//
you're reading...
Anjing, Binatang, Curah Hati

Belajar Kepada Anjing

Saya memiliki empat ekor Anjing Gembala Jerman (AGJ) atau biasa disebut Herder, seekor Golden Retriever dan seekor lagi jenis Herkam alias herder kampung, hehe…

Hari ini saya menjadwalkan untuk memandikan anjing-anjing peliharaan saya. Satu per satu saya rapikan bulu-bulunya dengan cara digunting dan disisir. Setelah proses tersebut selesai lalu dilanjutkan dengan memandikan anjing tersebut dengan dibantu oleh seorang asisten saya.

Satu ekor anjing memakan waktu lebih kurang 45 menit, memang saya melakukan dengan cermat dan tidak mau terburu-buru. Tidak terasa waktu 3 jam berlalu dan empat ekor anjing telah bersih. Ketika tiba giliran saya memandikan anjing golden, tiba-tiba salah satu erder betina saya berbuat ulah. Herder tersebut terus menggonggong ingin bergabung bersama kami. Tetapi tetap saja saya ikat di sebuah tiang karena sudah pasti akan mengganggu kami. Tapi herder tersebut terus saja menggonggong bahkan ketika saya tegur sekalipun. Ketika saya hampiri dia diam saja, begitu saya berbalik arah dia mulai menggonggong lagi. Terus menerus seperti itu seolah mempermainkan saya.

Hingga tiba saatnya kesabaran saya mulai habis, saya hampiri dia lalu saya pukul dia. Saya tahu sebenarnya itu tidak boleh dilakukan karena dapat berdampak buruk untuk mentalnya. Tetapi saat itu saya lakukan bahkan berkali-kali. Apa yang terjadi?… Dia tetap tidak berubah. Akhirnya saya mengalah,saya pindahkan dia ke tempat lain agar dia tidak melihat aktivitas kami yang sedang memandikan si Golden. Setelah itu saya tinggalkan dan kembali memandikan si Golden di lain tempat yang tidak terlihat oleh si Herder. Dia pun tenang, tak bersuara lagi.

Dari hal tersebut, saya semakin mengerti bahwa sebenarnya terjadi adalah keinginan si Herder untuk bergabung bersama saya, rasa ingin bergabung begitu besar, ingin sekali lepas dari tali untuk bermain bersama saya. Saya pun berpikir bahwa inilah hidup, terkadang kita menghadapi tingkah laku orang yang menyebalkan seperti layaknya saya menghadapi anjing Herder saya tersebut. Saat-saat kesabaran kita diuji dan saat dimana kita harus mengalah untuk menang, saat dimana kita harus bisa untuk memahami perasaan orang lain. Hal penting ini saya dapat dari pengalaman saya memandikan anjing. Walaupun hal ini sudah saya alami berkali-kali tetapi kejadian tadi berkesan untuk saya.

Ada satu hal lagi, yaitu saya kembali si Herder begitu antusiasnya menyambut saya bahkan terus mengikuti saya ketika tali dilepas. Padahal baru setengah jam yang lalu saya pukul dia berkali-kali. Tiada dendam, tiada amarah, tiada pula kebencian kepada saya. Ah rupanya dia mengerti bahwa saya tetap pemiliknya, saya tetap menyayangiya, dia tetap mengerti bahwa saya adalah yang merawatnya sejak kecil walau tidak secara langsung.
Saya mendapat pelajaran berharga lagi dari seekor anjing. Herder tadi memberikan pelajaran bahwa kita harus tetap saling sayang, loyalitas, dan tetap bersatu. Anjing tadi walau dipukul berkali-kali ketika dia salah, tetap mendekat bila dipanggil dan tetap setia pada sang empunya.

Terkadang kita sebagai manusia harus mengakui bahwa apabila ditegur atasan, rekan kerja, sahabat atau orang tua kita menanggapi dengan rasa kesal, benci, bahkan kadang kala dendam. Seringkali respon negatif kita berikan kepada orang menegur kita, padahal sudah jelas kita yang salah. Saya tidak menyamakan manusia dengan anjing. Tapi faktanya seringkali kita tanpa sadar melakukan itu.

Mungkin inilah sepenggal kisah yang membuat kita bisa lebih memahami hukum cinta kasih, mau mengakui kesalahan kita dan bukan mencari kambing hitam apalagi sampai timbul dendam. Kita bisa belajar dari banyak hal di dunia ini walaupun kepada anjing yang memiliki sifat setia dan tidak pendendam.

By: Budy Snake
Social Observer

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

4 thoughts on “Belajar Kepada Anjing

  1. Nice story.

    Posted by tedytirta | 13 May 2007, 12:12 am
  2. To Tedytirta: Thanks atas komentar singkatnya. Semoga cerita tersebut bisa menginspirasi semua orang yang membacanya.

    Posted by mertanus | 20 May 2007, 5:29 pm
  3. Boleh cerita di atas dimuat di situs http://www.anjingras.com ? Thx.

    Posted by Angel | 24 November 2007, 8:43 pm
  4. klu udah pnya anak anjing nya saya di kasih y cz saya pencnta anjing bgt

    Posted by rendi | 1 December 2010, 5:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: