//
you're reading...
Binatang

Kasih Sayang Anggun

image

Satu minggu sudah dua ekor burung betet baru yang saya dapat dari Bandung ada di rumah. Teman saya langsung datang bersama keluarga untuk mengantarkan burung sekalian berlibur hari Minggu lalu.

Satu ekor sangat jinak walau sudah dewasa. Tanpa dikandang, hanya rantai. Walaupun di rumah saya biarkan bebas tanpa rantai. Yang satu ekor lagi datang dalam keadaan dikandang. Agak liar, kelihatan sangat takut ketika didekati apalagi ketika tangan saya masuk ke dalam kandang.

Ini saatnya saya untuk beraksi untuk menjinakkan si Jutek, hehe. Saya sebut saja si Jutek karena sifatnya yang belum jinak total. Bahkan tangan saya pun digigitnya ketika berusaha mengelus badannya.

Menurut almarhum kakek, saya itu katanya mampu berkomunikasi dengan binatang. “Budy itu bisa berkomunikasi dengan binatang,” kata alm. kakek saya suatu ketika kepada seorang teman saya. Saat itu saya sedang menunjukkan kemampuan bermain main dengan ular berbisa. Cobra.

Foto di atas adalah si Jutek yang baru selesai mandi.

Maka kemarin siang, saya bertekad untuk mulai “menaklukkan” si Jutek. Ada beberapa metode yang saya lakukan. Metode yang saya pelajari dari beberapa sumber dari beberapa tahun silam. Salah satunya dari seorang bird keeper atau pawang burung di Bali Bird Park di Gianyar, Bali.

Namun yang ingin saya ceritakan di sini adalah pentingnya kasih sayang dan kesabaran. Dalam melatih si Jutek saya menerapkan hal ini. Entah berapa kali saya digigit. Terkadang sakit sekali walau tidak sampai luka. Namun saya tetap sabar, tenang, dan tidak pernah membalas. Ya iyalah, masa saya balas menggigit, hehe. Saya tetap perlakukan dengan lembut.

Saya mulai coba mandikan, saya sabun dengan sabun Carex. Harapannya si Jutek jadi bersih, bebas kutu, dan mungkin sedikit wangi. Saya perlakukan dengan kasih sayang sambil selalu saya elus bagian kepala atau punggung.

Ajaib!

Aneh!

Tapi memang nyata. Si Jutek berubah. Mulai diam ketika dielus kepala. Sudah tidak menggigit lagi. Bahkan malam harinya, persis kemarin malam si Jutek sudah mau bertengger di jari tangan atau pundak.

Memang betul teknik untuk menjinakkan burung. Tapi yang paling penting adalah sikap kita. Kasih sayang itulah kuncinya. Hewan memang hanya mengandalkan naluri. Namun aura kasih sayang itu bisa dirasakan oleh hewan seperti si Jutek ini. Apalagi kita lakukan dengan sesama manusia. Sungguh indah apabila kasih sayang bisa menjadi dasar dari sikap kita sehari hari. Kekuatan kasih sayang sangat besar walau tanpa kata-kata. Burung saja bisa merasakan…

Teori untuk membedakan jenis kelamin yang baru saja dapat beberapa hari lalu dari seorang rekan di Yogyakarta juga saya praktekan.

Kini si Jutek sudah tidak ada. Kini yang ada si Anggun. Saya beri nama Anggun karena setelah diamati ternyata burung ini berjenis kelamin betina.

Sampai tulisan ini selesai dibuat pun si Anggun tetap setia menemani. Bertengger di pundak kadang berpindah ke pangkuan.

Selamat datang Anggun…

By: Budy Snake

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

One thought on “Kasih Sayang Anggun

  1. Jinak betulkan……

    Posted by Agus Tj | 22 May 2013, 1:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: