Category Archives: Sosial Budaya

sintong

Hari minggu lalu saya membeli buku berjudul Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando yang merupakan tulisan gabungan antara otobiografi dan biografi. Buku tersebut mengisahkan perjalanan karir militer Sintong Panjaitan yang ditulis dengan gaya penulisan yang sederhana dan mengasikan untuk dibaca dan diikuti ceritanya.

Dalam buku tersebut juga ditulis tentang beberapa peristiwa politik di Indonesia yang menonjol pada jamannya dan melibatkan Sintong Panjaitan. Seperti tertulis dalam beberapa bab tentang peristiwa yang tergolong masih menjadi kontroversi sampai hari ini.

Bagi yang suka dengan kisah-kisah prajurit elit Kopassus bisa juga ikut membaca buku ini, karena di dalamnya juga diceritakan bagaimana pasukan elit tersebut dilatih dan sejarah awal pembentukannya dan perkembangannya.

Saya merekomendasikan buku ini sebagai salah satu koleksi perpustakaan pribadi anda. Selamat membaca.

NB: Tadi siang dalam perjalanan saya ke Two Mango Mall  (Mal Mangga Dua), di perempatan Harmoni saya melihat ada loper koran yang menawarkan buku ini. Luar biasa, sangat jarang loper koran di jalan menawarkan buku. Bahkan saya sendiri baru saja melihat hal ini. Memang buku yang diterbitkan oleh Kompas ini banyak diminati, terbukti selama Bulan Maret 2009 sudah memasuki cetakan ke-5. Salut.

By: Budy Snake

Social Observer

Rabu malam saya berkunjung ke Pacific Place menggunakan sepeda motor bersama rekan saya. Sesampainya disana saya pun bingung mencari pintu masuk parkir sepeda motor. Singkatnya saya pun bertanya pada satpam yang sedang bertugas di tepi gedung.

Saya      : “Pak tempat parkir motor dimana?”
Satpam  : “Di depan Pak, setelah auto mal, nah disitu ada lahan kosong buat parkir motor.”
Saya      : “Selain disitu Pak?” (sambil bingung)
Satpam  : “Di BEJ pak.”
Saya      : “Jadi di Pacific Place tidak ada tempat parkir motor Pak? (makin bingung)
Satpam  : “Iya Pak, tidak ada.” (sambil pasang muka tersenyum dan merasa tidak enak)

Aneh, mal besar sekelas Pacific Place kok tidak menyediakan tempat parkir yang layak untuk para pengguna sepeda motor. Memang betul ada lahan parkir, tetapi letaknya jauh dari gedung. Sangat merepotkan, sehingga saya memutuskan untuk memarkir sepeda motor di Auto Mal.

Apakah karena Pacific Place memang memposisikan sebagai mal kelas atas? Apakah hanya orang yang menggunakan mobil saja yang akan datang ke mal tersebut? Lalu bagaimana dengan orang-orang seperti saya yang menggunakan sepeda motor ingin berkunjung ke Pacific Place?

Menurut saya kurang tepat kalau mereka tidak sedikan lahan parkir yang memadai untuk pengguna sepeda motor. Kesannya kok diskriminasi yah…

By: Budy Snake
Social Observer

Hari Valentine jatuh tepat pada hari ini tanggal 14 Februari 2008. Banyak orang terutama yang sudah memiliki pasangan akan sibuk menyiapkan acara untuk merayakan hari kasih sayang ini.

Menurut saya ini ironis sekali, hari kasih sayang kok hanya satu hari saja dalam satu tahun. Bagaimana dengan hari-hari lainnya 364 hari lainnya? Masih menurut saya, everyday is a Valentine, seharusnya namanya kasih sayang ya harus tiap hari, artinya kita harus selalu menebar kasih kepada semua orang. Ada yang beranggapan bahwa bukan berarti hari yang lain tidak ada kasih sayang, tetapi valentine day adalah hari yang spesial.

Menurut saya lagi, hari kasih sayang tidak mutlak harus dirayakan dan tidak perlu dibuat spesial, karena setiap hari pun spesial. Setiap hari selalu berbeda, kita akan melihat sesuatu yang berbeda dan memiliki cerita tersendiri. Oleh karenanya setiap hari itu adalah spesial. Selain itu, setiap hari kita bisa menebar kasih sayang dengan siapapun bukan hanya dengan kekasih, istri, atau suami kita.

Ya memang wajar saja apabila ada yang ingin mengikuti budaya yang sudah ada ini. Namun dalam hal ini saya hanya ingin berpendapat bahwa seringkali orang memandangnya salah kaprah dan begitu mengagungkan hari valentine yang notabene itu pun budaya asing dan konyolnya lagi banyak orang yang tidak paham sejarahnya tapi ikut-ikutan dan mendadak romantis, hehe. (Jadi ingat salah satu film Indonesia yang bertema komedi romantis, Otomatis Romantis)

Mengapa ingin mencurahkan kasih sayang harus menunggu momen yang katanya spesial yaitu hari valentine?
Bukankah spesial atau tidaknya sesuatu adalah bagaimana kita dalam menyikapi suatu hal?

Buatlah setiap hari spesial dan selalu bersyukur atas segala yang didapatkan. Maka harimu akan selalu menyenangkan dan kasih sayang antar umat manusia akan terjalin dengan indah.

By: Budy Snake

Social Observer

GAJAH OLING

Apakah anda pernah membaca tulisan tersebut? Atau bahkan sering melihat dan membacanya? Atau merasa sering membaca tetapi lupa dimana anda pernah melihatnya?

Ya, “Gajah Oling” memang sering terlihat pada truk pengirim barang, baik bak terbuka maupun tertutup. Konon kabarnya dua kata tersebut merupakan kode keamanan. Hal ini saya dapat dari informasi salah satu rekan saya. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut siapa dibelakang semua itu.

Hal ini sangat menggelitik otak saya, siapa di belakang organisasi tersebut? Apakah preman terorganisir atau malah ada “beking” dari oknum tertentu? Kabarnya organisasi ini memungut biaya bulanan dan sebagai bukti akan diberi tulisan “Gajah Oling”. Dengan adanya kode tersebut perjalanan dipastikan aman dari perampokan, bajing loncat dan sebagainya. Sampai sejauh mana kebenaran cerita di atas saya pun tidak tahu pasti, tepatnya saya masih mencari tahu. Melalui blog ini saya pun mencoba mencari tahu dari rekan-rekan yang mungkin lebih paham tentang hal ini.

By: Budy Snake
Social Observer

Terminal keberangkatan Bandara Polonia – Medan terbakar hari Sabtu 1 Desember 2007. Apa betul terbakar atau ini adalah akhir dari rencana matang yang sebelumnya dibuat? Saya kok tidak begitu yakin ya, karena beberapa bulan lalu sempat ada masalah dengan Hotel J.W Marriot. Kabarnya hotel tersebut dibuat terlalu tinggi dan melanggar batas sehingga mengganggu menara kontrol bandara.

Permasalahannya adalah bukannya pembangunan hotel tersebut yang dipermasalahkan namun malahan akan ada rencana relokasi Bandara Polonia. Jadi apakah terbakar atau sengaja dibakar agar ada alas an kuat untuk relokasi bandara? Ah, tanyakan saja pada rumput-rumput yang bergoyang…

By: Budy Snake
Social Observer

Seperti lebaran-lebaran sebelumnya kali ini saya pun menikmati masa lebaran di Jakarta. Namun lebaran kali ini ada sedikit berbeda. Pagi tadi setelah saya bangun saya diminta untuk bertemu dengan orang tua pemilik tempat kost. Saya pun bersilaturahmi sambil mengucapkan permohonan maaf. Saya pun disuguhi aneka masakan lebaran dan kupat tentunya :) . Suasana lebaran terasa sekali ketika para sanak saudara pemilik rumah mulai berdatangan. Tidak lama kemudian saya pun berpamitan dan kembali ke kamar.

Di kamar yang saya lakukan hanya mendengar musik dan online internet. Setelah membaca email dan membalasnya saya pun mengajak rekan saya untuk keliling kota Jakarta memantau keadaan Jakarta yang sepi ditinggal mudik oleh sebagian warganya. Jalur Tomang Raya yang saya lintasi sangat lengang, sangat kontras dengan keadaan hari biasa yang sangat padat bahkan macet. Perjalanan saya teruskan melintasi wilayah Jakarta Pusat lalu melewati kawasan Sudirman lalu ke arah Slipi. Setelah sampai di perempatan Tomang, rekan saya memberi ide untuk mampir ke Mal Taman Anggrek. Sesampainya disana ternyata keadaan sangat ramai melebihi saat-saat akhir pekan. Mau mencari tempat parkir pun agak sulit. Saya hanya menghabiskan waktu di Gramedia dengan membaca beberapa buku yang menarik seperti fotografi, binatang, dan psikologi. Sekitar satu jam lebih saya membaca dan akhirnya kami berdua pun pulang ke rumah.

Tidak terbayangkan apabila Jakarta terus sepi seperti ini, enak sekali rasanya, bebas macet…Tapi kalau sepi berarti perekonomian juga lumpuh, hehe…

Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada semua rekan-rekan…

By: Budy Snake

Sudah tiga hari ini di Jakarta turun hujan, bahkan kemarin siang hujan deras sempat turun beberapa jam. Hal tersebut mengakibatkan beberapa daerah menjadi tergenang air. Ketinggian air di beberapa wilayah bahkan mencapai 40 cm, memalukan dan terlaaalu! (Jarwo Kwat style) Tapi saya senang dengan kondisi cuaca yang mendung seperti ini, Jakarta menjadi dingin untuk beberapa saat. Selain itu udara menjadi agak bersih dan debu berkurang, walaupun polusi tetap tinggi :) Hal itu saya rasakan ketika saya mengendarai sepeda motor untuk beraktifitas di siang hari kemarin siang setelah hujan reda. Tapi dengan adanya hujan di hampir seluruh kota Jakarta ini menambah kemacetan bahkan menjadi macet total di beberapa ruas jalan utama yang biasanya pun sudah macet. Anda bisa bayangkan bagaimana parahnya kan? Jakarta, oh Jakartaku…Kapan yah Jakarta bebas macet?…

By: Budy Snake

Social Observer

Pelawak Gogon belakangan ini jarang terdengar namanya karena memang jarang muncul di televisi. Rupanya hal ini membuat pelawak yang dengan gaya rambut khasnya ini menjadi depresi. Baru saja dia tertangkap basah sedang mengkonsumsi narkoba jenis shabu-shabu bersama seorang teman wanitanya.

Saya heran dengan Gogon, mengapa dia sampai terjerumus ke dalam hal negatif seperti itu. Apa dia tidak belajar dari pengalaman rekan-rekan sesama pelawak seperi Doyok dan Polo yang keduanya merupakan sesama anggota lawak Srimulat juga. Atau memang begitu parahnya depresi yang dia alami sehingga dia jatuh ke dalam jerat narkoba?

Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Gogon. Dia telah menghancurkan kariernya dan nama baiknya dengan memutuskan untuk menggunakan NARKOBA.

NARKOBA NO!!!
SEHAT YES!!!!!

By: Budy Snake
Social Observer

Gunawan Santoso terpidana mati kasus pembunuhan bos Asaba akhirnya tertangkap lagi setelah berkali-kali kabur. Bahkan kabarnya kali ini dia sudah menjalani operasi plastik lagi, luar biasa!

Menurut pengacaranya setelah ditangkapnya Gunawan Santoso pihaknya akan mengajukan grasi kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya bisa mengerti mengapa orang seperti dia masih dibela, karena itu memang sudah menjadi tugasnya. Namun menurut saya orang seperti Gunawan ini memang harus mendapat hukuman yang berat.

Akankah Gunawan berhasil kabur lagi dari sel tahanan? Ataukah riwayatnya akan berakhir di tangan regu tembak? Kita lihat saja sampai dimana kekuatan hokum di Negara Indonesia ini…

By: Budy Snake
Social Obsrver

Ada satu modus yang sedang populer saat ini, sebenarnya tidak bisa dikatakan baru karena sudah ada sejak lama. Modus yang saya akan ceritakan adalah modus dari penebar ranjau paku jalanan di Jakarta.

Yang saat ini populer adalah selain mereka menebar paku yang menjadi ranjau khususnya bagi pengguna sepeda motor, mereka memiliki kerjasama dengan para tukang tambal ban yang berada disekitar lokasi kejadian. Yang kurang ajar lagi adalah mereka tidak segan-segan dengan sengaja melukai ban dalamnya ketika berusaha mengeluarkan ban dalam tersebut. Alhasil mereka akan menyarankan kita untuk mengganti ban dalam yang mereka jual dengan harga yang tinggi. Keuntungan buat meraka dengan berbuat demikian adalah proses lebih mudah karena hanya mengganti ban dalam saja, tidak perlu repot-repot menambal ban dan keuntungan yang didapat lebih besar dibanding menjual jasa menambal ban.

Saya sendiri pernah mengalaminya dua hari lalu dan saya melihat ada yang tidak beres sejak awal. Ada beberapa motor yang datang hampir bersamaan dengan saya dan semuanya mengalami robek ban dalam, sungguh aneh dan tidak masuk akal.

Itulah realita yang terjadi di Jakarta ini, saya tidak tahu bagaimana dengan di kota lain. Yang jelas, saya melihat ini ada suatu pergeseran nilai moral yang terjadi ketika manusia memiliki beban hidup yang merasa berat untuk dihadapi. Sehingga pelaku cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan cara yang relatif mudah.

Apakah anda pernah mengalaminya juga? Pesan saya tetaplah waspada apabila berkendara dengan sepeda motor di malam hari, karena mereka beroperasi biasanya di malam hari. Namun tidak menutup kemungkinan siang hari pun bisa terjadi.

By: Budy Snake
Social Observer