//
you're reading...
Curah Hati

Hampir Ditinggal Kereta Api Cirebon Expres

Kejadiannya hari Senin pagi kemarin. Saya bangun pagi pk 04.45 wib lalu segera bersiap untuk pergi ke Cirebon menggunakan Kereta Api. Belakangan saya memang tergolong lumayan sering menggunakan jasa kereta api untuk jalur Jakarta – Cirebon ataupun sebaliknya. Sesuai rencana saya akan berangkat dari rumah pk 05.30 dijemput oleh rekan saya menuju Gambir. Namun sampai waktu yang ditentukan belum juga dia datang untuk menjemput saya. Setiap SMS yang saya kirim sebelumnya mendapat status “delivered” yang artinya pesan tersebut sudah masuk. Sampai 5 menit berlalu saya akhirnya menghubungi via telepon ke HP rekan saya tersebut dan ternyata tidak aktif! Waduh, saya makin bingung, ada apa ini? Saya coba hubungi ke nomor yang lain tetap sama, tidak aktif pula. Maka saya segera kontak rekan saya yang lain yang kebetulan memang sedang berada di tempat saya tinggal, saya memintanya untuk antar saya. Dia pun setuju namun dengan konsekuensi saya harus menunggu di beres-beres sebelum pergi.

Saya memang harus pergi di jadwal pagi ini karena memang ada acara pk. 10.00, hal inilah yang membuat saya sedikit kalang kabut di saat waktu yang sudah mepet. Akhirnya saya berangkat pk. 05.55 menit, bayangkan saja sedangkan jadwal kereta Cirebon Expres pagi itu berangkat pk. 06.00. Saya hanya memiliki waktu 5 menit plus beberapa menit keterlambatan jam berangkat kereta (memang seringkali berangkatnya ada telat beberapa menit) kali itu keterlambatan kereta sangat saya harapkan, hehe.

Dengan membonceng sepeda motor tanpa helm saya menuju Stasiun Gambir – Jakarta Pusat. Nekat juga kami ini, tanpa helm melewati jalan protokol Ibu Kota. Begitu sepeda motor berhenti di samping stasiun saya bergegas lari menuju loket sambil terdengar pengumuman bahwa kereta Cirebon Expres segera diberangkatkan dan kepada pengantar agar segera turun. Saya melihat petugas loket pun sudah hampir pergi dan menutup loket. Namun akhirnya saya segera dilayani dan saya bergegas masuk ke area stasiun.

Ada beberapa kejadian yang menggelikan ketika saya masuk dalam stasiun. Begitu saya membeli tiket, para petugas yang jaga di pemeriksaan karcis langsung mengarahkan saya menuju eskalator sambil setengah berteriak karena dia tahu saya dalam saat kritis, hehe. Begitu naik eskalator yang kebetulan cukup padat oleh para calon penumpang kereta jurusan lain, para calon penumpang dan para kuli angkat barang pun segera memberi jalan kepada saya. Itu pun dilakukan sambil berteriak dan memberi arahan jalan kepada saya agar bisa mencapai lantai 3 di jalur yang benar dan cepat. Mereka menyarankan saya lewat tangga biasa dari lantai 2 menuju lantai 3 agar lebih cepat walau harus berlari dengan cepat.

Benar-benar menggelikan kejadian itu, sampai-sampai saya terus tersenyum sambil berlari dan terburu-buru. Satu keyakinan saya saat ini saya pasti bisa masuk dalam kereta apapun yang terjadi. Ternyata tepat, saya masuk kereta 10 detik sebelum kereta berjalan cepat. Sebagai gambaran saat itu saya mengenakan kemeja dan celana panjang lengkap dengan jas jaket dan membawa tas ukuran sedang dengan bobot yang lumayan karena saya membawa seluruh perlengkapan pergi saya lengkap dengan kamera DSLR yang selalu setia menemani walau jarang digunakan, karena dalam prakteknya saya sering menggunakan kamera saku digital merek BENQ.

Sudah bisa ditebak, akhirnya saya harus berpanas-panas ria di dalam kereta sambil mencari gerbong tempat saya duduk. Karena saat itu saya berada di gerbong kelas bisnis, yah asal masuk dululah pikir saya saat itu daripada ketinggalan kereta. Ternyata saya harus melalui lima gerbong sebelum saya tiba di gerbong yang saya tuju, lumayan juga sambil berjalan di dalam kereta yang sudah melaju dan panasnya badan saya oleh karena panas sehabis berlari pendek, hehe.

Setalah saya duduk saya segera memasan minuman teh manis hangat dan membeli koran Media Indonesia sambil mendinginkan badan. Saya bersyukur bisa sampai dengan selamat dan tidak ketinggalan kereta sehingga jadwal saya tidak terganggu hari itu. Berbeda dengan pengalaman beberapa rekan saya yang pernah ditinggal kereta karena salah jalur ataupun telat bangunšŸ™‚

Update:

Belakangan diketahui bahwa rekan saya yang semula ingin menjemput ternyata tidak pernah menerima SMS malam sebelumnya dan paginya sebelum saya berangkat. SMS yang telah saya kirim baru masuk secara bersamaan pada pukul 08.00 wib. Yah mungkin saja karena HP rekan saya tersebut sebenarnya memang mati, ya hanya Tuhan yang tahu. Tapi mengapa statusnya “delivered“? Itu yang membuat saya makin kecewa dengan layanan Flexi yang memang digunakan oleh rekan saya tersebut. Dalam beberapa kesempatan sering sekali SMS telat masuk walau HP yang bersangkutan aktif dan bisa dihubungi.

Sejak saat itu saya tidakĀ  akan pernah mau percaya dengan layanan SMS di Flexi khususnya, lebih baik kita tetap konfirmasi ulang via telepon.

Demikian cerita saya tentang hampir ketinggalan kereta api, semoga tidak menimpa rekan lain, hahaha…

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

7 thoughts on “Hampir Ditinggal Kereta Api Cirebon Expres

  1. gabung mass ke paguyuban cirex
    di gerbong 3 cirebon express

    Posted by paguyubancirex | 27 April 2009, 8:50 pm
  2. hua….. ha… cerita cukup menegangkan bung !!!

    Salam Kenal
    dari Komunitas Cirex ( Cirebon Express )

    Posted by Paguyuban Cirex | 14 May 2009, 5:45 pm
  3. Mnt jdwal cirex dr cn/gmr dunk? Lgkp y

    Posted by Mamz | 13 June 2009, 12:08 pm
  4. tolong dong sampaikan kepada pimpinan setasiun cirebon agar kereta cirex yang dari tegal menuju jakarta yang jam 16:15 tolong di ganti lagi menjadi jam 5 krang 5 untuk jam keberangkatan nya karena saya pulang kerja dari tegal jam 5 karang gt, dan tolong kereta cirex ini jln nya harus cepet jangn lambat/apa lagi kalo yang keberangkatan malam dari stasiun gambir menuju kota tegal pasti telat banget-banget dan banyak gangguan nya

    Posted by muhamad hasani | 14 March 2010, 10:15 am
  5. oh ya 1 lagi nh tolong keamanan di daerah lewat dari stasiun brebes di pinggiran sawah kereta yang kita naiki di timpuki oleh anak-anak yang sedang bermain di sawah,tolong kepada petugas KA yang bertanggung jawab mengaman kan wilayah nya tolong di aman kan karena takut memakan korban dari penumpang KA

    Posted by muhamad hasani | 14 March 2010, 10:18 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: