//
you're reading...
Uncategorized

Harga BBM Naik VS Demo Mahasiswa Anarkis

Akhirnya pemerintah per tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 wib menaikkan harga BBM seperti minyak tanah, premium, dan solar. Hal tersebut menurut saya sudah dipertimbangkan secara masak oleh pemerintah. Karena seperti diketahui bahwa harga minyak dunia belakangan meningkat tajam. Bahkan terakhir saya mengetahui bahwa harga telah mencapai 135 US$ per barel (l.k. 159 liter).

Dua hari lalu saya membeli bensin di Shell. Ternyata seperti yang telah saya duga sebelumnya harga Shell Extra sudah menginjak Rp 9.999,00 yah bisa dikatakan Rp.10.000,00 kan… Luar biasa! Hal ini tidak mengherankan karena Shell selalu berkiblat pada harga minyak dunia. Apabila harga naik maka Shell pun akan menaikan harganya. Hal ini juga berlaku apabila harga minyak dunia turun, maka harga bensin di Shell akan turun.

Banyak orang yang tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM ini. Memang keadaan perekonomian Indonesia masih jauh dari kata stabil. Masih banyak masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan harga BBM yang belum naik saja masyarakat kita masih kalang kabut menyikapi harga sembako yang harganya melonjak belakangan ini.

Kalangan mahasiswa juga sangat aktif dalam menyikapi keputusan pemerintah ini. Namun yang sangat saya sayangkan adalah cara mahasiswa menyikapi yang tidak elegan. Mereka seringkali melakukan demo yang cenderung mengganggu kepentingan umum. Kegiatan mereka yang seringkali terjadi adalah membakar ban di tengah jalan, berdemo malam hari, melawan petugas, dan bahkan menyerang petugas. Dari kegiatan anarkis tersebut biasanya akan diakhiri dengan bentrok dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini petugas dari kepolisian.

Seperti yang beberapa hari lalu terjadi di kampus Unas, demo yang berakhir ricuh dan mengakibatkan beberapa korban dari mahasiswa akibat penyerangan balik dari pihak kepolisian. Belakangan saya membaca berita bahwa polisi melanggar HAM dan lain-lain. Menurut saya hal itu wajar saja terjadi. Karena polisi pun manusia biasa yang memiliki perasaan, harga diri, dan batas kesabaran. Mereka bukanlah robot yang hanya bekerja berdasar perintah dan kontrol dari pemilik. Ya wajar saja kalau mereka marah apabila diserang, dilempar batu, dsb.

Memang dalam kasus Unas saya melihat dari sisi polisi pun salah. Mereka menyerang balik dan cenderung berlebihan bahkan sampai merusak sebagian ruangan di area kampus. Tapi terlepas dari itu kita harus melihat masalah ini secara objektif dan realistis. Siapa yang memulai terlebih dahulu? Andaikan mahasiswa berdemo dengan tertib saya yakin hal tersebut tidak terjadi.

Belum lagi ada lebih 20 mahasiswa yang positif menggunakan Narkoba saat demo berlangsung. Lalu ada penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Unas terhadap petugas Polantas yang sedang bertugas. Nah hal-hal ini yang bisa saya katakan sebagai tindakan “memancing” reaksi dari Kepolisian.

Menurut saya gunakanlah asas “tepo seliro” atau tepa selira. Kalau anda tidak mau dipukul ya janganlah anda memukul. Jadi buat mahasiswa atau siapa pun juga yang mau berdemo ya silakan saja karena negara demokrasi, tapi ya itu tadi harus TERTIB. Sampaikan pendapat, aspirasi, dan komplain secara terhormat.

Oh ya, ada satu hal lagi yaitu: Demo mau model seperti apapun tidak akan membatalkan kenaikan harga BBM.

By: Budy Snake
Social Observer

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

7 thoughts on “Harga BBM Naik VS Demo Mahasiswa Anarkis

  1. Seandainya Mahasiswa diajak berdialog oleh Pemerintah sebelum menaikkan harga BBM.. semua ini tidak akan terjadi.

    Posted by isanova | 28 May 2008, 7:30 pm
  2. heran kok pada demen demo ya…emangnya kalau demo gitu bisa turun BBM?

    Posted by tedytirta | 29 May 2008, 10:34 am
  3. Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

    Posted by Alimun Bidatisudur (Ali) | 4 June 2008, 9:48 am
  4. Bwt mahasiswa: coba kl tidak menaikan BBM,gmn supaya negara ini tidak BANGKRUT! Paling kalian2 adl mhsw yg tidak punya krjaan y? Atw tidak lu2s? Apakah dengan menghancurkan fasilitas bisa memperbaiki keadaan?

    Posted by dudunavi | 25 June 2008, 6:29 am
  5. Ini yang paling bahaya dari bangsa yang telah dibodohi secara sistematis dan meluas.

    Omongan kalian semua seolah2x intelek, padahal common sense yang sesat.

    1. belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM. Coba periksa baik2x teori fiskal negara, omong kosong ini diulang2x para pejabat dan media massa kaki tangan penguasa modal, padahal BOHONG!!! Pencabutan subsidi dilakukan karena ada opportunity cost yang hilang, yang bisa diraih anggaran bila tidak dialokasikan untuk subsidi buat rakyat tapi menjual dengan harga pasar internasional.
    2. Sejarah belum berlalu lama, tapi orang2x oportunis sudah berkoar2x bahwa demo tidak berperan dalam merubah keadaan. Apa kalian sudah lupa tahun 1998, rejim otoriter yang tidak akan mengizinkan kalian hidup seperti sekarang ini, itu jatuh setelah serangkaian demo besar2xan rakyat? Apa kalian sudah lupa tahun 1999, sisa2x otoriterisme mau menerapkan UU Darurat Militer (UU PKB) pun berhasil dibatalkan karena perlawanan keras lewat demo?
    3. Kalau kalian mau marah jalanan macet, kenapa salahkan cuma pada demonstrasi? Bukan kah jalanan macet setiap hari oleh sikap hidup yang individualistis, siapa kuat dia yang menang, siapa bisa membeli dia yang berjalan? Bukan kah karena orang2x terjebak menggunakan mobil motor gila2xan karena hasutan industri otomotif dan dunia iklan yang membodohi plus dihancurkannya transportasi publik? Kenapa membuang kesalahan pada demonstran? Munafik!!!!
    4. Kalau bangsa ini tidak dibodohi, mengapa kita terpaksa percaya bahwa kenaikan BBM adalah bentuk pemerataan keadilan dan usaha penghematan? Lihat data statistik BPS dan BHP Migas, apakah terjadi pemerataan keadilan dan penghematan energi karena kenaikan BBM? Orang2x kaya seperti kalian justru semakin boros menggunakan energi, di atas kesengsaraan rakyat yang semakin miskin.
    5. Gak mau pembangunan kayak Venezuela? Omong kosong apalagi itu? Tidak kah menengok bagaimana kesehatan dan pendidikan masyarakat sekarang sangat maju di Venezuela? Ekonomi pun mampu bersaing, sehingga tidak lagi tergantung pada perusahaan2x multinasional penghisap yang membuat AS kaya raya?

    Bukan demonstran yang anarkis, tapi Negara Borjusi Republik Indonesia yang najis…

    Posted by kendar | 26 June 2008, 7:27 pm
  6. Buat Mas Kendar yang peduli …..

    Silahkan baca komentar dan perdebatan saya di http://www.ridhocyber.web.id/harga-bbm-naik-antrian-pom-bensin-membludak/
    Sekalian kasih komentar ya….

    Posted by Alimun Bidatisudur (Ali) | 27 July 2008, 10:13 pm
  7. mahasiswa mahasiswa…
    makhluk berpendidikan yang primitif..

    Posted by thamy | 11 February 2009, 11:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: