//
you're reading...
Curah Hati

Belanja Udang dan Ikan Segar di Pasar Kramat Jati

Malam kemarin saya bersama seorang rekan berangkat ke Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. Tujuan saya ingin membeli udang dan rekan saya ingin membeli ikan laut segar dengan harga yang pantas alias murah🙂. Perjalanan kurang lebih menempuh 15 Km dari tempat tinggal saya, karena malam hari pk 21.45 maka lalu lintas sudah agak sepi dan lancar. Namun perjalanan kami terganggu karena ban sepeda motor kami kempes terkena ranjau paku jalanan. Kisah selanjutnya mengenai ban kempes akan diceritakan di sini.

Kurang lebih pk 23.00 kami tiba di Pasar Kramat Jati. Setelah melihat-lihat sekilas kami pun langsung mendatangi satu salah satu penjual ikan dan udang, memang harganya relatif murah untuk ukuran Jakarta tentunya. Pasar tradisional yang terletak di jalan raya Bogor ini menawarkan berbagai macam jenis hasil laut, seperti kepiting, udang, kerang, dan aneka jenis ikan laut segar dari ukuran kecil sampai besar. Berdasarkan pengamatan saya hampir semua penjualnya berasal dari Madura (mohon koreksi kalau salah). Dari beberapa lapak yang saya kunjungi mereka berasal dari Madura, saya mendengar dari bahasa mereka. Saya belum tahu pasti sejarahnya kenapa banyak penjual di sana berasal dari Madura. Mungkin ada yang tahu?…

Tidak sampai 15 menit saya sudah mendapatkan jenis udang yang saya mau dengan harga Rp 25.000,00 per kilogram. Rekan saya pun membeli ikan Baronang dan ikan Kepala Merah dengan ukuran besar yaitu 3,5 kg saya tidak ingat harga Rp 15.000,00 per kg (kalau tidak salah ingat yah…) Saya pun tidak lupa membeli kepiting, saya keluarkan kemampuan saya untuk memilih kepiting yang gemuk dan banyak dagingnya agar tidak tertipu dengan penampilan display yang menarik. Karena pedagang juga tidak mau rugi yaitu dengan memajang kepiting dengan ukuran besar yang sebenarnya ada beberapa yang kurus alias dagingnya sedikit.

Sekedar tips dari saya, untuk penggemar kepiting; pilihlah kepiting yang bagian belakangnya keras apabila ditekan dengan jari, itu menandakan kepiting sehat dan gemuk, sampai saat ini saya tidak pernah salah pilih. Setelah memilih, jangan lupa untuk memastikan kepitingnya dalam keadaan hidup dengan menekan matanya, apabila aktif berarti kepiting masih hidup. Kepiting yang telah mati apabila dimasak akan menjadi tidak enak, tekstur dagingnya pun hancur. Untuk menghindari itu, kalau saya akan segera melepaskan tali pengikatnya segera setelah sampai di rumah. Letakkan dalam ember yang diberi sedikit air, hati-hati jangan sampai terlepas dan juga jangan sampai terjepit oleh capitnya. Dengan cara seperti itu kepiting akan lebih sehat dan kita bisa pantau kondisinya, apabila agak lemas sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum mati.

Setelah mendapat semua yang kami ingin beli kami pun segera pulang ke rumah. Segera setelah sampai saya mencuci udang dan memberikan bumbu. Malam itu juga sebagian dari udangnya saya goreng untuk supper alias makan tengah malam yang merupakan kebiasaan saya:)

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

One thought on “Belanja Udang dan Ikan Segar di Pasar Kramat Jati

  1. hati-hati ikan di kramat jati. jualan ikannya rame, lokasi disekitar depan rumah makan mekar.harga nya murah. kemarin jam 1 an pagi saya lewat pasar kramat jati.sy langsung cari ibu itu karena paling rame dan keliatan sibuk melayani para pembeli. saya periksa ikan bandengnya insangnya hitam, lalu bapak yang menemani jualan langsung datang bilang, ini ikan baru tadi sore, terus yang beli pun bilang itu hitam lumpur karena ditambak. saya ingat bandeng tidak hidup di lumpur, tapi saya percaya aj. setelah di pegang-pegang ikan, udang, dll tangan saya jadi kering lalu keriput, saya tau itu ciri-ciri formalin , karena sering pakai di lab untuk mengawetkan bahan. sampai di rumah insangnya saya cuci dan tanpa ada darah sedikitpun dan tetap hitam, daging ikan juga pucat dan padat kenyal, ciri-ciri daging berformalin seperti karet,. langsung saya kembali ke pasar saya lihat penjualnya sudah tidak berani menatap saya, saya tukar belut aj bu, ikan yang belum dipotong.tetapi ini yang sudah dipotong buat bapak dan ibu saja makan. dan saya benar-benar kapok.belanja di situ.(udah yang keberapa kali ketipu tukang ikan laut di pasar kramat jati).Belanja daging juga pernah , saya pilih yang tampak merah segar ternyata pas dicuci gajihnya pun ikut berwarna merah.
    cara mengenali ikan berformalin: pegang ikan kalau tangan jadi kesat dan bukan licin, maka mungkin sekali ikan itu berformalin.
    bila sudah digoreng tidak renyah tapi susah dicuil…maka itu tanda berformalin.
    semoga bermanfaat

    Posted by riadna | 14 December 2009, 10:39 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: