//
you're reading...
Curah Pikiran, Sosial Budaya

Animisme dan Dinamisme di Indonesia

Malam jumat kemarin ada kejadian tentang dua orang pemuda yang tewas terbawa arus di Sungai Opak, Yogyakarta. Kedua pemuda tersebut terpeleset ketika hendak menyelamatkan bapaknya yang terjatuh.

Yang menarik buat saya adalah ketiga orang tersebut baru saja selesai menjalani ritual “kungkum” atau berendam di Sungai Opak. Ritual kungkum bagi sebagian masyarakat di Jawa Tengah memang dipercaya membawa berkah bagi orang yang melakukannya. Berkah tersebut bisa berbentuk jodoh, kelancaran dalam karir, kedudukan atau bahkan pangkat dalam suatu organisasi.

Dalam kasus ini, bukannya kesuksesan atau berkah yang mereka dapat, tetapi musibah yang mereka dapat. Kedua pemuda tersebut tewas secara konyol atau sia-sia.

Pertanyaan yang sering saya dengungkan dalam hati, mengapa mereka begitu mempercayai hal klenik atau okultisme? Mengapa mereka tidak mau berusaha secara wajar dan rasional dalam mengejar suatu impian?

Inilah potret masyarakat kita yang masih mempercayai animisme dan dinamisme. Segala hal berbau okultisme masih diyakini dan bahkan dijadikan panutan dalam mencapai suatu hal. Inilah tanda bahwa sebagian masyarakat kita masih terbelakang dalam pola pikir dan mengalami krisis percaya diri. Bukankah kita harus berusaha dalam mencapai tujuan? Bukankah kita memiliki Tuhan? Mengapa masih saja menduakan Tuhan?

By: Budy Snake

Social Observer

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: