//
you're reading...
Curah Hati, Kesehatan

Radang Tenggorokan Menyerang (lagi)

Cuaca di Jakarta belakangan ini tidak menentu, terkadang panas sebentar, lalu mendung, kadang hujan tiba-tiba disertai angin kencang. Udara lembap dan banyak kuman penyakit yang mungkin menjadi penyebab kondisi badan saya agak menurun di minggu terakhir ini. Sampai pada akhirnya minggu lalu ketika saya berada di Bandung, tepatnya tanggal 7 Februari (Imlek) saya mulai terserang radang tenggorokan.

Kala itu saya sengaja tidak minum antibiotik karena saya berusaha untuk melawannya dengan kekebalan tubuh alami. Siang itu saya mampir di Platinum Restaurant di CiWalk (Cihampelas Walk) untuk menyantap seporsi kangkung daging sapi, seporsi siomay dan es lemon tea. Dengan harapan dengan asupan makanan yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh, namun makin malam makin memburuk. Bahkan dalam perjalanan pulang ke Jakarta di tengah malam suara saya mulai menghilang.

Esok harinya tanggal 8 Februari saya pun tetap bersikeras tidak minum antibiotik. Saya hanya konsumsi vitamin C 500mg dan sebutir multivitamin. Saya hanya berusaha untuk makan teratur dan banyak istirahat di kamar walaupun tidak tidur. Pola tidur pun menjadi makin ngaco, sampai akhirnya kondisi tenggorokan makin parah, saya katakan parah karena buat menelan makanan yang sudah dikunyah halus pun sakit sekali.

Akhirnya saya harus mengakui bahwa kekebalan tubuh alami saya kali ini belum bisa melawan bakteri yang sudah menyerang tenggorokan saya. Tanggal 9 Februari sore ketika bangun tidur akhirnya saya putuskan untuk meminum antibiotik. Karena kondisi badan yang lemas maka saya meminta tolong rekan saya Bapak Manus Latjuba (beliau adalah paman dari artis Sophia Latjuba) untuk membeli obat di Apotek Tomang Raya.
Obat yang saya beli adalah antibiotik dengan merek dagang Akilen yang mengandung Ofloxacin 400mg. Ibu saya yang merekomendasikan obat tersebut, beliau bilang antibiotik ini mantap sekali tetapi mahal. Ternyata memang benar bahwa obat ini sangat mahal untuk ukuran antibiotik yang pernah saya konsumsi seperti Amoxan atau Cefat. Setelah saya cari informasi di internet melalu Mr. Google, saya dapat informasi mengenai dosis penggunaannya yaitu 2 kali sehari atau 400mg setiap 12 jam.

Setelah saya konsumsi tiga kali, saya langsung merasakan perubahan yang berarti, suara pun kembali normal. Hanya saja saya merasa badan saya masih lemas dan tidak bergairah. Nafsu makan pun berkurang dan ada timbul rasa mual. Saya tahu bahwa hal ini adalah efek samping yang menyebalkan dari Akilen ini, dan sangat membuat tidak nyaman. Sampai hari ini saya masih konsumsi Akilen ini walau sudah mereda radangnya (antibiotika adalah jenis obat yang harus dihabiskan, agar tuntas dalam pembasmi bakterinya)

Demikian cerita saya seputar radang tenggorokan dan jenis antibiotik yang baru saja coba namun memiliki efek samping pada saya yaitu mual dan sulit tidur.

Jagalah kesehatan anda terutama di bulan ini karena cuaca yang tidak menentu membuat rawan penyakit. Apabila kondisi badan kita lemah maka kuman penyakit akan dengan mudah menyerang.

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

2 thoughts on “Radang Tenggorokan Menyerang (lagi)

  1. Halo Kang Budy, salam kenal. Ikut berduka cita atas terserangnya radang. Sukur deh sudah sembuh. BTW, sekarang lagi musim dingin-dingin lagi ni. Kalo Kang Budy mau melawan penyakit dengan daya tahan tubuh, pengalaman aku n keluarga, yang paling enak dan yahud sampe saat ini adalah pake Transfer Factor. Anakku dah turunan dari aku, kena dingin dikit dah radang. Kalo aku, dulu sih julukannya adalah Pilek Sepanjang Masa. Tapi sekarang dah nggak, secara dah jadi Transfer Factor mania. Cobain deh, selama ini dari semua yang pake aku belum pernah denger cerita kalo Transfer Factor itu jelek. OK d, selamat mencoba, dan semoga terhindar dari akibat cuaca yang lagi hujan mulu ini.

    Posted by Saron K. Yefta | 10 November 2008, 5:08 pm
  2. Saya minum akilen, dampak yang terjadi adalah timbulnya rasa mual,banyak buang angin dan tangan menjadi ba’al atw kebas kemudian terasa dingin.

    Posted by Bahar | 17 January 2014, 11:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: