//
you're reading...
Curah Pikiran, Transportasi

Lampu Kuning Dalam Aturan Lalu Lintas

Kemarin malam saya berkeliling bersama rekan saya melalui daerah Kota lalu menuju Jl. Hasyim Ashari untuk mencari makanan. Tanpa sengaja saya menerobos lampu lalu lintas yang saat itu sudah berwarna kuning. Saya mengerti bahwa saya telah melanggar namun kali itu saya lolos dari tilang karena memang tidak ada petugas kepolisian saat itu.:)

Saat itu saya terlintas pikiran saya untuk menulis tentang hal ini karena seringkali menimbulkan kerancuan. Saya beberapa kali mendengar keluhan dari pengguna jalan yang ditindak oleh petugas kepolisian lalu lintas karena dianggap melanggar lampu pengatur lalu lintas. Pihak pengguna jalan merasa benar karena lampu pengatur masih menunjuk warna kuning, namun di pihak polisi tetap pada pendiriannya dan tidak mau mengerti.

Sebenarnya permasalahannya dimana? Menurut saya undang-undang peraturan lalu lintas memang terkadang kurang dipahami oleh pengendara. Oleh karena itu perlu saya tegaskan bahwa lampu warna kuning itu artinya berhati-hati dan bersiap untuk berhenti. Apabila sebelum garis batas lampu sudah berwarna kuning dan pengendara tetap memacu kendaraannnya dapat dipastikan bahwa hal itu melanggar.

Memang saya mengerti bahwa terkadang oknum polisi seringkali mengambil celah hukum dalam permasalahan seperti ini. Menurut saya lebih baik kita mengambil langkah-langkah preventif dalam menghadapi persoalan ini. Langkah preventif dengan cara menjalankan aturan seperti yang telah saya paparkan diatas. Sebab apabila kita sudah terlanjur ditindak oleh polisi, kecil kemungkinan kita lolos dari sanksi hukum. Kalau sudah begitu hanya ada dua pilihan, yaitu: ditilang atau meminta kebijaksanaan petugas polisi untuk berdamai. Seperti diketahui bersama bahwa kemungkinan kedua sangat jarang terjadi.🙂

Idealnya memang setiap lampu pengatur lalu lintas diberi papan petunjuk digital yang menampilkan hitungan mundur dalam satuan detik. Dengan diadakan fasilitas seperti itu diharapkan para pengendara dapat memperhitungkan dan mengambil keputusan dengan tepat dan aman. Papan petunjuk hitungan mundur digital tersebut dapat diatur untuk waktunya, berapa lama untuk merah, dan berapa lama untuk hijau. Papan petunjuk tersebut sangat mempermudah pengendara terutama di kota besar yang sangat padat seperti Jakarta ini.

Papan petunjuk hitungan mundur digital tersebut sudah banyak digunakan di kota besar seperti Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, dll. Sayangnya penggunaan di Jakarta masih sangat terbatas sekali. Entah apa penyebabnya, mungkin dari sisi pendanaan atau dari sisi birokrasi yang berbelit untuk pengadaannya.

By: Budy Snake

Social Observer

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: