//
you're reading...
Curah Pikiran

Filosofi Kura Kura

Sejak sepuluh tahun lalu saya memelihara kura kura kepala babi atau moncong babi. Sebesar ukuran emping saat saya pelihara. Saya pelihara beberapa ekor. Saat ini masih tersisa dua ekor dengan ukuran yang sudah besar sekali, lebih besar dari piring makan. Sehat, sangat lincah.

Selain jenis moncong babi, saya memiliki beberapa ekor Red Eared Slider atau lebih familiar disebut Kura Brasil. Total sampai dengan sekarang ada 15 ekor kura kura air dewasa. Sangat lucu apalagi saat jam makan. Berkumpul di satu sisi kolam untuk menunggu makanan.

Sebagai pencinta binatang, saya memang senang sekali memelihara kura kura. Selain karena unik, juga ada nilai filosofis di baliknya. Biar lambat asal selamat itu kan identik dengan kura kura. Ada lagi menurut rekan saya dari Semarang bahwa kura kura itu identik dengan umur panjang.

Sabtu kemarin saya mendapat kesempatan berkunjung ke tempat beliau di Semarang. Saat saya masuk ke kantornya saya mulai melihat pernik-pernik pajangan kura kura. Ada yang berupa patung kecil maupun kura kura asli yang telah diawetkan. Hobinya sama, pikir saya. Di halaman depan pun ada beberapa kura kura Red Eared Slider atau biasa disebut kura kura Brasil.

Pelan tapi pasti, itulah kura kura. Sama seperti ketika saya tampil dalam pertunjukan mencium kepala King Cobra. Pelan, fokus, namun pasti. Cup muachhh!

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: