencoba sop buntut tersebut sedangkan rekan saya yang warga negara Singapura sudah beberapa kali mencobanya :)

Saya belum pernah mencoba karena memang belum ada kesempatan. Mengapa kesempatan itu tidak pernah dibuat? Jawabannya sederhana, karena sop buntut tidak termasuk dalam daftar makanan favorit saya.

Malam kemarin singkat cerita saya akhirnya mencoba sop buntut goreng. Rasanya enak, yang menonjol adalah empuknya daging, sangat enak sekali mengunyahnya. Selain sop buntut saya juga memesan satu porsi gado-gado yang pada akhirnya saya tidak coba sama sekali karena kekenyangan. Selesai makan ditutup dengan minum bir Corona yang sudah lama sekali saya tidak minum.

Anda pencinta sop buntut? Silakan coba di Hotel Borobudur.


By: Budy Snake

Kira-kira dua bulan lalu rekan saya Erny memberikan 3 biji nastar berukuran jumbo. Selama ini saya sebagai pencinta nastar baru pernah lihat nastar nanas berukuran besar, ukurannya kira-kira 3 X ukuran nastar biasa. Rekan saya membeli nastar nanas tersebut dari Pontianak. Setelah saya coba ternyata rasanya…enaaak banget….bukan karena gretong alias gratis loh.:)

–Erny, terima kasih buat nastar jumbonya–

Nah, minggu lalu saya diberi lagi nastar jumbo oleh rekan saya tersebut, namun kali ini bukan dibeli dari Pontianak tetapai beli di Jakarta. Setelah saya coba ternyata rasanya enak juga, wah saya jadi ketagihan nih nastar jumbo itu. Sebenarnya yang membuat saya ketagihan itu bukan karena ukurannya, tetapi karena sudah dua kali saya mencoba nastar jumbo tersebut dari dua tempat berbeda keduanya memiliki rasa yang OK sekali.

Mengapa saya bilang OK sekali? Karena dari sisi bahan yang digunakan bias dipastikan menggunakan bahan yang berkualitas dan komposisi yang OK, setidaknya menggunakan banyak telur atau bahkan jumlah putih telurnya dikurangi. Lalu selai nanas yang digunakan itu saya jamin asli dan pas sekali rasanya.

Saya ingin tahu dimana pembuatnya, bukan toko yang jual, karena kalau toko yang jual itu harganya sudah mahal Rp 2.500,00 / biji. Kalau di pembuat biasanya bisa dapat harga per kilogram.
Ada yang tahu dimana pembuat nastar berukuran jumbo di Jakarta?

Catatan: tidak sempat difoto karena sudah terburu-buru untuk dimakan :)

By: Budy Snake

bonting

Kemarin sore rekan saya sepulangnya dari dinas di Banjarmasin membawakan saya bonting dalam kemasan kotak kecil. Bonting merupakan merek dan singkatan dari makanan itu sendiri yaitu abon kepiting. Untuk saya baru kali ini mengetahui ada makanan abon yang terbuat dari daging kepiting. Rekan saya pun baru mengetahui ada abon kepiting dan langsung membelikan untuk saya, karena dia tahu saya pencinta daging kepiting. Thanks ya Ted…

Untuk rasa lumayan, yang pasti unik, tidak seperti abon-abon yang pernah saya coba. Abon ini diproduksi mulai tahun 2006 ketika diadakan festival makanan khas daerah di Kalimantan. Dan saat itu abon kepiting ini berhasil meraih juara 1 untuk kategori makanan kering.

Apakah anda pernah mendengar tantang abon kepiting? Ada yang tahu dimana untuk mendapatkan abon kepiting Jakarta?

By: Budy Snake

Setelah lelah berlari di Monas pagi tadi saya pun beristirahat sejenak sambil minum air mineral yang saya beli di sekitar lapangan. Tidak lama kemudian saya bergegas kembali ke Stasiun Gambir menuju kendaraan yang saya parkir di sana. Setelah mengantar seorang rekan, saya bersama seorang rekan saya pergi menuju Jl. Biak untuk sarapan Soto Madura Ngatidjo.

Soto Madura ini memiliki rasa yang menurut saya tidak terlalu spesial namun cukup untuk menambah variasi makan saya. Khususnya untuk menggantikan energi yang terkuras sehabis berolahraga tadi :)

Bagi yang suka dengan Soto Madura silakan coba, alamatnya di Jl. Biak dekat dengan Apotik Roxy. Untuk rasa menurut saya standar, masih kalah dengan Soto Madura bang Udin di Cirebon. Bagi yang ingin berkunjung ke Cirebon boleh juga coba Soto Bang Udin di Jl. Kalibaru Selatan. Disana juga ada sate ayamnya.

Selamat makan-makan selamat mencoba….

By: Budy Snake
Social Observer