//
you're reading...
Curah Pikiran

Meramaikan Pocari Sweat Run 2014 (bagian 2)

Pagi itu tanggal 11 Mei 2014. Bus White Horse yang saya tumpangi melaju mulus menembus subuh di bilangan Sudirman menuju Pocari Sweat Run di Alam Sutera, Tangerang.

Tiba di lokasi acara pukul 04:45. Masih gelap, tampak beberapa peserta lomba sudah hadir dan melakukan pemanasan.

Saya sendiri memilih untuk segera menuju toilet darurat yang sudah disediakan panitia untuk membuang kelebihan cairan tubuh.

Setelah itu saya “terpaksa” buka puasa di awal dengan pisang yang saya bawa dari rumah. Baru kali ini saya buka puasa OCD di pagi hari. Sejak mulai OCD September tahun lalu selalu buka puasa di sore hari.

Buka puasa di awal ini sebagai perkecualian di hari lomba. Toh nanti saat lomba pun akan disediakan hydration point berupa Pocari Sweat. Setelah itu saya minum lagi sisa air mineral yang saya bawa. Dengan harapan bisa BAB sebelum lomba. Tapi pada akhirnya ternyata tetap gagal.

Sambil menunggu peserta lain datang saya pun berkeliling area sekitar. Menyapa beberapa panitia yang nampak sibuk berkoordinasi melalui pesawat radio. Sibuk. Semua nampak sibuk. Memastikan semua acara berjalan dengan baik sesuai rencana. Saya terus berkeliling sambil melakukan pemanasan otot kaki dan badan.

Fasilitas yang disediakan panitia lengkap dan sangat profesional. Di pojok lokal ada toilet portable. Dengan jumlah yang cukup. Nampak di dekatnya ada tempat penitipan barang. Sangat rapi dan pelayanan cepat dengan didukung tim yang cukup.

Juga terlihat satu meja besar dan panjang yang menyajikan ratusan gelas plastik berisi Pocari Sweat. Yang disediakan bagi peserta sebelum mulai lomba. Mantap banget deh.

Di sisi sebelah juga telah disediakan tenda besar yang berfungsi sebagai refreshment area. Disediakan bagi pelari yang telah mencapai finish untuk bisa mengambil minum dan medali penamat.

Bergeser sedikit dari situ. Nampak sebuah panggung dengan dilengkapi dengan podium peringkat untuk penganugerahan hadiah bagi pemenang. Tepat di seberangnya ada juga Pocari Sweat Lounge.

Saya terus berjalan berkeliling. Melewati beberapa stan dari berbagai produk yang berjualan makanan dan minuman.

Para sponsor pun membuka gerai. Seperti: Adidas, Menshealth Magazine, Sunpride, Gold’s Gym Fitness, BII, dan Asuransi Tokio Marine Indonesia.

Ada satu hal yang cukup mengejutkan dan membuat para peserta agak goyah mental. Hujan cukup deras. Ya pukul 05.00 turun hujan rintik rintik sampai deras. Saat itu segera saya berteduh di tenda penjualan Pocari Sweat.

Saat itu saya sangat geli melihat beberapa peserta yang sejak awal selalu sibuk dengan gadget canggihnya. Seketika wajah mereka berubah panik. Sibuk menyelamatkan perangkat canggih berupa telepon pintar dan earphone-nya.

Saat yang sama saya pun membayangkan betapa paniknya panitia. Karena hal ini yang di luar prediksi. Namun saat itu saya sangat yakin bahwa hujan tidak akan lama. Paling tidak saat start jam 06.00 hujan pasti sudah berhenti. Karena apa? Karena doa ribuan peserta donk. Bukan karena pawang hujan loh ya. Maaf untuk hal yang satu itu saya tidak percaya. Kalau pawang ular sih memang ada.haha.

Hujan berhenti. Para peserta mulai memadati area start. Saya sendiri tetap menunggu. Menunggu mules datang. Biar saat lari tanpa beban. Tapi tetap gagal.

Akhirnya saya putuskan untuk segera ke area start saja. Saya bergegas menuju tempat penitipan barang. Semua barang saya titipkan. Tidak membawa apapun kecuali hanya jam tangan dan membawa uang dua lembar. Antisipasi saja untuk keadaan darurat.

Sebelum ke area start saya ambil segelas kecil Pocari Sweat. Area start sudah penuh sesak. Saya pun berada di urutan belakang. Tidak masalah, tidak berpengaruh lah.hehe.

Tidak lama acara pun dibuka oleh MC. Disusul oleh munculnya beberapa instruktur yang akan memimpin pemanasan. Namun untuk sesi ini sangat tidak efektif karena area sudah penuh sesak. Bagaimana bisa pemanasan, gerak saja sulit. Hehe. Akhirnya saya hanya jalan di tempat saja.

Ada lagi yang menarik. Saat acara pemanasan diliput oleh helikopter kamera. Canggih. Menarik. Maklum saya baru pernah melihat langsung helikopter kamera ini bekerja. Terbang rendah di atas lautan manusia yang bersiap untuk start.

Tiba saat untuk melakukan start. Walau agak terlambat akhirnya pukul 06.15 lomba lari pun dimulai. Saya mulai lari dengan tempo lambat dahulu di awal. Sampai tiba di km 1,5 ada hydration point saya pun mengambil satu gelas kecil Pocari Sweat.

Sampai di km 4  saya lewati dengan lancar tanpa hambatan apapun. Namun di km 5 saya kebelet kencing🙂 Waduh repot sekali. Saya berpikir di mana saya bisa kencing. Untungnya jalur yang dilewati banyak melewati komplek perumahan yang dijaga satpam. Setiap komplek pasti ada juga toilet, itu yang saya pikir. Maka saya pun mampir ke sebuah komplek dan minta izin ke Satpam untuk ikut ke toilet.

Selesai urusan toilet saya pun segera berlari lagi. Terus berlari semampu saya. Target adalah finish dengan baik.

Di km 7 ada hambatan lagi. Lutut kaki kiri sakit sekali. Ada cidera. Saya pun memperlambat kecepatan.

Lalu di km 8 ditambah lagi ada insiden perut mules, haha. Waduh yang ditunggu tunggu baru muncul saat lari di kilometer akhir.

Tetap saya berlari. Terus mendekati finish. Semakin dekat garis finish saya berusaha untuk menambah kecepatan. Akhirnya saya berhasil finish. Lega dan puas rasanya. Walau catatan waktu belum memuaskan.

Secara umum acara Pocari Sweat Run ini sukses. Ditunggu gelaran selanjutnya di tahun 2015.

Budy Snake. Mei 2014.

About mertanus

I am a magician and snakes charmer.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: