//
you're reading...
Fotografi

Review Kamera Saku Digital BenQ DC 740i

Sejak tulisan pertama tentang kamera saku yang saya beri judul “Kamera Saku Digital C740i Sebagai Back-Up SLR” saya rilis sampai sekarang saya belum membuat review nya, padahal sesuai dengan janji saya pada alinea terakhir adalah akan segera di tulis hasil uji cobanya. Kamera tersebut saya beli pada bulan Oktober 2007, tepatnya tanggal 27 malam.

Saya teringat untuk membuat tulisan ini saya buat karena terinspirasi teman saya yang kemarin sore baru saja membeli kamera saku merek Nikon dengan tipe L14. Setelah kamera dibuka dan dicek segala kelengkapannya kami berdua mulai mencoba-coba dan membandingkan hasilnya. Sesuai dengan judul di atas, kamera saku saya adalah BenQ C740i.

Kurang lebih 2 jam teman saya mencoba-coba berbagai feature pada Nikon L14 miliknya. Sesekali kami pun membandingkan diantara keduanya karena memang bisa dibilang kamera tersebut berada satu kelas, yaitu: sama-sama memiliki resolution 7M pixel.

Saya tidak akan membandingkan kedua jenis kamera tersebut di sini karena kali ini saya hanya akan menulis tentang kamera saku BenQ DC740i yang saya miliki sesuai dengan judul di atas dan sesuai dengan janji saya pada artikel sebelumnya. Dan saya pun tidak akan menuliskan tentang spesifikasi dari kamera saku ini. Spesifikasi BenQ DC740i anda dapat lihat di sini.

Saya beli kamera ini karena saya merasa perlu kamera untuk back-up kamera SLR saya. Untuk itu saya memiliki kriteria tersendiri yaitu kamera yang akan saya pilih harus simpel, multiguna, dan canggih. BenQ DC740i menurut saya sudah dapat memenuhi ketiga kriteria utama tersebut.
Simpel, karena memang modelnya sangat sederhana, ukuran kecil, dan mudah dibawa-bawa ketika saya tidak memungkinkan bawa SLR. Paling tidak saya selalu siap untuk mengabadikan segala momen yang sekiranya menarik.
Multiguna, karena di dalam kamera BenQ DC 740i yang saya miliki ini memiliki 15 menu pilihan, yaitu: Auto, Movie, Shake-Free, Landscape, Backlight, Night Scene, Snow, Fireworks, Building, Hi ISO Portrait, Food, Text, Kids, Sunset, Voice Recorder. Diantara 15 belas menu tadi yang menurut saya sangat penting hanyalah 3, dan akan saya jelaskan di bawah ini:

  • Auto (P-A-S-M) Program – Aperture Priority – Speed Priority – Manual. Untuk menu ini adalah yang paling menarik untuk saya. Karena bisa dikatakan hanya BenQ yang menawarkan feature ini pada kamera saku di kelas 7Mp dan dengan harga yang relatif murah.
  • Movie. Menu ini memungkinkan saya untuk merekam gambar (30 frame per second) bergerak beserta suara. BenQ memberikan 4 pilihan kualitas gambar, saya tinggal pilih sesuai kebutuhan saya. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada konsumsi memori SD yang saya miliki.
  • Voice Recorder. Melalui menu ini memungkinkan untuk saya merekam segala macam percakapan yang memang perlu direkam untuk dokumentasi. Terkadang saya pun menggunakannya sebagai media rekam ketika saya sedang berlatih berbicara di depan umum. Dengan begitu saya bisa mendengar ulang apa yang telah saya katakan dan saya bisa mengoreksi apabila saya ada penggunaan kata, intonasi, dan artikulasi yang kurang tepat.

Tentunya masih banyak kegunaan dari ketiga menu di atas, dan itu tergantung kepada setiap orang. Buat saya pribadi ketiga hal tersebut sudah baik dan cukup untuk penggunaan saya selama ini. Untuk kualitas gambar pun sudah baik, hal ini didukung oleh lensa produksi Pentax dengan focal length 6,2mm – 18,8mm (pada film 35mm, ekuivalen dengan 37,5mm – 112,5 mm) sudah cukup OK kan? Walaupun ada zoom digital, tetapi saya tidak pernah menggunakannya.

Baterai tidak menggunakan rechargeable battery, namun menggunakan jenis AA, yang menurut saya sangat tepat sekali apabila dibuat sebagai back-up kamera. Sehingga pada saat darurat, saya bisa dengan mudah mendapatkannya. Kecuali warungnya kehabisan stok baterai yah🙂 Untuk itu saya sangat menyarankan untuk tetap membawa baterai cadangan kemanapun pergi, bila perlu membawa baterai cadangan lebih. Karena harga baterai cadangan tidak sebanding dengan hilangnya momen yang terlewat, bukankah demikian?

Untuk menu Anti Shake itu bukanlah teknologi tinggi seperti VR (image stabilization) yang biasa terdapat pada kamera atau lensa berteknologi tinggi. Anti Shake yang dijanjikan sebenarnya hanya main-main saja kalau menurut saya. Namun apakah hasilnya benar-benar tidak blur? Jawabnya betul, karena sebenarnya yang terjadi adalah saat dipilih menu Anti Shake, secara otomatis ISO di set pada angka tertinggi (1000). Jelas saja akan mengurangi blur (bahkan freeze) karena apabila ISO di set pada angka tinggi maka otomatis kecepatan rana pun akan meningkat pada kondisi cahaya yang normal tentunya.

Untuk konsumsi baterai, sampai saat ini saya tidak pernah mengukur secara benar, tetapi menurut saya selama ini termasuk hemat dan wajar walau pemakaian saya terkadang menggunakan lampu kilat. Selama ini saya menggunakan baterai AA type 2000 mAh merek Eneloop (baterai kualitas terbaik produksi SANYO Electric Co., Ltd di Jepang). Saya sangat puas dengan kemampuan baterai ini, tetapi di suhu normal loh ya🙂 Kalau di suhu dingin saya belum pernah coba soalnya, hehe. Tapi yang jelas, baterai apapun itu kalu di suhu yang sangat dingin sudah pasti akan turun drastis kemampuannya walaupun anda sudah charge penuh.

Sejauh ini saya merekomendasikan kamera saku BenQ DC 740i kepada yang berminat membeli kamera saku yang bagus dengan dana yang tidak banyak.
Sampai di sini dahulu review saya kali ini, nanti kalau ada tambahan saya akan update tentunya.

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

12 thoughts on “Review Kamera Saku Digital BenQ DC 740i

  1. HI, Mr Budy snake saya mau minta tips nya, camera saya sama dengan yg punya mas budy snake pakai, minta tips nya saya akan mempergunakan camera saya buat duplicasi resapsi pernikahan kakak saya setting apa yang baik untuk suasana acara pesta tersebut, mohon tips nya.trims..

    Posted by Mus | 11 March 2008, 12:41 am
  2. Coba anda gunakan Av atau Anti Shake atau bisa juga Hi ISO

    Posted by mertanus | 12 March 2008, 3:34 am
  3. Setting autofocus kameranya gimana ya? Kameranya sama ama punya Budi Snake

    Posted by Tisen | 10 June 2008, 3:49 pm
  4. kalo cara menggunakan manual, caranya gimana..ya…?

    Posted by adi | 26 August 2008, 5:02 pm
  5. halo mas.saya jg punya kamera yg sama dgn kmr mas tp saya masih bingung dgn menggunakan manual yach itu mas..utk menentukan diapragma,speed gmn yach mas..tombol yach yg mn??

    Posted by olic | 6 October 2008, 5:58 pm
  6. Hi Mas Budi ,

    Sorry , Mas saya punya Camera Digital BenQ DC C750 , saya mau nanya mengenai setingan Camera Digital BenQ DC C750 untuk Outdoor , mungkin item-item di menu nya hampir sama dengan kameranya Mas , begini Mas kalo Camera itu dipake di luar ruangan ( ditaman / dikebun , dll. ) hasilnya tidak bagus banget , hasil Fotonya terlalu terang sekali , tapi kalo didalam ruangan hasilnya bagus banget , saya sudah coba-coba merubah setingan pencahayaan dan lain-lainnya tapi hasilnya sama aja / sangat tidak bagus untuk memotret diluar ruangan terutama siang hari. Saya pikir cuma masalah di setingannya aja yang belum pas , saya mohon penjelasan dari Mas mengenai setingan di Camera itu untuk memperoleh hasil foto yang bagus diluar ruangan.

    Terimakasih Mas Budi.

    Posted by Pit Yung | 19 March 2009, 7:10 pm
  7. Hi mas Budi,
    mas saya puny kamera merk BenQ, yg saya mau tanyai kal kamera jatuh ke air laut dlm keadaan mati power ny apa lgs terbakar alias rusak…. Kr2 kal mau di servis tu di mana ya ktr ato t4 ny BenQ ny??? Trim’s

    thom45@ymail.Com
    085921805552 / thomas.

    Posted by Thomas | 9 July 2009, 10:41 pm
  8. review yg menarik

    un poste très intéressant ..
    merci

    Posted by thelight | 11 November 2009, 5:28 pm
  9. saya punya kamera saku BenQ DC 740i, tapi koq kalo saya ambil gambar dengan cahaya terang malah justru gambarnya cuma kelihatan putih saja, tapi kalo saya buat jepret di indoor gambarnya terlihat jelas…..
    mohon solusinya mas….
    saya sudah terlanjur sayang sama camera yang ini…..
    makasih…saya tunggu plisss yah…!

    Posted by syarief | 30 September 2012, 10:09 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Kamera Saku Digital C740i Sebagai Back-Up SLR « Blog Punya Mertanus - Budy Snake - 17 February 2008

  2. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » Nikon Coolpix L14 - 18 February 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: