//
you're reading...
Curah Hati

Antara Aku, Grage Mall & Cirebon

Cirebon berintan. Bersih indah tertib aman. Itulah kota yang memiliki kenangan tersendiri buat saya pribadi. Walaupun kota ini bukan sebagai tanah kelahiran saya, namun setengah masa kecil saya dihabiskan di kota Cirebon ini. Panas dan bebas macet, itulah kesan pertama kali ketika pindah dari kota Bandung nan sejuk.

 

Waktu berlalu begitu cepat. Segala hal banyak berubah yang terasa begitu cepat. Setiap kejadian berlalu seolah secepat kilat, seiring pula dengan berkembangnya kota Cirebon. Contoh saja, terminal angkutan kota dan kolam renang Gunung Sari tempat saya berlatih renang saat sekolah dasar, dalam sekejap telah berubah menjadi bangunan mal besar yang diberi nama Grage Mal. Itu pun terus berkembang hingga saat ini. Bukan hanya mal saja yang berkembang makin luas, namun hotel pun sudah ada lengkap dengan gedung pertemuan yang luas. Cepat sekali waktu berlalu, rasanya seperti baru kemarin berlatih berenang di sana. Sekarang sudah berubah total menjadi sebuah lokasi perbelanjaan besar yang menyatu dengan hotel berbintang.

 

Seringkali kita tidak terasa melalui kejadian demi kejadian. Rasanya baru kemarin kita berkumpul bersama teman-teman sekolah, bercanda, bernakal-nakal ria, membuat onar di sekolah. Sekarang tidak terasa semua itu sudah berubah seiring berjalannya waktu itu. Teman-teman sudah banyak yang menikah dan bahkan sudah memiliki anak lebih dari satu.

 

Tiba-tiba saja saya teringat pada masa sekolah di bangku SMP. Saat itu anak-anak sekolah di kota Cirebon ini sedang dilanda “demam” Timezone. Saat itu baru saja dibuka Grage Mal, yang merupakan mal besar dan baru. Apalagi di dalamnya ada sebuah wahana Timezone yang bagi kami anak-anak sekolah saat itu begitu menarik.  Sebagaimana kita ketahui bersama Timezone adalah sebuah wahana aneka permainan yang cukup lengkap dan menarik. Ya menarik, karena hampir setiap permainannya akan mendapat bonus kupon yang nanti dapat ditukar dengan hadiah. Besar kecilnya hadiah ditentukan dengan banyaknya kupon yang berhasil dikumpulkan, jenis hadiahnya pun bebas dipilih. Menarik, sangat menarik memang.

 

Saya seringkali datang dengan beberapa teman sekolah. Yang kami cari sudah pasti wahana Timezone itu dan biasanya kami memilih permainan balap motor. Walau permainan itu tidak mengeluarkan kupon sebagai bonus tapi kami sangat antusias karena ada kompetisi di dalamnya.

 

Saat-saat menyenangkan itu tiba-tiba teringat jelas di ingatan saya. Rasanya baru kemarin itu semua terjadi. Rasanya baru kemarin kami naik becak bersama. Rasanya baru kemarin kami pergi berenang dengan konvoi sepeda motor menuju daerah Sangkanurip. Rasanya baru kemarin saya berusaha mengelabui guru Bahasa Indonesia karena tidak mengerjakan tugas yang diberikannya. Terkadang lucu memang apabila teringat akan masa-masa itu. Yah memang saat itu banyak kenangan yang sulit terlupa. Kenangan lucu akan sulit terlupakan, apalagi kenangan yang menyenangkan bersama teman dan kenangan menyedihkan pun akan selalu teringat.

 

Saya sadar sesadarnya bahwa itulah realitas hidup yang tidak bisa ditolak. Waktu akan terus, terus, dan terus berjalan tanpa mempedulikan kita. Tinggal bagaimana kita memaknai waktu dan memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Apabila kita menggunakan waktu hanya untuk melakukan yang sia-sia maka hasilnya pun akan sia-sia pula. Karena waktu akan terus berlalu tanpa bisa kembali lagi. Itu adalah realita kehidupan yang sangat saya pahami, sehingga itu akan memotivasi saya untuk lebih memanfaatkan waktu dengan seefisien mungkin. Karena waktu yang sudah lewat tidak mungkin untuk kembali.

 

Hidup adalah pilihan. Kita selalu dihadapkan pada pilihan, pilihan, dan pilihan. Sejak kita bangun tidur, membuka mata, kita sudah dihadapkan dengan pilihan. Maka pilihlah semua itu dengan benar dan bertanggungjawab. Karena ketika kita tidak memilih pun itu sudah merupakan suatu pilihan. Gunakan waktu yang ada untuk memilih sesuatu yang terbaik dan bertangungjawab pada pilihannya.

 

Kembali lagi mengenai cerita saya di atas. Yang ingin saya sampaikan adalah waktu itu akan terus berjalan, berputar, terus, terus, dan terus tanpa menghiraukan kita. Maka gunakan waktu yang ada dengan selalu memilih yang terbaik karena hidup adalah pilihan.

 

Sekarang tidak terasa sudah 16 tahun sudah saya lewati sejak masa-masa sekolah di bangku SMP di kota Cirebon ini. Saat dimana saya bersama teman-teman seringkali bermain ke Timezone dengan masih menggunakan seragam sekolah, yang sebenarnya dilarang oleh sekolah masuk ke dalam mal dengan masih berseragam. Yah itulah masa anak-anak yang terkadang memang lucu kalau ingat saat nakalnya. Tidak terasa pula sudah 16 tahun Grage Mal Cirebon berdiri hingga saat ini dan akan terus berkembang hingga Grage Mal 2.

 

Manfaatkan waktu yang baik dan pilihlah sesuatu yang terbaik. Semoga kota Cirebon makin berkembang terus. Sukses untuk Grage Mal dan sukses untuk seluruh warga Cirebon. Amin.

 

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

One thought on “Antara Aku, Grage Mall & Cirebon

  1. Dulu nasi jamblang Mang Doel juga adanya dekat kolam renang Gunung Sari kan?

    Posted by tedytirta | 12 January 2013, 3:42 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: