//
you're reading...
Curah Pikiran

Menantang Diri Sendiri

Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Ungkapan itu sering saya dengar sebelumnya. Itu yang selalu menjadi penyemangat ketika sedang mendapat tantangan. Kalaupun tidak ada tantangan maka saya cari tantangan.

Kali ini saya menantang diri saya dengan tantangan olahraga ketahanan fisik. Lari. Hobi saya yang sudah lama sekali ditinggalkan. Lari. Lari. Lari.

Gelaran lomba lari yang diselengarakan oleh Pocari Sweat kali ini saya sambut dengan antusias. Hampir saja saya terlambat mendaftar. Saya tertantang untuk ikut lomba lari 10 km. Dengan mantap saya mendaftar Pocari Sweat Run 2014 ini dengan mengambil kelas 10 km. Padahal ini lomba lari pertama saya setelah tahun 2003 lalu mengikuti Jakarta 10K di Thamrin – Sudirman. Namun saya menantang diri sendiri untuk dapat mengikuti lagi lomba lari 10K. Target untuk menang dan naik podium? Tentu saja tidaklah. Target utama saya kali ini adalah bisa mencapai garis finish dengan baik. Walaupun ada target kedua yaitu bisa mencapai garis finish dengan waktu kurang dari 1 jam 30 menit.

Untuk mengikuti gelaran lari 10K ini bukan berarti tanpa persiapan. Saya sudah komitmen bahwa mulai Januari 2014 ini akan memulai latihan. Sebelumnya sama sekali tidak pernah berlatih. Maka komitmen saya adalah mulai berlatih lari lagi minimal seminggu satu kali. Tidak muluk-muluk memang. Yang penting istiqomah-nya. Itu yang saya pegang. Itu yang menyemangati saya.

Minggu awal latihan bukan tanpa masalah. Semangat yang besar untuk berlatih lari hampir saja punah seketika. Mengapa? Di awal latihan lari saya baru merasakan bahwa fisik saya sudah berubah tidak seperti dulu. Otot nampak masih sangat kaku, paru-paru pun bekerja sangat keras, seluruh organ tubuh serasa kaget dengan pola latihan yang tiba-tiba. Kali pertama itu saya hanya berlari tanpa henti selama 13 menit. Napas terasa berat, keringat bercucuran, betis dan lutut terasa sakit. Saya hentikan latihan lari kali itu dengan berjalan sambil pendinginan. Segera saya minum air mineral. Ingin rasanya saya minum Pocari Sweat namun harus saya tunda dulu karena saya juga komitmen untuk tetap menjalankan puasa OCD.

Seluruh badan terasa sakit. Siang itu setelah latihan saya ingat betul saat jalan-jalan di mal bagian paha atas terasa sakit padahal hanya untuk berjalan.🙂 Setelah pemulihan beberapa hari tiba saatnya saya harus berlatih lagi. Target saya adalah harus selalu lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Walau beda beberapa menit, harus lebih baik. Maka kali kedua saya berlari tanpa henti sampai 14 menit. Beda sedikit dengan waktu sebelumnya. Tetap lebih baik. Saya hentikan latihan hari itu dengan kondisi fisik yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Sambil menunggu 11 Mei untuk lomba saya tetap berlatih. Bukan latihan keras. Hanya berlatih biasa. Tetap komitmen untuk berlatih dan tekad untuk mengikuti lomba dengan baik. Kondisi fisik sudah mulai berubah. Lebih siap. Lebih fit. Makin siap untuk ikut lomba.

Dari pengalaman tersebut saya membuktikan bahwa semua tantangan seberat apapun bisa asal kita mau melakukan perubahan. Mau keluar dari zona nyaman. Walau terasa berat di awal. Namun dengan istiqomah semua bisa dilalui. Terbukti setelah beberapa minggu berlatih fisik saya sudah saya nyatakan siap untuk mengikuti lomba lari 10K.

Minggu demi minggu dan latihan demi latihan saya jalani dengan baik. Dengan tetap istiqomah. Tetap semangat menjaga mood. Tetap pula menjalankan OCD. Jadi setiap kali latihan pasti dalam keadaan puasa. Hanya minum air putih. Sangat sehat bukan? Ya ini memang salah satu pola latihan saya.

Saat itu memasuki bulan April. Tiba saatnya saya menantang diri sendiri. Saya putuskan untuk mengikuti Pocari Sweat Run 2014 yang akan diadakan di Mal Alam Sutera, Tangerang. Pilihan saat itu ada dua yaitu 5K dan 10K. Namun saya sudah bertekad sejak awal untuk mengikuti 10K. Hal itu diperkuat lagi saat mendaftar kelas 5K sudah ditutup alias sudah habis kuotanya. Ini membuat saya makin yakin. Saya mendaftar via website langsung saya bereskan malam itu juga. Tenang rasanya sudah beres mendaftar. Tinggal menunggu hari perlombaan saja.

Budy Snake. April 2014.

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: