//
you're reading...
Curah Hati

Manajemen Emosi Dalam Pemecahan Masalah

Bruakkk!!! Sebuah gitar dilemparkan oleh seorang pemuda ke trotoar di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dalam sekejap pemuda itu lalu mengambil gitar tersebut dan membantingnya sampai tabung resonansi gitar itu pun pecah. Terlihat pemuda tersebut begitu emosional dan berusaha melampiaskan kekesalannya dengan membanting gitar itu.

Kejadian tersebut saya lihat kemarin sore saat saya dalam perjalanan menuju Kelapa Gading. Saya tidak tahu persis hal apa yang menyebabkan pemuda itu begitu kesal. Namun ketika saya melihatnya saya merasa kasihan. Bisa dibayangkan begitu kesalnya dia sampai-sampai dia membanting gitarnya di tempat umum. Yang saya heran, banyak sekali pengguna jalan dan beberapa pejalan kaki yang tampak acuh dan tidak peduli dengan kejadian tadi. Mungkin saja mereka takut menjadi sasaran kekesalan yah?🙂

Saya mencoba menerka-nerka apa yang telah terjadi pada pemuda tersebut sehingga dia sampai berbuat demikian. Mungkinkah masalah ekonomi? Mengingat saat ini adalah lebaran yang secara umum masyarakat Indonesia memiliki budaya konsumerisme. Lebaran baju baru, lebaran celana baru, perabotan baru dan perayaan yang tentunya membutuhkan uang. Atau masalah perasaan kecewa dengan seseorang? Saya pun memilih untuk tidak menebak-nebak karena memang tidak ada dasar sama sekali.

Yang jelas pemuda tadi menurut saya sudah lepas kendali dalam manajemen emosi. Saya pikir pemuda tersebut telah terserang depresi karena lingkungan di Jakarta yang keras dan bisa dikatakan “kejam” terutama bagi kalangan ekonomi sulit. Sudah mencari uang sulit, masih lagi ditambah masalah lain yang dirasa sangat berat. Hal tersebut yang membuat orang menjadi depresi dan bisa melakukan hal-hal diluar batas dan seringkali merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

Akhir kata saya menyimpulkan bahwa manajemen emosi begitu penting dan kita harus senantiasa bersyukur atas segala keadaan, karena kita masih diberi waktu oleh Tuhan. Waktu yang masih bisa berputar dimana kita bisa hidup di dunia ini.

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

6 thoughts on “Manajemen Emosi Dalam Pemecahan Masalah

  1. iya…. jakarta kota nya gak teratur trus..org nya banyak abis… tp kyaknya yg org maen gitar itu pengamen bukan? klo pengamen gak mungkin gara2 dia kesulitan uang.. logic nya gitar kan modal dia cari duit masa d ancurin? kan itu sih namanya bunuh diri =p
    ato jangan2 bukan gitar nya =p huehehe…. trus… klo gw ada d situ jg pasti cuek2 aja… ngapain org gelo d tangepin, kenal jg kaga =p
    dan benarrr… emosi itu harus d manaj…😀
    n mungkin kamu bs tulis article lebih lanjut gmn cara kontrol emosi… hehe..

    Posted by lidya | 20 October 2007, 10:24 am
  2. Hai Lidya…Terima kasih sudah berkunjung di blog saya.
    Orang itu bisa saja pengamen seperti yang saya duga. Memang logisnya tidak mungkin dia membanting gitar. Justru itu yang saya bahas, bahwa orang yang tidak berhasil mengatur emosi maka dapat melakukan hal-hal diluar logis.
    Tentang kontrol emosi mungkin akan saya bahas sedikit di artikel yang akan datang…

    Posted by mertanus | 20 October 2007, 10:18 pm
  3. emosi itu dapat meledak saat ada kondisi tekanan yang terus-menerus dan dia sudah merasa lelah untuk menghadapinya…. bisa saja gitas tersebut awalnya untuk menghilangkan stress, namun dia tidak menemukan kebahagiaan dari gitar tersebut, akhirnya gitar tersebut dibantingnya untuk melampiaskan kekesalannya. via sosialisasi manajemen stress mungkin orang2 yang sedang mengalami kondisi tekanan yang berlebihan akan dapat menemukan cara untuk mengatasinya

    Posted by nonik | 18 January 2008, 9:27 am
  4. kadang emosi tidak bisa diredam hanya dengan menarik napas sedalam2nya..emosi akan lebih mudah terlepas jika dikeluarkan tanpan ditahan2 karena semakin ditahan akan semakin besar tingkat emosinya…asalkan emosi yg dikeluarkan tidak merugikan diri sendiri dan org lain bahkan berguna misalkan berolahraga contohnya berlari sampai ngos2an..angkat barbel atau apapun olahraganya yg sangat menguras energi sehingga emosi pun akan padam seiring dengan terkurasnya energi..sekali lagi asalkan emosi yg dikeluarkan tidak merugikan diri sendiri bahkan org lain..it;s just my opinion..no offense.. peace

    Posted by mine | 18 November 2008, 7:28 pm
  5. hiii… menurut kamu sudah baikah managemen emosi dirimu?

    Posted by lucya | 5 July 2011, 4:30 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: